Fajar/Rian: Pasangan Pargoy yang Tak Mau Jadi Pelapis Lagi

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.idPasangan ganda putra, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto menunjukan performa on fire. Mereka bermain dengan penuh yakin menyumbangkan poin untuk Indonesia di Final Piala Thomas 2020 saat berhadapan dengan China. Panggung Fajar/Rian malam itu berhasil membuktikan bahwa keduannya kini ingin jadi pemain andalan yang dimainkan di awal, bukan hanya sebagai pelapis Tim Merah Putih.

Fajar/Rian menyuguhkan permainan solid dengan keseimbangan peran yang baik. Keduanya bermain tenang dengan penuh keyakinan, Fajar/Rian pun tak menyangka akan diturunkan sebagai partai ke-2. Untuk dimainkan di partai ke-2 di final Piala Thomas 2020, pasangan ini melewati step panjang hingga akhirnya berhasil turun dengan epic. 

Pasangan ini pertama kali disatukan dalam International Challenge 2014, Fajar/Rian ternyata sangat akrab dan sering diduetkan saat menjalani latihan. Kekompakan dari keduanya berhasil menjadi seimbang dengan pemain unggulan Kevin Sukamuljo/Selvanus Geh. Setelah berhasil mengejutkan di babak final, Fajar/Rian makin gencar mencari celah untuk dipercaya oleh jajaran pelatih dengan mengalahkan pasangan senior Agrippina/Fran Kurniawan.

Pasangan ‘pargoy’ ini berhasil mendapatkan kepercayaan dari PBSI, yang kemudian membawanya bermain di berbagai turnamen dan berhasil mencatat prestasi:

1. Malaysia Masters 2018

Fajar/Rian saat itu harus bertarung sengit melawan pemain Malaysia, pemain Denmark. Pasangan ganda putra Indonesia ini berhasil melakukannya dan lolos ke babak final. Hingga di babak final Fajar/Rian kembali berhasil menyelesaikan permainan mulus saat berhadapan dengan pemain Malaysia, Goh V Shem/Tan Wee Kiong. 

2. Syed Modi International 2018

Pasangan yang terpaut beda satu tahun ini, menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang berhasil memenangkan gelar juara di laga tersebut. Penampilannya pun sungguh sangat apik, Fajar/Rian berhasil menenggelamkan ganda putra Rusia dan ganda putra Tuan rumah.

READ  Pro Kontra Standar Anthem Lagu yang Cocok untuk Sebuah Pertandingan

3. Swiss Open 2019

Catatan prestasi ganda putra satu ini kembali berlanjut di tahun 2019, mereka kembali menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang bisa mencapai gelar juara di panggung Swiss Open 2019 dan menjadi turnamen pertama yang mereka libas dengan menjadi unggulan keempat.

4. Korea Open 2019

Berlanjut ke negeri gingseng, Fajar/Rian berhasil membawa gelar prestasi. Uniknya mereka harus berhadapan dengan partner satu rumah yakni Marcus/Kevin di babak perempat final. Tetapi Fajar/Rian melaju hingga bertemu dengan ganda putra China dan menyelesaikan permainan dengan manis, kemudian membawa keduanya berhadapan dengan pemain ganda putra unggulan Jepang. Sehingga Fajar/Rian harus puas mendapatkan peringkat empat dunia.

Empat gelar hebat dari BWF World Tour itu membawa Fajar/Rian menjadi pemain yang berhasil menunjukan taringnya. Tak puas sampai di situ, dikutip dari Sportstars.id, pasangan ini kembali merebut gelar juara di permainan beregu yakni medali emas Sea Games 2017, medali emas Sea Games 2019, dan medali emas kejuaraan Bulu Tangkis Asia Beregu 2020.

Dari berbagai gelar tersebut, perjalanan Fajar/Rian bisa dibilang cukup terjal sebab meski terhitung baru bergabung, keduanya berhasil memberikan kejutan-kejutan prestasi. Fajar/Rian membocorkan kunci kekuatan permainan dari pasangan ini.

1. Mereka selalu dengan tenang.

“Pokoknya tenang dan berusaha dapat satu poin,” kata Rian 

“Modal kami adalah fokus bermain dari awal sampai akhir, Alhamdulillah strategi ini berhasil dengan baik dan menang,” tambah Fajar Dilansir dari Bola.com

2. Melihat peluang dari lawan

Saat berhadapan dengan ganda putra China, Fajar mengaku memanfaatkan situasi lawan yang saat itu memang bukan pasangan asli. Melihat hal tersebut, kedudukan skor berhasil dikejar oleh Fajar/Rian hingga mencapai skor 20-19. “Ganda China itu pasangan dadakan, sehingga rotasinya belum berjalan baik. Tentu kami memanfaatkan kesempatan,” kata Fajar.

READ  Takeshi Kamura: Peringkat 6 Dunia Tak Tampil di Sudirman Cup, Ternyata Putuskan Gantung Raket

Meski telah berhasil menunjukan performa terbaik, pasangan ganda putra Fajar/Rian masih terus berapi-api ketika menerima tantangan dari pelatihnya. Tantangan ini sebagai bentuk sanjungan setelah menaklukan Korea Open 2019 yang disuguhkan oleh pelatih Herry Imam Pierngadi. Pelatihnya itu menilai bahwa taktik yang dimainkan Fajar/Rian menjadi gambaran dari duet maut Fajar/Rian sangat matang dan terukur, keduanya hanya perlu konsisten dalam menunjukan performa. 

Permainan Fajar/Rian dinilai memiliki grafik yang naik dan meningkat, sehingga mudah sekali untuk mereka dipercaya menjadi pemain andalan. Pantas saja Fajar/Rian menjadi partai kedua penentu dalam kemenangan Final Piala Thomas Cup 2020, permainannya tak perlu diragukan lagi. Mereka berhasil membuktikan pemain lapisan itu tak cocok disematkan pada pasangan ganda putra yang viral lewat selebrasi ‘pargoy’ ini.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait