Charles Reep: Bapak Statistik Sepak Bola

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.id – Sosok Thorold Charles Reep hadir dengan pandangannya terhadap angka-angka yang bisa dijadikan kunci performa permainan kesebelasan. Yaa.. dulunya skor dalam dunia sepak bola hanya diartikan dari jumlah gol, dan skor akhir. Charles Reep bukanlah seorang pemain bola profesional, dirinya adalah seorang akuntan, yang juga tergabung dalam Divisi Akuntansi Angkatan Udara Britania Raya (Royal Air Force).

Thorold Charles Reep lahir pada tahun 1904 di kota kecil Torpoint, Cornwall, di barat daya Inggris. Pada usia 24, ia bergabung dengan Angkatan Udara Kerajaan Inggris untuk melayani sebagai akuntan, di mana ia mempelajari keterampilan matematika yang diperlukan.

Berawal dari ia menemukan rasa kagum dan takjub ketika melihat taktik sepakbola saat Reep menghadiri pertemuan bersama Kapten Arsenal, Charles Jones di tahun 1933. Setelah merasa terkesima dengan permainan sepak bola dari Herbert Chapman, Pada tahun 1933 itu,  kapten Arsenal berbicara tentang analisis permainan sayap yang digunakan oleh klub London, yang menekankan tujuan pemain sayap untuk memindahkan bola dengan cepat ke atas lapangan. Pembicaraan itu sangat menginspirasi Reep, yang segera menjadi penggemar berat manajer Arsenal Herbert Chapman dan gaya sepak bola menyerangnya.

Reep kemudian banyak menonton pertandingan-pertandingan sepak bola. Tibalah pada momen dimana Reep mencoba menggambarkan permainan lewat keahliannya, saat itu ia sedang menonton pertandingan Swindon Town melawan Bristol Rovers di County Ground. Dia mengeluarkan buku catatan kecil dan penanya di setengah jalannya pertandingan dan mulai merekam beberapa gerak dari permainan, posisi dan urutan passing dengan hasil yang menggabungkan simbol dan catatan, ia membuat catatan permainan yang lengkap. Dia ingin lebih memahami pola permainan dari kinerja skor Swindon dan memberi masukan.

Sumber: Keith Lyons, ‘analisi notasi permainan sepak bola secara manual dari Charles Reep’


 
READ  Debut di Paralympic Tokyo 2020, Leani Ratri Oktila Tambah 3 Koleksi Medali Untuk Merah Putih

Charles Reep semakin lihai dalam menggambarkan hasil akhir dengan mencatat statistik permainan sepak bola yang ditontonnya. Diketahui, ia bahkan sampai mencatat 2.200 pertandingan. Reep juga banyak menghabiskan masa karirnya dengan menganalisis, mengkalkulasikan pertandingan sepak bola. Catatan temuan paling menakjubkan milik Reep adalah ketika ia berhasil menuliskan gagasan bahwa ‘gol yang dicetak sebanyak 91,5 persen di sepak bola terjadi kurang lebih dari tiga taktik operan’

Reep memperkirakan bahwa pertandingan sepak bola penuh akan terdiri dari rata-rata 280 gerakan menyerang dengan rata-rata 2 gol dicetak per pertandingan. Ini menunjukkan tingkat konversi skor rata-rata hanya 0,71% per gol, kemudian hal ini menunjukkan bahwa hanya diperlukan sedikit perbaikan bagi tim untuk meningkatkan rata-rata mereka mencetak 3 gol per pertandingan.

Sumber:These Football Times, Pertandingan antara juara domestik Inggris, Wolverhampton Wanderers) dan pemenang liga Hungaria, Budapest Honved pada tahun 1954.


 

Dalam catatannya Reep menambahkan penjelasan bahwa kemenangan dalam sepak bola bisa diwujudkan dengan memangkas waktu operan dan penguasaan bola. Bola yang digiring secepat mungkin ke kotak penalti lawan, ditambah dengan taktik mengoper, menguasai bola, dan menendang sesedikit mungkin akan menjadi kemenangan gol dengan lebih efisien dan teratur.

Dikutip dari jurnal tahun 1997, yang kembali ditulis oleh Keith Lyons, Reep mengatakan “Aksi berulang pertandingan bisa dijabarkan ke dalam beberapa bagian ketika sedang menguasai bola, seperti mengoper dan menembak.”

Pada tahun-tahun berikutnya, Charles Reep dengan cepat memantapkan dirinya sebagai pekerja analisis pertama dalam dunia sepak bola profesional, saat ia menyaksikan bagaimana informasi yang ia kumpulkan digunakan untuk merencanakan strategi dan menganalisis kinerja tim. Dia tidak pernah berhenti mengembangkan teorinya tentang permainan, menonton dan mencatat rata-rata 40 pertandingan per musim.

READ  Yoichi Takahashi, Inspirasi Pesepak Bola Lewat Karakter Captain Tsubasa

Saat berada di Wolves, Reep juga diketahui membantu klub dengan memberikan saran untuk menerapkan gaya permainan langsung dan tajam ditambah dengan gerakan keterampilan. Memanfaatkan pemain sayap yang lugas dan cepat. Setelah pensiun dari Royal Air Force, Selama bertahun-tahun Charles Reep terus menyelidiki hubungan antara gerakan passing, gol, permainan dan kejuaraan, serta pengaruh peluang acak terhadap variabel-variabel tersebut. Dia ingin terus mengembangkan teorinya dengan meringkas semua catatan dan catatan yang telah ia kumpulkan sejak 1950. 

Salah satu pernyataannya yang paling terkenal dari Reep adalah ia menyarankan bahwa ‘taktik tim lebih efisien ketika mereka mengurangi waktu yang mereka habiskan dengan mengoper bola dan alih-alih fokus pada melempar bola ke depan dengan jumlah operan sesedikit mungkin.’ Dari pernyataan ini Charles Reep dianggap sebagai seorang promotor kuat dari gaya bermain bola panjang yang lebih cepat, lebih langsung.

Dilansir dari Sport Performance Analysis, beberapa catatan yang berhasil ditemukan Charles Reep, ia menemukan bahwa:

  • Dibutuhkan 10 tembakan untuk mendapatkan 1 gol
  • 50% gol dicetak dari 0 atau 1 operan
  • 80% gol dicetak dalam 3 operan atau kurang
  • Mendapatkan kembali penguasaan bola di dalam area tembak adalah sumber gol yang vital sampai peluang mencetak gol
  • 50% gol berasal dari kerusakan di separuh lapangan tim sendiri

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait