Mengenal GPS Vest, Bra Canggih Milik Pesepakbola

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: 3 minutes

Sumber: AFP/The Sun. Artem Dovbyk, Penyerang Klub Liga Ukraina.

Umpanbalik.idMirip dengan sport bra perempuan, penggunaan GPS Sport Vest ternyata memiliki teknologi canggih di dalamnya. Para pemain sepakbola memakai rompi ini untuk mengatur performanya selama berada di berada di atas lapangan. Poin penting dari rompi ini terletak pada bagian belakang, yang mana terdapat perangkat bernama pod yang dapat mendeteksi pergerakan pemakainya.

Dilansir dari Bola.com, GPS Sport Vest adalah sebuah inovasi teknologi hasil kerjasama antara Australian Institute of Sport (AIS) dengan Cooperative Research Centres (ROC) untuk memaksimalkan performa milik atlet Australia. Karena pencipta dari GPS Sport Vest ini adalah Catapult, sebuah brand asal Melbourne yang mengembangkan inovasi teknologi untuk meningkatkan performa olahraga. GPS Vest ini pertama kali dirilis pada tahun 2006.

Biasanya GPS Vest ini akan digunakan di dalam pakaian para pemain atau bahkan bisa di luar pakaian. Yang perlu dipastikan adalah alat ini harus menempel secara lekat dengan tubuh agar dapat membaca detak jantung pemain. Alat ini nantinya akan mengumpulkan data seputar jarak tempuh, kecepatan lari, jumlah total sprint, dan lain-lain yang mana semua data akan di transfer ke aplikasi atau smartphone. 

Alat ini awalnya hanya sekadar digunakan ketika sedang sesi latihan dan have fun saja. Para pelatih bisa memilih pemain yang akan diukur nilai performanya untuk dijadikan bahan membuat strategi. Startingeleven menulis penggunaan GPS Sport Vest sempat dilarang oleh Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) karena diklaim dapat mengganggu kenyamanan para pemain. Seiring berjalannya waktu, akhirnya IFAB menyetujui penggunaan GPS Sport Vest karena dianggap efektif, dengan catatan harus disetujui oleh penyelenggara kompetisi setempat.

READ  Persik Kediri Butuh Amunisi Pemain Baru

Timnas U-19 Indonesia pun telah menggunakan rompi GPS Catapult untuk mengukur para pemainnya pada tahun 2019 lalu. Beberapa timnas di Asia Tenggara yang juga telah menggunakan ini adalah Timnas Vietnam yang dilatih oleh Park Hong Seo juga mengandalkan GPS Vest dalam sesi latihan timnya.

Dilansir dari Skor.id, klub Leicester City dari Inggris juga telah secara resmi menggandeng perusahaan Catapult untuk memakai teknologi sistem tracking mereka yang bernama Movement Profile. Dipasangnya alat ini untuk mengetahui pergerakan pemain yang bertujuan untuk meminimalisir resiko atau potensi cedera otot para pemainnya.

Movement Profile yang digunakan oleh Leicester City ini telah menghasilkan 25 juta data individu pemain setiap sesi latihan. Hasil dari data ini kemudian akan dianalisis oleh staf ilmuwan olahraga dan staf medis milik Leicester City. Tentunya dengan adanya alat yang canggih ini, sebuah tim dapat memaksimalkan penyusunan strategi agar memperoleh kemenangan.

Selain itu, tim Liga Premier seperti Tottenham Hotspur dan Chelsea juga menggunakan rompi ini dan mengaku sangat terbantu. Sampai pada tahun 2018, GPS Vest milik Catapult ini digunakan oleh 100 tim sepakbola dunia, 19 tim American Football, 18 tim basket Golden State Warriors, dan juga tim olimpik dari 25 negara. 

“Rompi ini sangat akurat, jadi rompi ini bisa membuat kami mengetahui beban latihan yang dirasakan setiap pemain. Kami akan tahu ketika mereka perlu lebih banyak olahraga di lapangan atau mungkin malah menguranginya sebelum pertandingan,” ucap Josh Hornby, seorang ilmuwan olahraga dari Charlton Athletic, dikutip dari Startingeleven.

Mengurangi Resiko Cedera dan Sering Digunakan di Pertandingan

Karena menempel dengan tubuh, dan dapat membaca ritme detak jantung, tentunya GPS Vest ini dapat memberitahu kapasitas tubuh pemain. Misalnya, ketika bermain selama 15 menit, apakah kondisi jantung pemain baik-baik saja atau ada yang aneh. Tingkat keseriusan cedera juga bisa dikurangi karena ada catatannya tersendiri.

READ  Ketika Isu Rasisme dan Bullying Terus Menerus Dilakukan Korea Selatan dalam Ajang Olimpiade

Saat ini penggunaan GPS Vest telah lazim digunakan oleh banyak klub. Klub-klub di Liga Inggris telah mengizinkan penggunaan data GPS Vest di pertandingannya. Liverpool dan Manchester United lah yang pertama kali menggunakan GPS Vest saat bertanding di tahun 2020. Penggunaan GPS Vest tentunya sangat efektif bagi para pelatih untuk menentukan keputusan tentang para pemainnya. Misalnya, dalam sesi latihan tersisa waktu 25 menit, pelatih dapat mengukur apakah performanya ini harus dipertahankan atau bisa diperbaiki lagi.

Selain itu, harga dari GPS Vest ini tak lebih mahal daripada harga sepatu bola. Dibandrol harga Rp2,1 juta, maka sudah mendapatkan satu paket GPS Sport Vest yang terdiri dari bra sport dan alat pendeteksinya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait