Nadeo Argawinata: Kiper Timnas yang Sempat Dipandang Sebelah Mata

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 3 minutes

Nadeo, Timnas Indonesia, AFF Suzuki Cup

Umpanbalik.id – Kemenangan Indonesia atas Singapura (4-0), sabtu lalu membawa para pemain tim nasional Indonesia menjadi sorotan masyarakat Indonesia. Salah satunya Nadeo Argawinata si kiper yang berhasil menepis tendangan penalti Faris Ramli di masa-masa injury time.

Momen itu lantas membuat Nadeo banjir pujian atas performanya di leg kedua semifinal Piala AFF 2020. Nadeo Argawinata menyelamatkan Indonesia dengan pertandingan 2×45 dan membuat posisi imbang (2-2). 

Sebelum dipercaya mengisi posisi kiper di Piala AFF Suzuki, perjalanan karir Nadeo tidak selalu mulus. Kiper berusia 24 tahun ini sempat dijadikan pemain cadangan saat berlaga di Bali United. Nadeo sempat dicoret dari daftar skuad AFF 2020 Turki karena kebijakan PT LIB yang membatasi pemain. Lagi-lagi ia hanya mendapat posisi di bangku cadangan.

Dari kesabarannya, pelatih Shin Tae Yong memberi kesempatan untuk debut lagi sebagai starter baru pada laga ketiga melawan Vietnam. Nadeo juga harus tampil di menit-menit akhir sebelum kick-off, lantaran Ernando mengalami cedera saat pemanasan.

Peluang tersebut dijadikan kesempatan untuk unjuk gigi, performa Nadeo memuncak dan berhasil menepis serangan tim lawan dan menjaga gawang Indonesia tetap perawan. Dalam laga Indonesia melawan Malaysia, Nadeo kembali menjaga gawang Indonesia dengan mempertahankan wilayah, sampai Indonesia berhasil menekuk Malaysia. Posisi Nadeo mendadak jadi pilar utama penjaga harapan pertahanan dari gawang.

Meskipun dirinya sempat berulang kali di posisi cadangan, Nadeo tetap mengambil sikap bahwa karirnya harus mengalami lika-liku terlebih dahulu untuk sampai dipercaya oleh pelatih. Karena menurutnya para pelatih pasti memiliki pertimbangan masing-masing. 

Nadeo tak pernah menghiraukan penonton yang memandangnya sebelah mata akibat dirinya yang tak pernah dimainkan. Baginya, masyarakat hanya bisa melihat di permukaan saja tanpa tahu titik rendah dan perjuangannya.

READ  Sang Legend Sir Alex Ferguson dan Permen Karet Mahalnya

Nadeo selalu menilik peluang dari setiap kesempatan yang dipercayakan kepadanya. Nadeo mengatakan ia hanya bisa memaksimalkan performa dan ketangkasannya sampai kepercayaan itu diberi kepadanya.

“Pelatih timnas dan pelatih klub itu beda-beda, Mereka masing-masing tahu kemampuan pemain bagaimana, saya bersyukur coach Shin Tae Yong memberikan kepercayaan kepada saya untuk berlatih bersama tim nasional.” ujar kiper 24 tahun tersebut dilansir dari kompas.com.

Nadeo menjelaskan bahwa karirnya harus diiringi kesabaran sambil menunjukan ke pelatih bahwa ia pantas dipercaya dan mendapat kesempatan untuk bermain di laga besar.

 

Profil Nadeo Argowinata

Aksi cemerlang Nadeo Argawinata di kelas Asia bukan baru-baru ini saja menjadi sorotan, Jauh sebelumnya, Nadeo mencetak catatan unggul di Piala AFF Filipina lalu. Kiper satu ini juga sering diperhitungkan oleh pemain lawan sebagai kiper dengan tingkat kejelian dalam menjajal gawangnya. Pria asal Kediri ini mengawali karir di klub-klub wilayah lokal, Kediri. 

Pertandingan Indonesia melawan Singapura menjadi momen terbaik. Nadeo mengatakan bahwa saat menepis bola dari lawan ia terlebih dahulu mempelajari karakter dan permainan pemain lawan. Nadeo juga merasa saat itu Timnas Indonesia dalam kondisi kompak dan solid. Kepercayaan yang diberikan oleh pelatih tak disia-siakan oleh Nadeo. 

Pemain dengan tinggi 187 cm ini selalu menjaga kualitas dan ketangguhannya di setiap kesempatan. Meskipun di kala ia hanya sebagai pemain cadangan, namun tak menyulutkan Nadeo untuk meningkatkan performa dan taktik kejelihannya selama berlatih.

Nadeo juga mengungkapkan bahwa dirinya yang tampil cemerlang di laga Piala AFF Suzuki Cup 2020 juga tak lepas dari performa terbaik yang dikeluarkan oleh para pemain. Serta racikan posisi hebat dari pemikiran para pelatih. Semuanya mengalami perasaan emosional yang sama hingga membawa Indonesia memenangkan permainan dengan manis. 

READ  Jean-Pierre Adams, Menjemput Akhirat Setelah Koma 39 Tahun

Sampai saat ini, Nadeo membuktikan bahwa dirinya pantas mendapat panggung di hati masyarakat, selain itu pemain asal Kediri ini juga menjadi kiper yang diukur kejelihannya dari pemain lawan. Pengalamannya menjadi pemain cadangan, tak sedikitpun membuat pemain dengan paras rupawan ini berkecil hati.

Kemenangan Timnas Indonesia melawan Singapura melahirkan momen manis yang selama ini dinanti-nanti. Segenap pemain dan pelatih turut mendapat pujian dari masyarakat. Laga final menjadi hal pembuktian bahwa tim sepak bola Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Apakah ini waktunya garuda untuk mengepakkan sayapnya di Piala Dunia?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait