Berbagai Fakta Menarik Indonesia di Gelaran Piala AFF 2020

Dipublikasikan oleh Muhammad Khoiruzzein
Reading Time: 3 minutes

Sumber: Antara/Flona Tobing. Selebrasi Timnas Indonesia usai final melawan Thailand.

Umpanbalik.id – Timnas Indonesia telah menyelesaikan tugasnya. Pertandingan demi pertandingan dilalui dengan semangat yang membara. Tiket laga final pun didapatkan dari hasil kerja keras para punggawa. Namun sayang, Thailand lagi-lagi menjegal kita dengan kekuatannya. Dibalik itu semua, pasti ada catatan unik yang menarik untuk dibaca, mulai dari runner up keenam kalinya hingga ribuan dukungan kepada sang pelatih asal Korea.

Akhir perjalanan Timnas Indonesia di gelaran AFF kali ini kembali menelan luka. Kekalahan dari Thailand di laga puncak membuat Indonesia harus rela memberikan piala ke pelukan lawannya. Dihajar 4-0 di leg pertama, dan hanya bermain imbang 2-2 di leg kedua menjadi hasil yang harus diterima oleh masyarakat Indonesia. Namun dibalik kegagalan itu, ada banyak catatan menarik yang tercipta. Berikut merupakan fakta-fakta menarik Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 menurut umpanbalik.id:

Menjadi Negara Spesialis Runner Up

Tak bisa dipungkiri, Indonesia menjadi satu-satunya negara dengan perolehan gelar runner up terbanyak di Piala AFF. Sejak digelar pertama kali tahun 1996, Indonesia sudah mengantongi enam kali gelar runner up. Menariknya empat dari enam gelar runner up yang didapat timnas adalah kalah saat melawan Thailand. Berikut daftar gelar runner up Timnas Indonesia dikutip dari Kompas.com:

  1. Piala AFF Tahun 2000 (Indonesia 1 – 4 Thailand)
  2. Piala AFF Tahun 2002 (Indonesia 2 – 2 Thailand *4-2 pen)
  3. Piala AFF Tahun 2004 (Indonesia 2 – 5 Singapura)
  4. Piala AFF Tahun 2010 (Indonesia 2 – 4 Malaysia)
  5. Piala AFF Tahun 2016 (Indonesia 2 – 3 Thailand)
  6. Piala AFF Tahun 2020 (Indonesia 2 – 6 Thailand)

Tim Paling Produktif Sekaligus Paling Rapuh

READ  Dewangga, Bek Timnas Indonesia yang Menepis Peluang Kemenangan Final Piala AFF 2020

Timnas Indonesia menjadi tim paling produktif  di gelaran AFF tahun ini. Meskipun hanya keluar sebagai runner up, namun para juru gedor Timnas Indonesia berhasil melesakkan total 20 gol di sepanjang turnamen ini. Jumlah itu pun melampau seluruh kontestan AFF lainnya. Bahkan sang juara Thailand pun hanya mampu memasukkan total 18 gol saja.

Sejalan dengan mudahnya mencetak gol ke gawang lawan, Indonesia pun juga mudah sekali dibobol gawangnya oleh lawan. Sepanjang turnamen digelar, Indonesia telah kebobolan sebanyak 13 gol. Jumlah ini pun menjadi yang terburuk diantara lainnya, bahkan hanya terpaut dua gol saja dari Kamboja yang paling sering kebobolan.

Sabet Gelar Pemain Muda Terbaik dan Tim Fair Play

Meski gagal membawa pulang piala, tetapi Indonesia masih berbangga dapat membawa pulang dua gelar lainnya. Gelar pemain muda terbaik dipastikan dibawa pulang oleh Pratama Arhan yang menjadi andalan di posisi bek sayap Indonesia. Usianya yang baru menginjak 20 tahun sudah dipercaya oleh Shin Tae Yong menjaga pertahanan sekaligus membantu serangan Indonesia dengan lemparan-lemparan jauhnya. Dilansir dari okezone.com, Pratama Arhan mampu mengungguli pesaingnya seperti Sieng Chanthea dari Kamboja, Thanawat Suengchittahawon dari Thailand, Paulo Gali dari Timor Leste, dan rekannya sesama Timnas Indonesia, yaitu Witan Sulaeman dan Alfeandra Dewangga.

Selain itu, Timnas Indonesia juga menyabet gelar tim paling fairplay di gelaran AFF kali ini. Dengan catatan pelanggaran terbanyak sebanyak 135 pelanggaran, namun Timnas Indonesia tidak sekalipun tercatat mengantongi kartu merah. Sebab itu pun Timnas Indonesia mendapatkan gelar tim paling fairplay di turnamen yang digelar di Singapura ini.

Dukungan Penuh untuk Shin Tae Yong

Masyarakat Indonesia yang gila bola seringkali mengkritisi kinerja pelatih yang melatih Indonesia. Performa yang kurang maksimal selalu menjadi bahan kritikan dan ancaman untuk mundur dari kursi kepelatihan. Tetapi kali ini berbeda, meskipun sang pelatih gagal membawa timnas ke podium juara, namun dukungan penuh dari masyarakat Indonesia terus mengalir kepada sang pelatih yang berasal dari korea ini. 

READ  Copa America 2021: Suasana Emosional yang Masih Membekas

Perubahan mendasar yang dilakukan Shin Tae Yong dianggap menjadi langkah awal berprestasinya Timnas Indonesia di kancah Internasional. Tagar #STYStay pun banyak berseliweran di dunia maya sebagai bentuk dukungan agar sang pelatih tetap melatih Timnas Indonesia.

Kekalahan di Piala AFF ini bukanlah akhir dari segalanya. Banyak pemain muda yang tampil diharapkan menjadi prospek jangka panjang kedepannya. Tangan dingin Shin Tae Yong bersama para asistennya masih diharapkan untuk membawa timnas lebih baik di turnamen selanjutnya. Tetap semangat Garuda! Kita Bangga!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait