Alasan Kenapa Divers Harus Menyiram Badannya Sebelum Menyelam Lagi

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.id – Badan mereka sudah basah, tapi kenapa harus menyiram badannya lagi setelah keluar dari kolam dan akan bertanding lagi?

Pertanyaan itu sempat menjadi trending topic di Google setelah kompetisi menyelam di Olimpiade Tokyo 2020 lalu. Jika masih bingung, kamu bisa menonton gambaran divers tersebut di video di Olimpiade Rio ini terlebih dahulu. Di menit 03:56, Jennifer Abel membasuh badannya tepat setelah ia selesai melakukan putaran pertama di kolam.

Ini adalah salah satu ritual tidak biasa yang dilakukan para atlet utamanya di sebuah olimpiade. Setelah divers keluar dari kolam, bukannya mengeringkan badan, mereka malah langsung otomatis beranjak ke sisi kolam. Mengambil handuk tipis kecil dan segera berdiri dibawah pancuran air. Ketika kran air dinyalakan, para atlet divers akan bertahan sejenak di tempat itu.

Ternyata alasannya adalah untuk keselamatan otot. Wesh.com mewawancarai Jacob Brehmer, seorang pelatih penyelam di Universitas Indiana untuk mendapatkan jawaban lebih tentang rutinitas itu. “Para penyelam biasanya memiliki beberapa waktu sebelum menyelam lagi. Dan diantara waktu itu, mereka ‘menyelamatkan’ diri mereka dengan cara menghangatkan otot mereka kembali,” jelas Jacob Brehmer.

Menurut peraturan dari FINA (Federasi Renang Internasional), suhu yang ideal harus ditetapkan dalam sebuah kompetisi olahraga air. Tepatnya di saat Olimpiade Tokyo kemarin, indoor diving pools di Tokyo Aquatics Centre harus memiliki temperatur 26 derajat celcius atau 78,8 derajat fahrenheit. Hal itu juga tentunya disesuaikan dengan berbagai macam kondisi yang ada di sana. 

Kondisi air di kolam tentunya terasa lebih dingin, jadi seorang divers bisa membilas badannya dengan air yang lebih hangat untuk menghangatkan otot di jeda pertandingan. Diving adalah olahraga yang sangat cepat, jika seorang divers kedinginan dan terasa tegang, tentunya hal tersebut dapat mempengaruhi performa mereka. Air yang lebih panas dapat menghindari kram di tubuh mereka. Biasanya setelah membasuh badan, divers juga akan beristirahat di arena kolam renang sambil menunggu giliran kembali.

READ  Artistic Swimming, Harta Karun Keindahan Olahraga Akuatik

Kram sebenarnya adalah sesuatu yang lumrah terjadi ketika sedang berenang. Sebuah jurnal yang ditulis mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, meneliti tentang efektivitas terapi air hangat, dingin, dan kontras terhadap rasa nyeri. Dari penelitian itu disebutkan terapi air hangat yang paling efektif untuk menurunkan rasa nyeri dan mampu menurunkan kelelahan. 

Hal ini juga senada dengan yang ditulis Sport Bible, bahwa air hangat sangat berfungsi untuk mengurangi risiko tarikan atau ketegangan. Kondisi otot yang tidak prima di suatu kondisi jelas akan memiliki konsekuensi yang menghancurkan bagi para penyelam di Olimpiade.

Penggunaan Handuk Tipis

 Sumber: Primetimezone. Seorang Atlet Selam Memeluk Erat Kakinya Ketika Berputar di atas Sebelum Masuk Kolam.

Selain membasuh badan dengan air, biasanya sebuah handuk tipis dan lembut juga dibawa oleh seorang divers. Dilansir dari Edition CNN, sebuah handuk kecil itu bernama chamois (dibaca: shammy) yang sering digunakan di mayoritas kompetisi. Handuk tersebut sangat mudah dibawa dan mudah menyerap air, yang mana dapat dengan cepat mengeringkan dan menghangatkan kembali tubuh atlet divers. 

Kondisi tubuh yang kering akan membuat atlet lebih aman dan prima. “Ketika atlet selam berputar di udara sebelum lompat, mereka harus sangat erat memeluk kaki. Jika tubuh mereka basah, maka akan licin dan dapat menyebabkan tangan mereka terlepas ketika memeluk kaki. Ini dapat menyebabkan cedera dan akan mendapatkan poin paling rendah,” ucap Brehmer, seorang pelatih selam dikutip dari Edition CNN. 

Alasan lain para atlet penyelam harus memeluk erat kaki mereka adalah ketika melakukan akrobat dengan kecepatan yang tinggi, otot mereka harus benar-benar dalam kondisi mereka. Setiap gangguan pada otot dapat mengurangi peluang kesuksesan. 

READ  Cedera Saat Berolahraga? Atasi dengan 7 Tips Sigap dan Tepat!

Masalah Klorin

Ketika membasuh badan dengan air, penyelam juga sekaligus membersihkan klorin yang menempel di kulit dan rambut mereka. Konsentrasi klorin yang tinggi di air dapat menyebabkan iritasi mata, membuat kulit dan rambut menjadi dehidrasi. Klorin yang tinggi juga dapat menyebabkan kulit para penyelam lebih lengket dan kurang lentur. Tubuh seorang penyelam harus lentur sehingga tidak terjadi gesekan tubuh yang terlalu banyak ketika mereka melompat, berputar, dan memasuki air. 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait