CR7, Menghapus Mimpi Buruk atau Menjadi Mimpi Buruk?

Dipublikasikan oleh Defrico Saputra
Reading Time: 3 minutes

Sumber: kampusbola.com/Keputusasaan Cristiano Ronaldo.

Umpanbalik.idMulai dari siiiiiiiii, postur tubuh yang mumpuni, serta tendangan keras miliknya, menyatu pada Cristiano Ronaldo. Namun, apakah ia bisa membawa mimpi indah bagi klub yang diarunginya? Belum tentu. Akhir-akhir ini, dunia sepakbola digemparkan oleh pembantaian Liverpool terhadap Manchester United. Siapa yang tidak kaget, Manchester United dibantai 0-5 atas Liverpool pada Minggu (24/10/2021). Dari laga yang terjadi kemarin, membuat para fans MU geram terhadap permainan Manchester United. Salah satu pemain yang disorot adalah Cristiano Ronaldo. 

Karena ini salah satu momen langka, momen kekalahan terburuk sepanjang karirnya. Satu pertanyaan muncul, apakah ini pembantaian pertama kali untuk Cristiano Ronaldo? Jawabannya tidak. Hal serupa rupanya pernah terjadi saat ia belum mencapai karir tertingginya. Simak beberapa mimpi buruk pernah ia alami.

1. November 2008, Brazil 6-2 Portugal (Pertandingan Persahabatan)

Menarik enam tahun kebelakang, hal serupa pernah terjadi pada CR7 dalam laga persahabatan. November 2008 adalah asal mula Cristiano Ronaldo mengalami pembantaian yang cukup sakit. CR7 tidak berkutik dalam pertandingannya. Ia harus merelakan gol-gol yang dicetak oleh Luis Fabiano dalam hattrick-nya. Ditambah lagi, Maicon, Elano, dan Adriano yang bertubi-tubi mengacak-acak gawang Portugal saat itu. Sementara, CR7 tidak berkontribusi dalam golnya seperti biasanya. Hanya dua gol Danny dan Simao yang memperkecil ketertinggalan Portugal.

2. Serupa tapi tak sama, Los Blancos dihajar Barca 5-0 (Liga Spanyol, November 2010)

Kedatangannya yang disambut hangat oleh Real Madrid pada 2009, membuat harapan besar klub tersebut terangkat oleh sang mega bintang. Ia diharapkan menjadi ujung tombak penyerangan Los Blancos saat itu. Namun, seketika harapan itu pupus. Melihat adaptasi CR7 yang tak kunjung usai dalam mempertahankan ritme permainan El Real saat itu, membuatnya kaget melawan musuh rivalnya Barcelona. El Clasico pada saat itu mungkin terlihat mengasyikkan bagi Barca. Bagaimana tidak, Real madrid saat itu hanya menjadi bulan-bulanan permainan Barcelona saja. CR7 hanya bisa merana melihat lima gol tanpa balas yang dipimpin oleh Lionel Messi.

READ  Aji Santoso: Legenda Hidup Dua Klub Sarat Rivalitas

3. Ajang internasional, Jerman 4-0 Portugal (Piala Dunia, Juni 2014)

 Pada piala dunianya, Cristiano Ronaldo juga pernah menelan pil pahit atas kekalahannya melawan Jerman 4-0. Dalam laga fase grup, CR7 pasti berupaya untuk mempertahankan gelarnya. Namun nasib berkata lain, pertemuannya dengan Jerman lah yang membuat ia frustasi atas kekalahannya saat itu. Ronaldo yang diharapkan menjadi pembeda justru kaku dan membiarkan timnya dipermalukan Der Panzer atau Jerman. Sungguh sangat disayangkan, ia yang digadang-gadang sebagai pemain terbaik, harus menahan malu atas semuanya. 

4. Atletico Madrid 4-0 Real Madrid (Liga Spanyol, Februari 2015)

Pertandingan sengit antar ibukota Spanyol ini berjalan sangat seru pada Februari 2015 lalu. Dua klub yang sering disebut dengan Derby Madrid ini adalah pertandingan yang sangat ditunggu tunggu juga. Faktanya, Ronaldo sudah berulang kali bertemu Atletico Madrid dan mencatatkan 22 gol. Namun, kenangan buruk sempat dialaminya saat pertemuan kedua di Liga Spanyol pada Februari 2015. Madrid dilibas empat gol tanpa balas dan itu menjadi salah satu kekalahan terburuknya.

5. Napoli 4-2 Juventus (Adu Penalti Final Coppa Italia, Juni 2020) 

Flashback satu tahun terakhir, Juventus saat itu sangat mendominasi di Italia dan berhasil merebut Scudetto di musim 2019/2020. Apalagi dengan keberadaan Ronaldo sebagai kunci pencetak gol, di mana ia mencetak 36 gol dari total 44 laga di semua ajang. Tapi, yang terjadi malah sebaliknya. Dalam sebuah pertandingan besar melawan Napoli, Ronaldo sangat kewalahan untuk menjebol gawang Napoli hingga babak kedua. Laga berakhir 0-0 hingga berujung adu penalti. Ironisnya, dia harus melihat Juventus kalah ditangan Napoli dengan skor 2-4. Ronaldo yang jadi eksekutor kelima tidak sempat melakukan tugasnya.

READ  Tren Olahraga Urbanisasi: Alasan Penambahan Olahraga Baru di Olimpiade Tokyo 2020

Cristiano Ronaldo adalah sang mega bintang. Kepindahannya ke klub setan merah masih dalam bentuk penyesuaian atau memang perlu proses untuk mengetahui seluk beluk permainan Manchester United. Jadi hal ini sebenarnya wajar dialami oleh CR7. Lalu, akankah CR7 bisa menghapus mimpi buruk MU di masa depan?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait