Sejarah Modernisasi Olahraga Renang

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.idAktivitas olahraga renang sudah dikenal sejak sebelum manusia mengenal tulisan, temuan ini berasal dari gambar-gambar yang berasal dari zaman batu. Menggambarkan adanya gua-gua untuk perenang yang terletak di Wadi Sora sebelah barat daya Mesir Pertandingan pertama mulai diselenggarakan oleh Kaisar Suigui pada 36 tahun sebelum masehi.

Sejarah olahraga renang dimulai dari kota London pada abad 19, saat itu hanya terdapat enam kolam renang. Di abad pertengahan, aktivitas renang dijadikan materi pelatihan bagi para ksatria. Teknik renang dimasukan kedalam konsep bertahan hidup dan menyelamatkan diri.

Dengan menjamahnya konsep olahraga dalam air ini, makin mulai diperlombakan di sekitar kawasan Eropa tepatnya di tahun 1800an. Tadinya olahraga ini digunakan sebagai konsep penyelamatan diri, namun semakin populer olahraga renang kian banyak dijadikan sebuah kompetisi. Asosiasi dan klub-klub renang pun makin bermunculan, Saat itu ada tiga negara yang aktif melaksanakan kompetisi olahraga renang, yakni Swedia, Jerman dan Tiongkok. 

Olahraga renang mengalami proses modernisasi, Inggris mengawalinya dengan banyak membangun kolam renang dalam ruangan, memperkenalkan aktivitas olahraga renang ke sistem pelajaran sekolah, dan menggabungkan beberapa perenang dalam sebuah tim. Berbagai figur atlet renang pun banyak dimiliki oleh Inggris, pada mulanya gaya pertama yang dipertandingkan adalah gaya dada. 

Kala itu, John Arthur Trudgen menyumbangkan buah pikiran gaya dada yang diamatinya dari renang gaya bebas suku Indian. Namun, Inggris banyak mengukir sejarah modernisasi renang dengan menciptakan gaya-gaya baru seperti, sidestroke yang kini mengalami perubahan menjadi freestyle. Trudgen juga menginovasi gerakan kaki gaya bebas yang melecut ke atas dan ke bawah menjadi gerakan kaki gunting seperti renang gaya samping, saat itu dikenal dengan nama Australia Couw. 

READ  Cody Simpson: Double Job Antara Atlet Renang dan Musisi

Pada Olimpiade tahun 1808, para perenang telah berani mengarungi sungai-sungai besar dengan rakit. Aktivitas renang ini diperlombakan pada festival olahraga internasional, yaitu The Olympics tepatnya tahun 1896 di Athena. Dengan beberapa kategori gaya yang disumbangkan Richard Cavill dengan gaya bebasnya, gaya kupu-kupu yang dikembangkan tahun 1930. Ditambah dengan adanya Federasi Renang Internasional yang memfasilitasi kelompok perenang. 

Di The Olympics cabang olahraga renang dibagi menjadi dua kategori, 100 meter dan 1500 meter freestyle. Beberapa tahun setelah asosiasi renang dunia, namanya diubah menjadi Federation Internationale De Natation de Amateur atau FINA pada tahun 1908. Bersamaan dengan hal itu, perempuan juga diperbolehkan mengikuti Olympic Games yang diadakan di Stockholm pada tahun 1912

Sejarah olahraga renang di Indonesia berawal dari masa Hindia Belanda, pada tahun 1936 sosok Pet Stam hadir dengan catatan rekor 59,9 detik untuk nomor 100 meter gaya bebas di kolam renang yang saat itu diperlombakan pada Festival Cihampelas Bandung. Pet Stam bahkan dikirim mewakili Belanda untuk Olimpiade Berlin tahun 1936. 

Semakin populernya aktivitas air ini di Indonesia, didukung dengan munculnya perserikatan maupun organisasi yang menaunginya. Dilansir dari laman situs Dispora.Sumut, Perserikatan Berenang Bandung atau Bandung Zwembond didirikan pada tahun 1917, diikuti dengan berdirinya Perserikatan Berenang Jawa Timur atau Oost Java Zwembond pada tahun 1927. Sejak berdirinya perserikatan-perserikatan ini mulailah perlombaan renang antardaerah diadakan, tetapi rekor dalam kejuaraan-kejuaraan antardaerah itu dicatatkan sebagai rekor di Belanda.

Sejak zaman kuno, orang-orang mempercayai bahwa renang tak hanya sekedar pengembangan skill untuk menyelamatkan diri, dan tak sekedar olahraga yang menyehatkan tubuh. Olahraga renang mengajari filosofi dari kesabaran. Sebab renang adalah olahraga yang membutuhkan proses signifikan untuk berlatih di bawah air. Renang juga butuh sikap kekonsistenan untuk berada di dalam air dan merelaksasikan tubuh.

READ  Pelatih Legendaris: Sebuah Magic di balik Jas Hitam Berdasi

Lantas apa saja yang harus dinilai dan jadi poin penting dalam olahraga renang yang mengalami modernisasi terapan?

Panjang kolam renang lintasan panjangnya adalah 50 meter, sementara untuk lintasan pendeknya 25 meter. Federasi Renang Internasional sendiri menetapkan ukuran Olimpiade dengan kolam renang sepanjang 50  m dan lebar kolam 25 m. Kedalaman minimum 1,35 m, dimulai dari 1,0 m pertama lintasan hingga paling sedikit 6,0 m dihitung dari dinding kolam yang dilengkapi block start. Lintasan paling sedikit 2,5 meter dengan jarak 0,2 meter, tali lintasan terbuat dari rangkaian pelampung berukuran kecil pada seutas tali yang panjangnya sama dengan panjang lintasan. 

Pengukuran waktu, perenang mencatat waktunya di papan sentuh, sewaktu pembalikan dan finish. Balok Start terdapat pengeras suara untuk menyuarakan tembakan pistol start atau aba-aba start. Tinggi balok start antara 0,5 meter hingga 0,75 meter dari permukaan air. Pakaian dan perlengkapan khusus juga diatur oleh Federasi Renang Internasional, seperti perenang tidak boleh memakai alat atau pakaian renang yang dapat mempengaruhi kecepatan, daya apung, atau ketahanan selam berlomba.

Bagaimana? Tertarik jadi atlet renang?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait