Match Fixing Kembali Terjadi, Begini Cara Bandar Judi Bola Melakukan Aksi

Dipublikasikan oleh Muhammad Khoiruzzein
Reading Time: 3 minutes

Sumber: PT LIB. Kasus pemain Perserang yang terindikasi melakukan pengaturan skor.

Umpanbalik.id – Senang melihat kompetisi sepakbola Indonesia kembali bergulir. Laga demi laga menjadi penghibur dikala pandemi masih membuat khawatir. Tetapi kebahagiaan itu berubah menjadi getir, saat isu pengaturan skor ternyata masih belum berakhir. 

Melihat kasus pengaturan skor yang dilakukan oleh lima pemain Perserang Serang seperti membuka kasus lama. Mengapa? Karena cara bandar judi bola melakukan pengaturan skor relatif sama dengan kasus-kasus sebelumnya. Yakni hasil akhir pertandingan dibuat sesuai dengan keinginan si bandar judi bola.

Cara yang dipakai memang terlihat cukup sederhana. Tetapi bakal menimbulkan efek yang sangat luar biasa. Dilansir dari panditfootball.com,  pada dasarnya match-fixing bukan perilaku curang. Match-fixing terjadi ketika ada pihak yang setuju untuk kalah, imbang, atau memenangkan pihak lawan dengan tidak berusaha maksimal.

Pengaturan skor dalam sepakbola sejatinya dibagi menjadi dua, yaitu arranged match-fixing dan gambling match-fixing. Perbedaannya yaitu jika arranged match-fixing si bandar judi bola memanipulasi pertandingan sepakbola dengan membuat salah satu tim imbang atau kalah, tetapi gambling match-fixing dilakukan ketika bandar judi bola memanipulasi hasil pertandingan yang nantinya mendapatkan keuntungan besar di pasar taruhan.

Bandar judi bola bisa berasal dari mana saja. Disadur dari sindonews.com, pusat bandar judi di Kawasan Asia Tenggara biasanya berasal dari negara Singapura dan Kamboja. Hal ini bisa dipastikan karena dua negara ini melegalkan judi bola sehingga para bandar bisa dengan leluasa membuat permainannya sendiri.

Nantinya, para bandar yang berasal dari Singapura ini tidak bekerja sendiri. Misalnya saja, jika ingin mengatur skor pertandingan di Indonesia, maka akan menghubungi agen-agen yang bekerja sama dengannya untuk menghubungi pihak klub untuk menawarkan sejumlah uang agar mau mengatur skor pertandingan sesuai dengan keinginan bandar. Di Indonesia sendiri ada banyak agen-agen yang sudah terekspos dan mengakui perbuatannya. Seperti Vigit Waluyo, Bambang Suryo, Mbah Putih, dll.

READ  Tidak Untuk Dimakan, Sepatu Nike Terinspirasi Dari Cetakan Waffle

Agen judi bola ini biasa disebut dengan panggilan Runner. Setelah ada kesepakatan diantara Bandar dan Runner, maka selanjutnya Runner akan bergerak menghubungi orang-orang di pihak klub tujuan yang bisa diajak untuk bekerja sama. Hal ini pun tidak menutup kemungkinan Runner bisa bekerja sama dengan manajemen, pelatih, ataupun pemain tergantung nantinya siapa yang mau diajak bekerja sama

Menurut Declan Hill (jurnalis sekaligus akademisi yang memfokuskan pembahasan terhadap kasus match-fixing), tingkat kesuksesan pengaturan skor dalam sebuah pertandingan menjadi besar ketika berhasil menyogok administrator kesebelasan (manajer, presiden kesebelasan, pelatih, dll) dengan tingkat kesuksesan 90,5%, dibandingkan hanya melalui pemain (83,1%), atau melalui wasit (77,8%)

Jika dalam negosiasi antara Runner dan pihak klub menemui kesepakatan, maka Runner biasanya akan memberikan detail pertandingan. Detail di sini memiliki arti apa saja yang harus dilakukan oleh pemain sesuai dengan keinginan Bandar. Dikutip dari sindonews.com, detail yang bisa diatur dalam sebuah pertandingan biasanya yaitu:

  1. Skor akhir pertandingan
  2. Jumlah kemasukan gol
  3. Jumlah memasukkan gol
  4. Jumlah gol bunuh diri, dll

Melihat dari kasus-kasus match fixing di Indonesia yang pernah terjadi, tim-tim yang rawan menjadi korban pengaturan skor biasanya dari tim yang kurang kuat secara finansial. Maka tak heran jika rata-rata kasus pengaturan skor bukan terjadi di Liga 1 Indonesia melainkan terjadi di tim-tim dari Liga 2 atau Liga 3.

Masih menurut Declan Hill, salah satu aktor dibalik berhasilnya rencana pengaturan skor selain dari administrator kesebelasan dan pemain yaitu Wasit. Memiliki tugas sebagai pemimpin pertandingan, wasit biasanya lebih mudah untuk mengatur kesebelasan mana yang ingin diunggulkan. Caranya pun bervariasi, biasanya wasit akan melakukan keputusan-keputusan kontroversial yang merugikan tim seperti memberikan kartu merah terhadap pelanggaran yang sebenarnya tidak membahayakan. Dan sebaliknya, wasit akan memberikan berbagai macam keuntungan kepada tim yang diunggulkan seperti memberikan hadiah penalti, tendangan bebas, dan lain-lain.

READ  EURO 2020: 5 Wonderkid Tampil Gemilang, Layaknya Sang Mega Bintang

Kasus pengaturan skor sudah tidak bisa lagi dihalalkan pada saat ini. Selain melanggar aturan fairplay dalam olahraga, pengaturan skor juga bisa dibilang sebagai aksi penipuan publik yang nyata. Tak akan ada namanya Indonesia masuk di Piala Dunia, jika masalah pengaturan skor saja tidak dibasmi secepatnya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait