Wasit Kontroversial: Sebagai Pemimpin Pertandingan Atau “Peracik” Kemenangan?

Dipublikasikan oleh Muhammad Khoiruzzein
Reading Time: 4 minutes

Sumber: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat. Ilustrasi kepemimpinan wasit di Liga 1 Indonesia.


Umpanbalik.idPengadil lapangan mengemban tugas yang cukup berat. Dihadapkan oleh dua tim yang sama-sama ingin naik peringkat, membuat tensi pertandingan kerap kali berjalan cukup cepat. Keputusan yang dihasilkan harus diambil dengan tepat, jika tak ingin reputasi dan karirnya dihujat. Di Indonesia keputusan kontroversial berulang kali tercatat, entah memang hanya sebatas itukah kualitasnya atau ikut “meracik” kemenangan dengan imbalan uang yang ia dapat?

Terlalu jauh jika kita membahas kualitas wasit di Liga 2 atau Liga 3 Indonesia jika di kasta tertingginya pun masih sering adanya keputusan-keputusan yang dinilai kontroversial. Sejatinya, Liga Indonesia yang telah lama vakum akibat pandemi kembali bergulir dengan animo dan semangat yang tinggi. Mulai dari manajemen, pemain hingga supporter pun menyambut kabar gembira kompetisi kembali diadakan. Tak lupa, upgrade dari perangkat pertandingan pun juga dilakukan. Wasit-wasit Liga 1 kini dibekali dengan perangkat komunikasi antar wasit dan juga vanishing spray. Tujuannya pun sederhana, yaitu supaya kepemimpinan dari wasit yang lebih professional dan juga berkurangnya keputusan-keputusan yang merugikan.

Ternyata hal itu semua belum cukup membuat wasit-wasit di Indonesia bisa memimpin pertandingan dengan sportif dan profesional. Dari 11 pekan bergulirnya BRI Liga 1, Wasit seringkali membuat keputusan yang tidak masuk akal. Bahkan, dalam situasi yang terlihat jelas pun biasanya masih salah dalam mengambil keputusan. Yah, namanya juga manusia pasti akan melakukan kesalahan di hidupnya. Lantas, apa kesalahan keputusan dari wasit bisa dimaklumi begitu saja atau ada faktor lain yang membuat keputusannya menjadi kontroversial?

Sebatas Kualitas Wasit

Jika melihat keputusan wasit yang sering salah, pasti hal pertama yang terlintas yaitu kualitas wasit tersebut. Apakah wasit benar-benar memahami sepakbola dan semua aturannya? Jika memang memahami mengapa masih ada saja keputusan-keputusan wasit yang seharusnya mudah tetapi masih salah?

READ  OPINI: Artis Beli Klub Bola, Menuai Prestasi atau Sekedar Sensasi?

Dilansir dari bolasport.com, menjadi wasit profesional di Indonesia harus melewati tiga level pendidikan, yaitu C3 sebatas kota atau kabupaten, C2 dalam batas provinsi, baru yang tertinggi C1 yakni bisa memimpin pertandingan di tingkat nasional. Namun ternyata itu masih sebatas kompetisi amatir. Nantinya, wasit yang ingin berkiprah di kompetisi profesional seperti Liga 1 masih harus melakukan tes yang dilakukan oleh PSSI sebelum kompetisi dimulai.

Dari segi regulasi yang ditentukan seharusnya wasit di kasta tertinggi sudah berada di level yang cukup tinggi untuk memimpin sebuah pertandingan. Namun, jika masih saja ada keputusan yang kontroversial maka solusi yang bisa dilakukan yaitu federasi sebagai induk sepakbola harus lebih memperketat proses seleksi dengan mencari wasit yang benar-benar paham tentang sepakbola bukan karena nama besarnya. Selain itu, bisa juga dilakukan promosi dan degradasi bagi para wasit agar yang bagus dapat promosi ke kasta tertinggi dan sebaliknya.

Mendapat Tekanan Mental

Olahraga sepakbola di Indonesia sudah bisa menjadi pertarungan harga diri suatu daerah. Maka tak jarang, wasit dihadapkan dengan karakter manajemen tim, pemain, bahkan suporter yang sangat buruk. Terlebih jika wasit memimpin laga dengan animo suporter yang luar biasa tinggi. Meski bersikap benar, tak jarang suporter tuan rumah yang merasa dirugikan akan melayangkan hujatan bahkan hingga tindakan brutal dan arogan kepada wasit. Tekanan mental dan rasa trauma lah biasanya membuat wasit mau tidak mau harus berat sebelah ketika menghadapi tekanan yang luar biasa.

Seperti yang dilansir dari panditfootball.com, Sebagai pengadil lapangan yang bisa melakukan kesalahan, wasit biasanya akan melakukan keadilan dengan cara balas dendam. Jadi, tekanan mental dari para supporter membuat wasit harus melakukan keputusan yang sama merugikannya kepada tim lawan. Misalnya, jika wasit melakukan kesalahan yang menguntungkan tim A, kemudian tekanan mental dari suporter wasit harus berlaku adil dengan melakukan kesalahan yang menguntungkan tim B.

READ  Makna Selebrasi Para Bintang Sepakbola Dunia

Pastinya solusi yang bisa dilakukan adalah dengan adanya peraturan dari federasi yang dikhususkan untuk melindungi pekerjaan wasit agar wasit bisa melakukan pekerjaannya dengan profesional dan penuh tanggung jawab. Selain itu, wasit Indonesia harusnya dibekali dengan kesehatan mental agar memiliki psikis yang baik sehingga dapat memimpin pertandingan dengan tenang dan fokus.

Terlibat “Permainan”

Tidak menutup kemungkinan wasit-wasit di Indonesia juga masuk ke dalam jurang kotor permainan para mafia bola. Sebagai pemimpin di lapangan, wasit memiliki kewenangan yang tinggi untuk mengatur sebuah pertandingan. Baik tim mana yang harus lebih diunggulkan atau tim lainnya yang harus dibuat menelan kekalahan. Cara yang bisa dilakukan wasit pun bermacam-macam, seperti keputusan kontroversial memberikan hadiah penalti ataupun mengeluarkan kartu merah pada pelanggaran yang cenderung tidak membahayakan.

Dalam acara Mata Najwa bertajuk “PSSI Bisa Apa? Jilid 6”, seorang wasit Liga 1 dengan nama samaran Mr.Y pun mengungkapkan permainan kotornya. Ia terang-terangan mengatakan dalam 10 pekan Liga 1 musim ini sudah melakukan dua kali praktek pengaturan skor tersebut.

“Kita sudah mendapatkan instruksi terkait pertandingan yang harus dimenangkan. Satu perangkat pertandingan tergabung menjadi satu tim dan tidak mungkin untuk bekerja sendiri,” ujar Mr.Y dikutip dari kanal youtube Najwa Shihab

“Biasanya untuk memenangkan sebuah pertandingan, kita dengan sengaja melakukan kesalahan keputusan terhadap tim yang harus dimenangkan, seperti handsball yang sebenarnya kita tau menjadi pura-pura tidak tau,” imbuhnya.

Jika sudah seperti ini yang terjadi, maka pelanggaran tersebut  tidak bisa dianggap sepele. Federasi bersama satgas anti mafia bola yang ada harus cepat-cepat melakukan investigasi dan memastikan semua kasta kompetisi berjalan bersih tanpa adanya mafia yang masuk. Selain itu, wasit yang rentan terkena rayuan mafia harus diberikan perlindungan dan aturan yang ketat agar mafia tidak bisa lagi merayu para perangkat pertandingan.

READ  OPINI: Outfit Trendy dan Kebutuhan Instastory Ketika Jogging di Minggu Pagi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait