Match Fixing Sepakbola Indonesia, Luka Lama yang Kembali Terbuka

Dipublikasikan oleh Muhammad Khoiruzzein
Reading Time: 3 minutes

Sumber: youthincmag.com. Kasus pengaturan skor yang kembali terjadi di sepakbola Indonesia.

Umpanbalik.idIbarat kata filosofi yin dan yang, sepakbola Indonesia juga memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang. Di sisi luar terlihat animo besar dengan segala kemeriahan di setiap pertandingan membuat sepakbola masih saja menjadi olahraga yang terpandang. Tetapi jika dilihat lebih ke dalam, ternyata masih banyak “borok” yang bekerja dibalik layar mengatur sebuah pertandingan yang berlindung dibalik pihak berwenang.

Isu-isu miring tentang sepakbola Indonesia memang tak bisa hilang begitu saja. Setelah vakum hampir satu tahun lamanya, kompetisi sepakbola yang masih seumur jagung sudah kembali menimbulkan tanda tanya. Mulai dari keputusan kontroversial sang pengadil lapangan, hingga hangatnya isu match fixing di beberapa pertandingan. Sekilas, tak mudah dipercaya memang, tetapi faktanya hal ini benar terjadi dalam permainan. Lantas timbul pertanyaan mengapa hal ini masih saja dilakukan?

Pengaturan skor atau istilah dalam olahraga disebut match fixing sudah menjadi kejahatan umum dalam sepakbola Indonesia. dilansir dari tirto.id, pengaturan skor sudah menjadi lagu lama sepakbola Indonesia. Ramang, Skandal Senayan, dan kompetisi galatama menjadi bukti tertulis yang tercatat dalam sejarah sepakbola.

Kasus Ramang, mantan penyerang Timnas Indonesia tahun 1950-an menjadi sedikit bukti cerita. Goresan tinta emas yang ia lukis di kanvas prestasi sepakbola harus tercoreng akibat kasus pengaturan skor dalam Kejurnas PSSI tahun 1961. Kala itu PSM Makassar, klub Ramang, melawan Persebaya Surabaya. Di atas kertas PSM mampu menang mudah kala itu. Pada babak pertama PSM berhasil unggul 1-3 dari Persebaya. Namun, kejanggalan terjadi pada masa babak kedua. Persebaya yang berhasil menyamakan kedudukan 3-3 membuat pihak PSM curiga karena penyerangnya bermain tidak seperti biasanya dengan membuang-buang peluang yang ada.

READ  Usai Tumbang di Leg Pertama, Garuda Muda Siap Tundukkan Australia

Ternyata benar, PSM yang kala itu membentuk tim khusus untuk menyelidiki pertandingan itu menemukan bukti adanya pengaturan skor. Setelah ditelusuri, muncullah nama Ramang yang menjadi aktor dibalik pengaturan skor yang terjadi. Sanksi pun tak bisa ia hindari. Larangan bermain sepakbola seumur hidup menjadi konsekuensi. Lalu, siapa saja yang terlibat dalam pengaturan skor? Apakah hanya pemain saja atau ada pihak yang lain?

Pengaturan skor tidak bisa dilakukan jika hanya mengandalkan satu atau dua orang saja. Jadi, dalam prakteknya pasti ada suatu kelompok organisasi yang mengatur semuanya. Mulai dari yang paling atas sebagai dalang pengatur kemenangan hingga wayang yang memperlancar  permainan. Lalu siapa dalang yang mengatur ini semua?

Bagaimanapun juga, pengaturan skor tidak bisa lepas dari adanya taruhan atau judi bola. Ditambah semakin maraknya situs judi bola di internet membuat para petaruh semakin mudah untuk bermain-main didalamnya. Seperti yang dikutip dari tirto.id, Bambang Suryo, mantan pelaku pengaturan skor mengatakan bahwa industri sepakbola Indonesia yang tidak sehat secara finansial menjadi sasaran empuk para bandar judi. Dan apapun yang berhubungan dengan uang, bagi siapapun yang sudah tidak “sehat”, melakukan perjudian bisa menjadi jalan pintas.

Selain itu disadur dari panditfootball.com, di era tahun 1930-an judi bola tidak hanya dilakukan untuk memuaskan nafsu para petaruh saja. Tetapi juga digunakan sebagai dana operasional klub. Hasil penjualan karcis pertandingan setelah dipotong pajak yang tak seberapa membuat pemasukan sampingan lewat judi bola bisa menjadi hasil yang memuaskan.

Setelah vakumnya sepakbola Indonesia hingga satu tahun lamanya, muncul kembali harapan sepakbola Indonesia bergulir dengan kompetisi yang sehat tanpa kecurangan. Tetapi ternyata masih sama saja. Baru-baru ini kasus pengaturan skor kembali terjadi. Lagu lama yang sudah lama tak diputar kembali menjadi isu hangat untuk didengar.

READ  Menjelajah Stereotip Minoritas ‘Black People Don’t Swim’

Lima pemain Perserang Serang sudah dipastikan menjadi tersangka kasus pengaturan skor dalam lanjutan Liga 2 antara Perserang menghadapi RANS Cilegon FC. Kelimanya terlibat dalam pengaturan skor yang diatur oleh seseorang lewat video call.

“Ada seorang (bandar) yang saya datangkan tapi beliau tidak bisa datang, jadi lewat video call, orang dari negeri seberang, dari kawan-kawan di Makassar, Malang, Bandung, kawan-kawan sesama runner. Beberapa pemain ingin bekerja untuk mendapat keuntungan,” ucap Mister X saat diwawancara dalam acara Mata Najwa, Trans 7.

Mister X menambahkan, kelima pemain tersebut akan mendapatkan bayaran 150 juta jika pengaturan skor ini berhasil. Namun sayang, Mister X mengatakan bahwa pengaturan skor pada laga Rans FC Vs Perserang batal dilakukan. Meski demikian, dengan adanya indikasi pengaturan skor membuat kelimanya mendapatkan sanksi dari Komisi Disiplin PSSI.

Atmosfer sepakbola Indonesia memang lebih bergengsi daripada negara tetangga. Tetapi, prestasi yang tak kunjung tiba ditambah isu kejahatan olahraga menjadikan sepakbola Indonesia kembali dipandang sebelah mata. Semua komponen dalam sepakbola mulai dari PSSI, manajemen, pemain harus tetap selalu waspada dan berjaga, agar pengaturan skor di negara kita hilang dengan sendirinya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait