5 Penjaga Gawang Dadakan Penghalau Terakhir Serangan Lawan

Dipublikasikan oleh Muhammad Khoiruzzein
Reading Time: 3 minutes

Sumber: AP/Jon Super, Rio Ferdinand ketika menjadi kiper dadakan Manchester United.

Umpanbalik.id – Penjaga gawang sebagai penghalau terakhir serangan lawan mutlak dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan. Reflek yang bagus, position yang tepat menjadi salah satu acuan. Tetapi bagaimana jika ada insiden ditengah pertandingan? Penjaga gawang cidera ataupun akumulasi kartu merah diberikan? Mudah saja jika masih memiliki jatah untuk melakukan pergantian. Tetapi menjadi nasib sial jika kuota pergantian sudah habis digunakan dan terpaksa pemain dari posisi lain lah yang harus menggantikan.

Meski jarang terjadi di suatu pertandingan, tetapi nyatanya ada beberapa momen yang mengharuskan pemain jadi kiper dadakan ditengah-tengah pertandingan. Alasannya pun bervariasi, biasanya hal ini selalu terjadi di menit-menit terakhir pertandingan sepakbola. Dimana kuota pergantian sebanyak tiga kali sudah dihabiskan oleh sang pelatih, tiba-tiba terjadi insiden baik itu pelanggaran keras oleh penjaga gawang yang menyebabkan kartu merah ataupun cidera yang dialami oleh penjaga gawang.

Tugas kiper yang krusial membuat hal ini tidak bisa dibiarkan. Jika gawang kosong tanpa penjaga gawang membuat lawan akan gampang memasukkan. Dengan begitu, pelatih hanya bisa berpasrah memberikan tugas kiper ke pemain di posisi lain, seperti bek, gelandang, atau bahkan penyerang. 

Dari amanah pelatih yang diberikan, ada yang sukses menjalankan tugas baru dan bisa dikatakan menjadi pahlawan. Tetapi ada juga yang gagal total menyelamatkan bola yang ditembak ke gawang. Berikut adalah lima pemain yang terpaksa menjadi penjaga gawang dadakan versi umpanbalik.

  1. Dimas Drajad (Indonesia U23 VS Brunei U23 – 2019)

Yang pertama datang dari Timnas Indonesia U-23. Dalam laga kualifikasi Piala Asia U-23 yang dimainkan di My Dinh Stadium, Timnas Indonesia harus rela bermain dengan 10 orang pemain setelah kiper mereka Muhammad Riyandi terkena kartu merah. Naasnya, kuota pergantian pemain yang sudah habis membuat striker mereka rela turun menjadi kiper dadakan. Dimas Drajad bisa dikatakan sebagai pahlawan pada laga itu. Bagaimana tidak, satu gol ia persembahkan ditambah dengan penyelamatan penalti di menit akhir sebagai kiper dadakan membuat namanya selalu diingat para pecinta sepakbola Indonesia

READ  N’golo Kante, Si Tukang Jegal yang Murah Senyum

 

2. Kyle Walker (Manchester City VS Atalanta – 2019)

Ada kejadian unik dalam lanjutan fase grup Liga Champions 2019-2020 di San Siro, Italia. Manchester City yang kala itu berhadapan dengan Atalanta harus memainkan bek kiri mereka sebagai kiper dadakan. Hal itu terjadi lantaran kiper utama mereka Ederson mengalami cidera di awal babak kedua hingga ia digantikan oleh Claudio Bravo. Tetapi di menit 81, pelanggaran dilakukan oleh Bravo diluar kotak penalti membuat ia harus diusir lapangan sebelum peluit panjang berakhir. Taka da lagi stok kiper yang dibawa, akhirnya Kyle Walker lah menjadi satu-satunya harapan Pep Guardiola untuk menjaga gawang City hingga berakhirnya pertandingan

 

3. Dani Alves (PSG VS Sochaux – 2018)

Menjadi bek kanan dengan segelintir trofi berkelas lantas tak membuat Dani Alves berhenti begitu saja. Dalam laga PSG menghadapi Sochaux di Ajang Piala Prancis 2017-2018 lalu, Dani Alves menambah catatan dalam karirnya yaitu sebagai penjaga gawang. Hanya bermodalkan tinggi badan 172 cm, ia menggantikan peran Kevin Trapp yang diusir keluar lapangan.

4. Harry Kane ( Tottenham VS Asteras Tripolis – 2014)

Harry Kane yang dikenal sebagai striker yang haus gol ternyata pernah menjadi kiper dadakan Tottenham Hotspur tahun 2014 silam. Bermain dalam ajang Liga Eropa melawan Asteras Tripolis, Harry Kane dinobatkan sebagai pemain tersibuk dalam laga ini. Selain menjadi kiper dadakan di menit 86 setelah Hugo Lloris di ganjar kartu merah, ia juga mencetak hattrick ke gawan Asteras Tripolis.

 

5. Rio Ferdinand (Manchester United VS Portsmouth – 2008)

Legenda Manchester United, Rio Ferdinand ternyata pernah menjadi penjaga gawang dadakan Manchester United saat laga melawan Portsmouth di Piala FA 2008. Sir Alex Ferguson yang telah menghabiskan kuota pergantian tak dapat lagi memasukkan kiper pengganti setelah Tomasz Kuszczak terkena kartu merah. Sayang dalam laga itu Manchester United harus mengalami kekalahan 0-1 dari gol penalti ke gawang Rio Ferdinand, dan Manchester United dinyatakan gugur dari kompetisi tersebut.

READ  Menjaga Pesona Filosofi “Jogo Bonito” Ala Pemain Brazil
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait