Penantian 19 Tahun Thomas Cup Indonesia Telah Berakhir

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.idMinggu malam jadi momen paling mendebarkan bagi para pecinta bulu tangkis. Masyarakat Indonesia telah bersiap di depan gadget-nya masing-masing, sementara tim atlet bulu tangkis bersiap untuk menaklukkan China. Trofi Thomas Cup berwarna silver yang berkilau begitu indah mampu menjadi penguat harapan dan segala kerja keras. Tim atlet bulu tangkis Indonesia bermain dengan sangat epik di kompetisi yang diadakan di Denmark ini. Tak lelah dengan kekalahan di Uber Cup, Indonesia masih mampu membalas kekalahan dengan menunjukkan performa epik di Thomas Cup 2020.

Pada Thomas Cup tahun 2016, Indonesia harus berpuas diri tampil sampai pada tahap runner-up. Setelah kemenangan terakhir di 2002, akhirnya gelar juara Thomas Cup ke-14 mampu disematkan lagi untuk Indonesia. “Saya sangat senang karena ini pertama kalinya bagi saya, dan kita menang setelah 19 tahun. Akhirnya kita bisa membawa pulang trofi ini lagi. Saya sangat senang, hingga tak mampu mengucapkan apapun lagi,” ungkap Hendra Setiawan, kapten Thomas Cup 2020 menyatakan kegembiraannya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Greysia Polii di akun Twitter-nya. “Di sepanjang karirku, ini aku baru pertama kali foto sama Piala Thomas! Congrats boys!” Walaupun ranking dan pengalaman dari tim China lebih rendah, namun tim bulu tangkis harus berjuang sangat keras setelah China berhasil menjuarai dua kompetisi besar terakhir, Sudirman Cup dan Uber Cup 2020. 

Harapan pertama datang dari Ginting, seorang pria yang memiliki sisi lucu bagi para penggemar Indonesia ini tampil dengan performa yang baik. Di pertandingan sebelumnya, Ginting sempat gagal memberi kemenangan kepada Indonesia. Namun malam tadi, ia berhasil untuk membuat bangga kembali. Pada gim pertama, Ginting mengakui ia sangat gugup dan sedikit tertekan. Maka dari itu, ia sempat tertinggal poin di gim pertama.

READ  5 Shooter Terbaik NBA: Jala Berbunyi, Riuh Penonton Berisi

Dua kali melawan orang yang sama, Ginting bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk membaca pola strategi permainan lawan. “Puji Tuhan saya bisa menang. Jujur saya gugup di gim pertama yang tertinggal. Di gim kedua dan ketiga saya bisa bermain baik dan memenangi pertandingan,” ucap Ginting setelah laga dikutip dari CNN Indonesia.

Permainan kedua Indonesia diwakili oleh ganda putra Fajar/Rian yang diturunkan sebagai ganda pertama Indonesia di final Thomas Cup. Kepercayaan dari timnya membuat ganda putra ini berhasil menambah keunggulan poin milik Indonesia. Mulai dari awal pertandingan, pasangan peringkat 7 dunia ini mengandalkan ketenangan untuk mencapai poin yang lebih tinggi. 

Kesempatan baik juga seakan mengikuti ganda putra ini. Karena, pasangan lawan dari China bukan merupakan pasangan asli yang sering terkecoh menghadapi serangan dari Fajar/Rian. Dengan kemenangan ini, mereka tidak ingin terus menerus menjadi pasangan pelapis. “Alhamdulillah bisa menyumbang kemenangan kepada Indonesia. Kami bisa bermain tanpa cedera. Kami tidak menyangka bisa diturunkan di partai final Piala Thomas dan sebagai ganda putra pertama,” ucap Fajar seusai pertandingan di rilis PBSI.

Setelah dua kemenangan yang berturut, giliran Jonatan Christie yang memikul peran berat sebagai penentu kemenangan Indonesia. Suasana bergerak menjadi sangat tegang. Indonesia bagai diingatkan lagi dengan semua kritikan yang diberikan pada Jojo selama hampir tiga tahun. Performa Jojo yang sempat terjun bebas sejak Asian Games 2018 dan gelar bergengsi lainnya. Bahkan ia pernah dicibiri oleh netizen untuk keluar dari Pelatnas.

Namun, bagai menjawab semua kritikan itu, Jojo mampu comeback stronger dengan kemenangannya di Piala Thomas 2020. Dikenal dengan stamina kuda, mental baja, dan ketenangan yang luar biasa, mampu menjadi kunci bagi Jojo untuk melesat maju menuju kemenangan. Dikutip dari CNN Indonesia, Jojo mengungkapkan betapa berartinya gelar Piala Thomas 2020 ini bagi dirinya. “Ini pencapaian terbesar dalam karir saya.”

READ  Olimpiade Tokyo 2020: Greysia/Apriyani Melaju Jadi Juara Grup A

Selebrasi Tanpa Bendera Merah Putih

Sumber: Twitter/BadmintonTalk. Tim Indonesia Saat Penyerahan Trofi Thomas Cup.

Sayangnya, sorak sorai kebahagiaan Indonesia tak lengkap dengan kehadiran Bendera Merah Putih yang tak bisa berkibar di selebrasi akhir. Larangan dari Badan Anti Doping Dunia (WADA) terkait tidak kooperatifnya Indonesia di uji tes doping berdampak pada kompetisi olahraga Indonesia. Maka dari itu, penyerahan piala seusai laga final melawan China tak bisa didampingi kibaran bendera merah putih. 

Bendera PBSI menjadi ganti simbolis Indonesia dalam selebrasi semalam. Karena ini, tim bulu tangkis Indonesia tidak bisa memberi gestur hormat kepada bendera, dan memilih untuk menangkupkan tangan di dada sebagai simbol penghormatan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait