Sejarah Sepak Bola Indonesia Pertama Kali Bergulir dari Remaja SMA

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.id –  Kalau sepak bola di negara luar datang dari kalangan buruh, ataupun karena jalur perdagangan, ekonomi dan segala macam. Di negara Asia justru didominasi dari kalangan kaum pelajar, termasuk negara kita tercinta Indonesia.

Sepak bola menjadi olahraga paling populer yang dimainkan oleh semua tingkatan usia. Awalnya sepak bola memang sudah dimainkan sejak tahun 1887 di Medan. Olahraga ini masih jadi mainan ecek-ecekan untuk menghibur  para perkumpulan olahraga. Kemudian munculah klub sepak bola pertama pada tahun 1894, seorang bocah tingkat SMA yang bersekolah di Hollandsche Burgere School bernama John Edgar memperkenalkan sepak bola kepada teman-teman sejawatnya. Ia juga memantapkan diri untuk mendirikan klub sepak bola pertama bernama Victoria. 

Dalam buku yang ditulis W. Barretty tentang sepak bola di Hindia Belanda, bocah SMA ini pertama kali mengenal sepak bola saat ia sedang menjalani pendidikan di Singapura dan kemudian membawanya melanjutkan pendidikan di Surabaya. Edgar dan teman-temannya aktif serta rutin berlatih sepak bola di lapangan yang kala itu disebut dengan ‘Missigit-lein’. Saat itu mereka hanya bertanding secara mandiri lantaran tidak ada lawan tanding.

Tahun semakin bergulir, pada tahun 1896 berdiri juga klub bernama Sparta. Disambut baik dengan hadirnya pertandingan antara Victoria dan Sparta. Momen ini menjadi pertandingan pertama antara dua kesebelasan tim muda yang mempelopori sepak bola di tanah air. Dari sinilah sejarah sepak bola di tanah air beserta fanatisme rakyat dimulai.

Kemudian barulah sejarah dituliskan dalam pencarian internet, awal mula masuk sepak bola di Indonesia pada tahun 1914, saat ini kompetisi-kompetisi mulai diadakan di masing-masing kota tepatnya di Pulau Jawa. Jauh sebelum PSSI, Nederlandsch Indische Voetbal Bond atau NIVB menjadi organisasi awal sepak bola di Indonesia hingga berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU).

READ  Beban Mental Psikologi, Jadi Penyebab Stress Atlet Esport Profesional

PSSI atau Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia secara resmi berdiri tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta. Dengan diketuai oleh Soeratin Sosrosoegondo menjadikan PSSI sebagai wadah pergerakan nasional melawan penjajahan. PSSI juga diselimuti dengan misi kegiatan politik yang menentang Hindia Belanda, bertujuan sebagai badan olahraga nasional yang dapat memperkuat olahraga Indonesia untuk melawan Hindia Belanda.

Gagasan ini semakin diperkuat dari berdirinya Ikatan Sport Indonesia (ISI) kala itu perkumpulan organisasi ini langsung menyelenggarakan pekan olahraga di tahun 1938. Di lain momen, di tahun 1979 sampai 80an, Indonesia semakin terpapar dengan olahraga satu ini, buktinya kompetisi mulai diperkenalkan yakni Liga Sepak Bola Utama atau Galatama. 

Galatama sendiri merupakan salah satu pelopor kompetisi profesional di kelompok Asia. Sebelum bergabung menjadi bagian PSSI, Galatama berjalan sendiri dengan terdiri dari satu divisi tunggal. Lalu, PSSI dan Galatama membentuk Liga Indonesia dengan tak lain tak bukan untuk meningkatkan kualitas sepak bola di tanah air.

Sejarah semakin berlalu, kompetisi pun makin bermunculan. Tahun 2008 dibentuklah liga sepak bola profesional pertama di Indonesia bernama Liga Super Indonesia. Makin beragamnya isi kepala dalam organisasi tersebut, gagasan dualisme tak terelakan dalam merancang kompetisi. Hingga lahirlah Liga Primer Indonesia di tahun 2011.

Tak berhenti sampai di situ penggabungan kembali digagaskan oleh PSSI, namun berjalan setengah tahun, PSSI bermasalah dengan Menpora pada tahun 2014 alasannya karena PSSI dianggap tidak mematuhi peraturan olahraga nasional. Perselisihan ini berakhir ditahun 2016 dimana Menpora mencabut sanksi terhadap aktivitas PSSI dan pencabutan sanksi dari FIFA untuk Indonesia.

Dilansir dari bolatimes, saat ini kompetisi sepak bola profesional di Indonesia sepakat dikukuhkan dalam nama Liga 1. 

READ  OPINI: Artis Beli Klub Bola, Menuai Prestasi atau Sekedar Sensasi?

Dalam perkembangannya, PSSI selalu gencar memperluas kompetisi sepak bola dalam negeri, seperti menyelenggarakan Liga Super Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu, dan Divisi Dua untuk pemain non amatir, serta Divisi Tiga untuk pemain amatir. PSSI juga aktif mengembangkan kompetisi sepak bola wanita dan kompetisi dalam kelompok umur tertentu (U-15, U-17, U-19,U21, dan U-23).

Sayangnya, sampai saat ini sejarah panjang sepak bola di Indonesia belum mampu untuk mengubah prestasi sepak bola Indonesia di kancah dunia. Butuh manajemen bola dan tekad yang tinggi untuk merubah sepak bola Indonesia yang selayaknya harus jauh dari sikap kotor politik sepak bola di dalamnya. 

Sejarah panjang tentang sepak bola di Indonesia akan terus bergulir di setiap masanya, sejarah panjang ini harus diingat sebagai salah satu gerakan memperkuat pertahanan dan gaungan anak bangsa, yang awalnya berdiri kokoh untuk melawan pergerakan politik Hindia Belanda dan kini harus berdiri kokoh untuk menunjukan taring Indonesia di mata dunia.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait