Kata Netizen, PON XX Papua 2021 Malah Jadi Sebuah Dagelan

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.idKekonyolan datang bertubi-tubi di pesta olahraga yang di klaim terbesar dan termegah di Indonesia. Bukan kekonyolan lucu yang mampu menghibur masyarakatnya. Alih-alih dari itu, PON XX Papua malah mampu membuat masyarakat gemas karena selalu dibuat menggerutu kesal. Dibuka pada tanggal 2 Oktober lalu, semakin kesini acara malah diselimuti dengan banyak kejanggalan. Mari kita ulas satu-satu peristiwa yang terjadi sampai saat ini (untuk sementara).

1. Atlet Lompat Jauh PON XX Papua yang Dipaksa Menyingkir Karena Pejabat

Sumber: Adrian Fajriansyah/Kompas.id. Nova Aprilia, salah satu atlet lompat jauh yang memperbaiki garis start-nya setelah kedatangan pejabat.

Destiana Adinda, atlet Jawa Barat dari cabang lompat jauh terpaksa harus menyingkir dari garis start-nya karena ada seremonial pejabat dadakan. Saat itu, Destina sudah siap melakukan lompatan kedua dalam finalnya. Namun, kedatangan pejabat yang tiba-tiba membuat laganya terganggu.

Pejabat yang datang adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan. Rombongan pejabat ini melakukan seremoni penyerahan medali dengan tari-tarian, dan juga melakukan perbincangan. 

Acara yang bertele-tele itu justru sangat merugikan dan mengganggu performa para atlet. Sayangnya, lomba harus tertunda lagi karena cuaca panas yang tiba-tiba berubah jadi hujan yang deras.

“Penundaan sesaat itu sangat merugikan karena tubuh saya sudah panas tiba-tiba harus berhenti dan jadi dingin lagi. Belum lagi cuaca tidak menentu, dari panas tiba-tiba hujan deras dan tiba-tiba panas lagi. Ini sangat mengganggu performa saya hari ini,” ucap Destiana yang akhirnya berada di peringkat keenam dari delapan peserta dengan lompatan terbaik 5,41 meter dari kesempatan kedua, dikutip dari Kompas.id.

READ  Sudirman Cup 2021: Pencetus Pertama, Indonesia Siap Meraih Piala Sudirman Kedua

Hal ini tentu merugikan atlet. Karena dalam sebuah pertandingan olahraga, atlet lah yang harus dijadikan objek utama dan paling penting.

2. Kontroversi Atlet Muaythai DKI Jakarta 

Sumber: CNN Indonesia. Pertandingan semifinal Muaythai Kalimantan Timur vs DKI Jakarta.

Setelah tiga kali jatuh atau KO melawan Kalimantan Timur di ronde pertama, Uchida Sudirman, seorang atlet asal DKI Jakarta malah sempat mendapatkan medali emas. Di sosial media, dirinya mengklaim bahwa walaupun di ronde pertama kalah, ia masih mampu mengejar di ronde selanjutnya.

Padahal, lewat video yang sudah tersebar di internet, kekalahannya sudah nyata karena ia sudah mutlak kalah. Sistem penilaian muaythai menggunakan 10 point must system. Singkatnya, jika sudah jatuh tiga kali di awal, maka kemenangan hampir mustahil dilakukan kecuali dengan cara KO atau TKO di ronde selanjutnya. Namun, Uchida Sudirman tidak mampu membuat lawannya jatuh tiga kali atau KO sampai di ronde berikutnya. Dengan itu, ia dipastikan kalah.

Janggalnya, setelah lawannya yang bernama Devan dinyatakan menang, pihak Uchida tidak terima. Ia malah mengajukan sidang lalu dinyatakan sebagai pemenang dan mendapat medali emas. Usut punya usut, ternyata ayah dari Uchida adalah ketua umum PB Muaythai Indonesia. Uchida menang karena orang dalam.

Dilansir dari CNN Indonesia, Pengurus Muaythai Kalimantan Timur tidak terima dengan hal tersebut dan mengajukan banding atas putusan dewan juri. Setelah itu, Devan kembali dinyatakan sebagai pemenang oleh Dewan Hakim Panitia Besar PON 2020. Namun permasalahan tidak berhenti sampai di sini. Uchida Sudirman tetap mendapat medali perunggu walau dirinya tidak melaksanakan tanding lagi.

3. Dugaan Sepak Bola Gajah di PON XX Papua

READ  Football’s Coming Home: Kembali Bergema Saat Inggris Berjaya

Sepak bola gajah adalah istilah permainan yang tidak sportif di dalam sebuah pertandingan. Tujuan dari sepak bola gajah adalah menghindari kemenangan agar tidak melawan tim yang lebih kuat.

Dalam PON XX Papua kali ini, ada tim dari Kalimantan Timur, Aceh, dan Sulawesi Utara yang saling bergantung. Ramai diperbincangkan di media sosial, banyak dugaan isu sepakbola gajah di antara pertandingan Aceh vs Kalimantan Timur. 

Sebelumnya, Sulawesi Utara mempunyai peluang yang besar untuk maju ke babak selanjutnya jika Kalimantan Timur menang. Namun keanehan dirasakan ketika Risky Romadon, pemain dari Kaltim seakan bertindak sengaja untuk melakukan gol bunuh diri ke gawangnya sendiri. Hal ini menyebabkan Aceh mendapat kemenangan, dan Sulawesi Utara tidak dapat maju ke babak selanjutnya.

“Memang tidak enak menggantungkan nasib pada pertandingan tim lain. Tapi, sejatinya kans kita besar, sebab Kaltim memiliki materi jauh lebih baik. Sayangnya permainan kurang sportif yang bikin kami jadi tersingkir,” ucap Jefry Talumepa dikutip dari Registaco, ketika mengungkapkan kekecewaannya. 

Karena itu, kasus ini masih dilakukan investigasi untuk menemukan kebenaran yang ada dibaliknya. Sekjen PSSI, Yunus Nusi menyerahkan investigasi ini ke Panitia Besar (PB) PON XX Papua karena masalah ini menjadi tanggung jawab panitia penyelenggara. Hal ini malah sekali lagi membuktikan, banyak permasalahan dan tidak berkembangnya geliat sepak bola di tanah air Indonesia.

Beberapa hal di atas hanya sebagian dari banyaknya kekurangan di pertandingan olahraga terbesar di negara ini. Diadakan empat tahun sekali bukan berarti evaluasinya juga diadakan empat tahun sekali. Perlu dilakukan banyak persiapan agar pertandingan ini dapat berjalan selayaknya dengan minimal kesalahan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait