Uber Cup 2020: Pantang Menyerah Walau Tim Indonesia Hanya diposisi Runner Up Grup

Dipublikasikan oleh Defrico Saputra
Reading Time: 2 minutes

Sumber: Kastara.id. Senyum semangat dari Putri Syaikah dan Nita Violina.

Umpanbalik.idBerita hangat seputar dunia olahraga saat ini sedang ramai memperbincangkan tentang kabar kekalahan Indonesia berturut-turut dalam kejuaraan Piala Uber 2020. Dewi fortuna mungkin sedang tidak bekerja bersama mereka pada kesempatan kali ini. 

Pasangan ganda putri Nita Violina Marwah/Putri Syaikah juga ikut dinilai kurang beruntung dalam usaha menyumbangkan kemenangan dalam ajang pertandingan Badminton Kejuaraan Piala Uber 2020. Nilai poin 9-21, 10-21 berhasil membawa kemenangan bagi sang lawan, yaitu pemain asal Jepang Yuki Fukushima/Arisa Higashino. 

Kekalahan yang didapat oleh pasangan Indonesia ini juga secara tidak langsung menghentikan langkah perjuangan untuk mendapat predikat sebagai sang juara. Sebaliknya untuk Jepang, kemenangan yang mereka peroleh menjadikan mereka sebagai pemenang. Dan berhasil merebut kedudukan peringkat teratas Grup A setelah berhasil menang 3-0 melawan pasangan Indonesia pada partai sebelumnya. Namun meskipun begitu para pendukung tim Indonesia tetap harus berbangga diri, bahwa pasalnya mereka berhasil membawa nama harum negara Indonesia sebagai Runner-Up Grup A.

Mengingat pertandingan sebelumnya, kedua tim berhasil mengalahkan tim lawan yang sama yaitu Tim Jerman dan Prancis, yang berhasil membuat keduanya sama-sama bersaing dalam partai empat hingga kedudukan pemenang diraih oleh tim Jepang. 

Tak dapat dipungkiri, para pemain Jepang saat ini benar-benar bertarung dengan semangat yang berkobar. Hal ini juga sebelumnya juga telah diakui oleh Putri KW bahwa lawannya yaitu Sayaka memang memiliki power yang cukup kuat untuk mengalahkannya pada pertandingan partai sebelumnya. Mengingat memiliki usia yang cukup jauh yaitu 10 tahun dan pengalaman bersaing dalam skala internasional tak tanggung-tanggung berhasil membantai Putri KW yang berperan sebagai lawan. 

READ  Greysia Polii: Olimpiade Terakhir Sebelum Pensiun

Skor poin yang cukup jauh serta dapat menerima kekalahan, dijadikan sebagai pengalaman berharga bagi pasangan muda ini. Bersaing langsung dengan pemain terbaik kelima dunia patut menjadi salah satu pencapaian yang sangat luar biasa.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait