Pelatih Legendaris: Sebuah Magic di balik Jas Hitam Berdasi

Dipublikasikan oleh Defrico Saputra
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.idCoach, seseorang berjas hitam berdasi, hobi mondar mandir, tapi pemberi strategi penyerangan, instruksi, hingga sosok pemberi kepercayaan di dalam lapangan. Selalu saja, nama ikonik dari beberapa pelatih itu, menjadi sosok yang melekat bagi tim yang dilatihnya. Pengalaman, kerja keras, hingga pencapaian yang besar, menjadi kebanggaan tiap masing-masing pelatih sepak bola di dunia. Tahukah Sobat Sport? Mengapa setiap tim yang mengalami penurunan kualitas, selalu pelatih yang menjadi sasaran bullying. Eitss, namun tidak dengan orang-orang di bawah ini. Mereka legendaris dan memiliki nama manis. 

1. Sir Alex Ferguson

Sumber: Pinterest.com. Pelatih Hebat Setan Merah.

Siapa yang tidak kenal dengan pelatih legendaris ini, Fergie merupakan mantan pelatih Manchester United di tahun 1986-2013. Dengan segudang prestasi dan pencapaiannya, ia digadang-gadang sebagai pelatih paling legendaris di era kejayaan setan merah. Siapa sangka, ia bisa mengantarkan MU menjadi tim yang paling disoroti pada waktu itu. Hanya tangan magis Fergie yang bisa melakukannya. Ia menghabiskan waktu selama 27 tahun di MU dan mendapatkan gelar sebanyak 38. 

Banyak sekali kan Sobat Sport. Dengan total 12 gelar di Liga Inggris, rupanya hal menyedihkan pun datang untuk setan merah. Fergie mengundurkan diri dari Manchester United pada tahun 2013. Di Liga Inggris, ia juga mendapatkan runner-up dan tiga finalnya dalam empat musim di 2007 hingga 2011. Fergie adalah pelatih sekaligus pemupuk bakat yang hebat. Ia mendatangkan pemain-pemain hebat seperti Cristiano Ronaldo, Vidic, Giggs, David Beckham, Paul Scholes, Rooney, dan lain-lain.

2. Ottmar Hitzfeld

Sumber: BR24. Pembawa keberuntungan Dortmund.

Ottmar Hitzfeld dikenal dengan eksistensinya sebagai pelatih profesional. Ia mendapat julukan Gottmar. Dalam bahasa jerman, Gott berarti Tuhan. Bagi siapapun yang melihatnya, ia adalah salah satu pelatih legendaris dari negeri panzer. Sebelum mengawali karirnya sebagai pelatih, ia mengadu nasib di klub Liga Jerman, VFB Stuttgart. Kemungkinan di sanalah ia berkembang, dan berkarir menjadi pelatih dengan segudang ilmunya. Pada 1991, ia memegang Borussia Dortmund. 

READ  Liga Inggris Batasi Heading sebagai Jaminan Pemain Pasca Tanding

Tanpa disangka, kehadirannya membawa Dortmund mendapat tiket dua kali ke final Liga Champions Eropa berturut-turut dan mendapat gelar pada tahun 1996-1997. Juventus harus bertekuk lutut di final saat itu. Tak puas dengan pencapaiannya, ia kemudian berlabuh ke klub besar Bayern Munchen. Lagi-lagi, klub tersebut juga mendapat tiket melaju ke final Liga Champions selama tiga musim di tahun 1998 hingga 2001. 

Usai kepelatihannya di Bayern, petualangannya beralih ke Swiss. ia memegang Swiss pada 2008. Alhasil, negara itu mencatat sejarah dengan lolos ke Piala Dunia di 2010 dan 2014. Sekarang, Ottmar sudah berhenti dalam karir kepelatihannya. Mungkin ia sedang menikmati masa tuanya, dengan apa yang ia sudah capai saat ini. 

3. Arrigo Sacchi

Sumber: goal.com. Sosok Arrigo Sacchi.

Bagi AC Milan, tidak ada yang bisa membalas budi seorang Arrigo Sacchi. Di bawah arahannya, AC milan pernah dua kali menjuarai pertandingan dalam dua musim pada tahun 1988 dan 1989. Tercatat, bahwa AC Milan yang menutup gelar dua musim itu. Kehebatannya dalam melatih sebuah klub, sudah tidak diragukan lagi. Namun siapa sangka, bahwa Arrigo Sacchi dulunya adalah seorang sales sepatu. 

Bukan berkelas dalam permainan sepak bolanya, namun Sacchi ternyata memiliki kecerdikan dalam menyusun strategi dalam sepak bola. Ia mengawali karirnya sebagai pelatih amatir di klub Barraca Lugo. Setelah mengalami naik turun karirnya, tahun 1987 menjadi tahun yang sangat berharga bagi dirinya. Ia memegang AC Milan. Dalam pencapaiannya, ia bisa membawa Rossoneri terbang mencapai titik tertingginya. Dengan mengoleksi delapan trofi, cukup untuk dikenang sepanjang masa oleh penggemar berat AC Milan. Tidak pandai mengolah bola, namun tau taktik menyerang total dalam sepak bola.

READ  Deretan‌ ‌Pemain‌ ‌Gagal‌ ‌Bersinar‌ ‌Setelah‌ ‌Migrasi‌ ‌Club‌

“Untuk menjadi joki yang hebat, anda tidak perlu lebih dulu merasakan bagaimana menjadi kuda,” ucap Sacchi. Ia mengatakan ini dari hatinya yang paling dalam. Menurutnya, tidak ada yang tidak mungkin jika tidak dicoba. Maka, Sacchi salah satu orang yang mencobanya. Joki hebat dalam menggerakkan AC Milan. 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait