Mengenal Loh Kean Yew, Penyumbang Juara Dunia Bulutangkis Pertama untuk Singapura

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 2 minutes

Umpanbalik.idPebulutangkis asal Singapura yang berumur 24 tahun ini berhasil mengalahkan Srikanth Kidambi dari India di  final Huelva, Spanyol pada Minggu (20/12/2021). Permainan berlangsung dengan ciamik, Loh Kean Yew hanya membutuhkan waktu 43 menit untuk memposisikan straight set dengan skor yang berhasil diperoleh 21-15, 22-20.

Dirinya juga unggul karena berhasil mendahului empat pemain unggulan. Perjalanan karirnya tentu tidak semata-mata hadir begitu saja, ia harus menumbuhkan pamor untuk menjadi bintang. Loh Kean Yew banyak memperoleh kemenangan seperti Singapore International 2014 dan 2017, Malaysia International 2014, sampai Mongolia International 2018. 

Karirnya semakin menanjak pada tahun 2019 karena berhasil memenangi perhelatan Thailand Masters Super 300. Namanya kian naik daun di tahun 2021 dalam Dutch Open di bulan Oktober lalu dengan mengalahkan pemain handal dari India, Lakshya Sen. Loh Kean Yew juga kembali membawa prestasi dalam Hylo Open dan melesat sampai final Indonesia Open 2021. 

Meski saat itu ia harus berpuas dengan hasil karena ditaklukan oleh Axelsen, tetapi BWF World Championships mencatat, Loh Kean Yew berhasil melakukan revans dan berhasil melompat jauh hingga berada di posisi juara. “Hanya dalam mimpi terliar saya bisa memimpikan ini semua, meraih medali juara dunia, yang pertama untuk Singapura,” ungkap Loh Kean Yew dalam media sosialnya.

Fakta unik dari resep sang juara pertama Singapura ini sama halnya dengan Li Dan yang memiliki pelatih asal Indonesia. Loh Kean Yew juga memiliki Mulyo Handoyo pelatih asal Indonesia yang sengaja menyeberangi negara tetangga lantaran melihat potensi dari pemain Singapura. Buktinya, kemenangan Loh Kean Yew tidak lepas dari tangan dingin Mulyo Handoyo. Dari sederet prestasi-prestasi Loh Kean Yew, ia berhasil mendapatkan panggung:

  • Juara BWF World Championship 2021
  • Juara Hylo Open 2021
  • Runner-up Indonesia Open 2021
  • Juara Thailand Masters 2019
  • Runner-up Russian Open 2019
  • Runner-up Hyderabad Open 2019
  • Runner-up Swedish Open 2019
  • Juara Mongolia International Series 2018
  • Runner-up South Australia International 2018
  • Juara Singapore International Series 2017
  • Juara Malaysia International Series 2017
  • Juara Singapore International Series 2014
READ  Ukun Rukaendi: Karir Cemerlang Pria Garut dengan Kaki Kanan Kecilnya

Meski dirinya lahir di Malaysia, namun Loh Kean Yew menjadi atlet pengukir prestasi paling banyak bagi Singapura. Pemain berusia 24 tahun ini meraih gelar juara dunia pertama dalam karirnya. Selain itu, Kean juga menghadirkan medali emas pertama bagi Singapura sejak Turnamen tersebut bergulir di tahun 1977 lalu.

Kean mengungkapkan, mimpinya yang menjadi kenyataan itu adalah perjalanan luar biasa sejauh ini. Hal itu mendorongnya untuk bekerja keras untuk menjadi atlet yang lebih baik lagi. Kean juga mengatakan pencapaiannya saat ini tak lepas dari dukungan pelatih maupun banyak orang.

“Saya bangga bisa menaikkan bendera Singapura di sini, di Spanyol. Saya akan menikmati momen ini untuk saat ini, dan juga beristirahat dan mengisi ulang untuk musim yang akan datang. Kerja keras segera dimulai lagi,” ujarnya dilansir dari Okezone.com.

Dari kemenangan yang dihasilkan Loh Kean Yew itu, menjadikan Singapura sebagai negara asal Asia Tenggara ketiga yang berhasil meraih medali emas pada gelaran kejuaraan dunia bulutangkis setelah Indonesia dan Thailand.  

Keberhasilan Loh Kean Yew sontak menjadi cambukan bagi negara Malaysia untuk meningkatkan potensi performa para atletnya. Malaysia mengungkapkan bahwa keberhasilan Singapura menjadi cambukan bagi atletnya untuk bangkit dan mengambil sisi positif agar bekerja keras di musim yang akan datang.

Pamor Loh Kean Yew mencapai podium cukup banyak mengguncang pemain-pemain handal maupun pebulutangkis di dunia, sebab selama ini Singapura tidak terlalu dilirik oleh mata dunia. Loh Kean Yew adalah salah satu atlet yang berhasil unjuk gigi memperlihatkan performa dan permaianan yang digabungkan dengan kekonsistenannya. 

Loh Kean Yew juga tak pernah menyangka bahwa hasil kerja kerasnya membawa dirinya banyak menumbangkan atlet-atlet raksasa yang memiliki pamor jauh lebih di atasnya. Baginya kepuasan saat ini bisa dinikmati, namun kerja keras akan selalu menanti dirinya di musim-musim berikutnya. Akhir musim ini adalah waktu bagi dirinya menyusun strategi untuk mencetak prestasi di musim yang akan datang.

READ  Siapakah yang Akan Menjadi Lawan Indonesia di Perempat Final Sudirman Cup 2021?
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait