Melihat Kembali Momen-momen Peparnas XVI 2021 Jelang Penutupan Hari Ini

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: 2 minutes

Umpanbalik.idTepat pada hari ini, kompetisi para atlet difabel telah usai di Pekan Paralimpik Nasional XVI Papua 2021. Berpuluh prestasi dan sejarah terukir indah di tanah Papua. Para atlet difabel menerobos keterbatasannya untuk terus berpacu menjadi bagian terbaik untuk dirinya. Dimulai dalam seminggu, kompetisi ini diwarnai dengan suka cita para atlet, relawan, panitia, dan semua orang yang terlibat di dalamnya. Tak ada pandangan sebelah mata. Semua sama dan berharga di kompetisi ini.

Adanya Peparnas XVI Papua ini tentunya jadi wadah yang sangat tepat bagi para atlet penyandang disabilitas untuk mengenalkan talentanya lebih luas lagi. Namun sayang, eksistensi adanya kompetisi para atlet difabel belum terdengar cukup santer di kalangan masyarakat. Hanya segelintir orang saja yang mengetahui tentang hal ini. Tetapi, sejatinya kemenangan penuh perjuangan ini sangat pantas untuk dibanggakan kepada dunia. Untuk itu, mari melihat kembali rangkuman momen yang tertangkap kamera saat Peparnas XVI Papua 2020 ini.

 
Atlet dari cabang atletik sedang melakukan lompat tinggi. Namun sayang, badannya menyentuh tongkat pembatas.
Potret ketika atlet atletik sedang melakukan lompat jauh dengan misi mencapai titik terjauh.
Dua orang atlet tenis kursi roda dalam grup yang sama sedang melakukan pertandingan di tengah teriknya matahari siang.
Tak hanya lelaki, terdapat pula atlet perempuan dalam tenis kursi roda yang memiliki tambahan dua roda kecil di depannya.
Tentunya dibutuhkan kecakapan pergerakan tangan dan kecepatan menangkap bola demi menghasilkan skor terbaik.
Selain tenis kursi roda, cabang lainnya adalah tenis meja. Cabang olahraga ini termasuk dalam cabang andalan olahraga Indonesia.
Berada di atas kursi roda, atlet tembak akan membidik papan poin. Terdapat meja dan pendamping yang disediakan untuk membantu gerak atlet.
Dilaksanakan di lapangan terbuka, memanah jadi salah satu cabang olahraga yang mana atlet Papua menempati klasemen teratas dalam perolehan medali.
Ratusan atlet tuna netra berkompetisi dalam cabang catur. Papan catur dibuat secara khusus sesuai dengan kebutuhan para atlet.
Tak hanya di dalam lapangan, euforia kemeriahan Peparnas XVI Papua juga terasa di luar stadion.
Noken, tas tradisional masyarakat buatan Mama-mama Papua jadi incaran untuk oleh-oleh masyarakat. Mama Papua tersenyum melihat kerajinannya yang laris manis.
Previous
Next
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait