N’Golo Kante: Bak Casper Si Baik Hati

Dipublikasikan oleh Defrico Saputra
Reading Time: 3 minutes
N'Golo Kante

Sumber: Bergasku. Kante dan Pialanya.

Umpanbalik.id – N’Golo Kante, pemain sepak bola muslim yang pantas dapat kategori si paling rendah hati. Pria ini adalah seorang pemain sepak bola berkebangsaan Prancis yang membawa harum nama negaranya. Berkecimpung di dunia olahraga merupakan salah satu mimpi terbesar yang dimilikinya sejak dahulu. 

Angan-angannya untuk menjadi seorang bintang pesepakbola handal, sepertinya kini sudah menjadi kenyataan. Pasalnya di dunia olahraga, tepatnya sepak bola dunia, nama Kante sudah sangat ramai disebut-sebut. 

Semua pencapaian besar yang ia raih kini tentu dulu hanya berasal dari sebuah keinginan kecil. Bukan hal yang perlu ditutup-tutupi, latar belakang kehidupan Kante dan keluarga telah diketahui oleh banyak orang. Diungkap oleh berbagai macam media pemberitaan, baik lokal maupun internasional. Kante dulunya merupakan seorang anak yang dibesarkan dari sebuah lingkungan sosial yang cukup miris. Tuan Late dan Nyonya Kante yang merupakan orang tua biologisnya, patut diacungi jempol dalam urusan membesarkan anaknya.

Untuk membangun mental seorang anak agar kuat dan tangguh dengan sejumlah keterbatasan, tentunya memerlukan usaha yang cukup banyak dan lebih. Namun beginilah adanya, dikemudian hari ia berhasil mengangkat derajat keluarganya. Melalui tekad yang kuat dan ambisi yang super, akhirnya membuahkan hasil yang tidak mengecewakan. 

Kehidupan masa kecil yang tak pernah akan dilupakannya tentang kerja keras dan bertahan hidup, tentu jadi salah satu motivasi terbesar yang ia pegang. Kesehariannya dulu sebagai pemulung pengumpul barang bekas, untuk mendapatkan uang tentu tidak mudah untuk dilewati. Lagi-lagi menjadi alasan terkuat dan terbesar untuk menjadi orang sukses hingga terwujud seperti sekarang. 

Dilansir dari kompas.com, perjalanan sepak terjang Kante di dunia sepak bola ternyata cukup menarik untuk dikulik. Setelah pertandingan Piala Dunia pada tahun 1998, Kante memiliki keinginan untuk bergabung menjadi salah satu pemain sepak bola dengan JS Suresnes di pinggiran barat Paris. Dengan postur tubuh yang kecil, ia kadang dianggap remeh akan potensi yang ia miliki sebenarnya. 

READ  Kontradiksi Laga Pesta Olahraga Saat Hiruk Pikuk Wabah

Pasalnya para pemain lain memiliki rata-rata bentuk atau postur tubuh atletis. Tinggi tegap, dada bidang, dan lainnya. Berbeda dengan Kante, perawakannya agak sedikit kecil. Oleh sebab itu, keinginan Kante untuk mengambil peruntungan dalam klub sepak bola semakin menjadi-jadi. Ia terus berlatih dan belajar menguasai teknik untuk menjadi gelandang profesional. 

Chelsea merupakan klub profesional ternama yang menguatkan N’Golo Kante dan sangat mengangkat namanya. Dulunya pada 2010/2011 ia bergabung dengan Boulogne, namun ia tak cukup mendapat jumlah menit yang banyak untuk menunjukkan aksinya. 

Meskipun begitu, ia tetap dipandang sangat terhormat dan hebat oleh rekan setimnya. Kesempatan yang lebih cemerlang hadir ketika ia berpindah ke Caen pada 2013. Kante berhasil menoreh prestasi dan berhasil membawa Caen di Ligue 1. Bak sang pembawa keberuntungan, Kante menjadi pemain andalan. 

Tak hanya prestasi saat bertarung di dalam lapangan, Kante ternyata memiliki kharisma dan karakter tersendiri yang membuat namanya sangat dielu-elukan oleh orang banyak. Bukan menjadi rahasia umum lagi. Ia merupakan sosok yang rendah hati dan bijaksana dalam urusan memperlakukan orang lain. 

Bukan hanya kepada rekan seperjuangannya namun juga kepada penggemarnya. Dikutip dari panditfootbal.com, stereotip bahwa orang pendek cenderung suka bertingkah berlebihan untuk mendapat perhatian, juga tidak terbukti pada diri N’Golo Kante.

Memiliki sifat pemalu dan rendah hati jauh sebelum ia menjadi bintang sepak bola, menjadikan hal itu khas yang dimilikinya. Pada satu momen ketika Prancis meraih piala dunia, dan sejumlah pemain bergilir mencium dan mengangkat trofi, keberadaan Kante cukup dicari-cari. Hugo Lloris mengangkat trofi tinggi-tinggi, secara adil dan bergilir menyerahkan kepada Olivier Giroud, lalu berganti dengan Benjamin Mendy sebagai giliran pemain ketiga yang mencium trofi. 

READ  Cody Simpson: Double Job Antara Atlet Renang dan Musisi

Saat itu Kante tengah berdiri disamping N’Zonzi. Menyadari bahwa Kante belum sama sekali mengabadikan momen dengan berfoto bersama trofi. Atas inisiatifnya N’Zonzi mengambil trofi itu dari Florian Thauvin dan menyerahkannya kepada Kante. 

Meskipun terlihat sangat gugup, akhirnya ia berkesempatan dengan trofi kebanggaan para setiap pesepakbola. Hal itu semakin membuktikan bahwa sifat pemalu dan rendah hatinya tidak dibuat-buat. 

Tak habis-habis membicarakan keramahan Kante, selain mudah tersenyum ia juga merupakan seorang wujud muslim yang sangat baik. Ia selalu menjalankan sholat lima waktu, dan menganganggap bahwa keberkahan yang Allah berikan ini adalah hal yang harus selalu disyukuri. 

Tak hanya itu, Kante menganggap agama adalah hal yang paling serius. “Agama adalah kehidupan seseorang. Sepak bola bukanlah kehidupan seseorang. Sepak bola hanya profesi dan pekerjaan saya. Sepak bola adalah hobi dan juga pekerjaan saya,” ungkapnya saat diwawancarai oleh imfeed pada akun YouTube-nya. 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait