Kenapa Bulutangkis Jadi Popularitas Indonesia di Mata Dunia?

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.id“Seperti ditimpuk jutaan hadiah, mendadak jadi miliarder, atau enak yah jadi atlet bulutangkis…” Mungkin kata-kata ini yang keluar dari benak kita saat melihat berbagai kabar yang beredar dari Greysia Polii dan Apriani Rahayu beberapa saat lalu.  Jelas saja, ganda putri ini berhasil mengharumkan nama Indonesia di perhelatan raksasa dunia, Olimpiade Tokyo 2020. 

Sebelum-sebelumnya juga banyak deretan atlet yang berhasil membawa Bendera Indonesia berkibar tinggi di negara asing. Tapi, kenapa kebanyakan dari cabang olahraga bulutangkis ya? Apa kabar sepak bola Indonesia? Kenapa nggak cabor lain yang banyak menimbun prestasi? Ya.. nggak bisa asal mikir gitu aja si, perjuangan pasti telah banyak dilakukan oleh atlet-atlet Indonesia. Poin pasti di sini adalah bagaimana bisa bulutangkis disematkan sebagai popularitas Indonesia di mata dunia?

Selain Bulutangkis Indonesia jadi macan kedua setelah China, cabor ini juga dijuluki sebagai identitas sosial bangsa Indonesia. Ya gitu, karena bulutangkis Indonesia dikenal memiliki bibit unggul atlet-atlet berprestasi sejak zaman baheula. Mulai dari pelatih-pelatih bergengsi, yang sering ditawari melatih negara lain, sampai bibit-bibit unggul atletnya yang memang sengaja dibentuk sejak belia. 

Makanya waktu kecil banyak orang tua yang justru menawarkan anaknya menjadi seorang atlet badminton, pun semakin didukung dengan tempat pelatihan khusus bagi cabor bahkan munculah Djarum Plus, yang menggembar-gemborkan beasiswa menarik bagi calon atlet badminton. Siapa yang nggak tertarik coba?

Fasilitas yang mudah didapat dan popularitas cabor bulu tangkis di mata warga Indonesia tinggi, plus warga Indonesia yang terbiasa dengan permainan bulutangkis, inilah yang membuat kenapa bulu tangkis atau badminton jadi cabor menarik yang dinilai sebagai identitas bangsa Indonesia dari dulu. 

READ  Tiger Woods: 10 Tahun Kehancuran Karir Legenda Golf

Susi Susanti, Alan Budikusuma, Ardy B Wiranata, Hermawan Sutanto, Hendrawan, Mia Audina Tjiptawan, Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Maria Kristin, sampai Greysia Polli, Apriani Rahayu, Anthony S. Ginting dan masih banyak lainnya adalah artis papan atas bulutangkis yang dikenal sana-sini. Ketimbang ditanya atlet renang Indonesia, kamu pasti lebih mengenal atlet bulutangkis kan?  Entah memang media suka dengan algoritma trending dan menyajikan olahraga-olahraga populer saja. Eits kembali ke topik!

Bulutangkis menjadikan Indonesia menjadi negara papan atas pemilik atlet-atlet berprestasi dan di segani. Dari generasi ke generasi, tak pernah berhenti menyumbangkan prestasi dan tak jarang mencatat sejarah medali emas bagi Indonesia. Balasan dan fasilitas hadiah yang dikasih negara juga tak pernah cuma-cuma. Mulai dari kelengkapan financial, rumah, dan akomodasi kehidupan para atlet bulutangkis sangat diperhatikan.

Mau atlet bulutangkis, kontingennya, para pelatih yang disegani oleh mata dunia, ternyata bulutangkis juga menjadi bagian dari identitas nasional Indonesia dalam menjaga hubungan diplomasi persahabatan antara negara. 

Seperti yang dilansir dari Mediaindonesia, kepopuleran bulu tangkis Indonesia berhasil mendongkrak diplomasi Indonesia. Salah satunya dengan negara Vietnam, yang kini cabor bulu tangkisnya mengalami peningkatan kualitas semenjak bergulirnya pertandingan besar kelas dunia. Untuk menandai diplomasi negara bersahabat, Indonesia diberi keleluasaan untuk menyumbangkan miniatur Borobudur yang dipesan dari Jawa Tengah, untuk dipajang di negara Vietnam.

Popularitas bulu tangkis Indonesia itu, menjadi gambaran bahwa sejak zaman Hindia Belanda, masyarakat Indonesia telah akrab dengan permainan tepok bulu. Sejak tahun 1930-an rakyat Indonesia telah memainkan olahraga ini sebagai hiburan semata dan kian lama berlanjut sebagai olahraga yang dikompetisikan. 

Kehadiran bulu tangkis di Indonesia, ternyata tak lepas dari campur tangan rakyat Indonesia yang berada di Semenanjung Malaya dan Singapura atau Rakyat Sumatra yang memiliki hubungan sosial dengan komunitas China di sana. Hubungan inilah yang menunjukan bukti sejarah adanya pertandingan kompetisi yang bisa diaplikasikan di olahraga bulu tangkis.

READ  OPINI: Yakin Main Basket Bisa Menambah Tinggi Badan?

Meluas dengan pesat, kian mencuat dan bermunculan klub-klub bulu tangkis bergengsi seperti BBB atau Bataviasche Badminton Bond dan juga BBL maupun BBU. Dominasi anggota dikelilingi warga etnis China namun makin kesini orang pribumi ternyata tertarik dan memiliki bakat di dalamnya. 

Sejarah lahirnya PBSI ternyata juga diwarnai dengan perdebatan sengketa klub antara kelompok PORI (Persatuan Bulu Tangkis Pribumi) dengan kelompok Tionghoa. Tetapi untungnya, jalan tengah ditemukan dan kini terbentuklah PBSI pada tanggal 5 Mei 1951.

Rasa nasionalisme rakyat Indonesia terhadap pertandingan bulu tangkis kian mendalam saat atlet Indonesia berhasil menanjak masa keemasan kejuaraan bulu tangkis di kancah internasional. Tercatat mulai dari tahun 1950-an dengan nama-nama populer seperti Eddy Jusuf, Tan Joe Hok, Ferry Sonneville dan kawan-kawan. Saat itu fasilitas yang mewadahi mereka belum sesempurna sekarang, tetapi kemenangan yang dibawa oleh mereka disambut meriah seantero jagat Indonesia. 

Jadi kalau dipikir-pikir lagi, kenapa bulu tangkis menjadi olahraga yang membawa Indonesia populer dimata dunia. Ya, karena bulu tangkis Indonesia memiliki sejarah panjang dengan hadirnya manusia-manusia si pemilik bakat yang lahir dari ikatan kedekatan masyarakat dengan olahraga bulutangkis. Ibaratnya bulu tangkis di Indonesia, sama seperti panahan di Korea Selatan. Punya sejarah yang menjadikannya sebagai olahraga identitas nasional bangsa.

Meskipun bulu tangkis paling memiliki ikatan emosional dengan rasa nasionalisme bangsa Indonesia, kita juga tak boleh lupa dengan perjuangan atlet angkat besi, atlet sepak bola, dan atlet-atlet lainnya yang juga tak kalah bersinergi dalam mengharumkan nama Indonesia.

Jadi gimana, kamu tertarik jadi atlet bulu tangkis nggak?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait