Pesepak Bola Butuh Mental Health yang Sehat Juga?

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.id – Dunia sepak bola memang sebagai pelipur lara, olahraga yang berlegalisasi kompetitif pada kemenangan ini, membuat para manusia yang berkecimpung di dalamnya harus berbekal fisik yang baik. Terutama tentang masalah kesehatan dalam diri para pemain.

Kesiapan mental pemain tentunya jadi hal utama yang harus diperhatikan oleh klub-klub. Mengontrol perasaan dan pikiran menjelang laga pertandingan bukanlah hal yang mudah. Sebab, terkadang para pemain maupun sang pelatih terlalu berfokus pada bagaimana mereka menghasilkan permainan yang baik lewat teknik dan strategi yang dibangun. Sehingga, tak jarang harus mengabaikan hal krusial seperti kesiapan mental para pemain.

Mental yang tak stabil ditambah dengan tekanan yang dirasakan sebelum pertandingan, bukan tak mungkin akan membuat para pemain ini merasa stress dan depresi.  Untungnya kini, beberapa federasi sepak bola maupun klub-klub mulai memperhatikan dan mendukung kesehatan mental yang baik bagi pesepakbola. Contohnya saja Piala FA yang tahun 2020 kemarin mengubah nama menjadi Head Up FA Cup. Hal ini dilakukan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) semata-mata untuk mempromosikan kampanye mengenai kesehatan mental.

Pangeran William selaku Presiden FA bersama maskapai Emirates yang menjadi sponsor utama Piala FA dari tahun 2015, sepakat menyetujui Final Piala FA sebagai wadah mempromosikan kesehatan mental. “Kami ingin menggunakan Final Piala FA sebagai momen untuk mempromosikan kesehatan mental yang positif dan baik bagi semua orang,” ungkap Pangeran William dikutip dari TheFA.com. Pihak FA menambahkan bahwa waktu laga pertandingan ini pas dijadikan kampanye kesehatan mental, terlebih lagi mengingat keadaan pandemi. Melalui sepakbola, FA berharap kampanye ini bisa disukseskan tidak hanya pesepakbola tetapi juga masyarakat.

READ  N’Golo Kante: Bak Casper Si Baik Hati

Mengintip dari hasil riset yang dilakukan FIFPro (Asosiasi Pesepakbola Profesional) tahun 2015, penelitian ini dilakukan kepada 540 pemain sepak bola profesional di lima negara. Mereka mendapati fakta mengejutkan bahwa, 43 persen pemain di Norwegia menunjukan gejala kecemasan dan depresi. 33 persen pemain di Spanyol mengalami gejala gangguan tidur. 

Ditambah dengan pemain Finlandia, Prancis, dan Swedia yang mengungkapkan bahwa gejala mental mereka dilatarbelakangi dari kehidupan dan ketidakpuasan karir yang dikaitkan dengan kesulitan, kecemasan, depresi, konsumsi alkohol, dan pola makan yang buruk. Semua ini menyebabkan pesepakbola mengalami gangguan mental yang tak stabil. “Gejala yang berhubungan dengan depresi dan kecemasan sangat umum di kalangan pemain sepak bola profesional,” ucap Vincent Goutte Barge, Direktur Medis FIFPro dilansir dari startingeleven.id.

Tingkat kompetitif dalam laga pertandingan sepakbola kemungkinan jadi hal utama yang membuat pesepakbola kerap kali merasakan kecemasan dan depresi berlebihan. Di sinilah federasi sepak bola dituntut membuat kebijakan dengan memfasilitasi klub melalui hadirnya psikiater atau psikolog kompeten yang mendampingi para pemain. Terlebih bagi manajer dan para pelatih yang tiap hari memantau kondisi para pemain, klub harus memperhatikan kesehatan pemain baik secara fisik maupun psikis. 

Tak sampai disitu, suporter dan media menjadi pihak eksternal yang mungkin saja terlibat dengan kasus gangguan mental para pesepakbola. Maklum saja, suporter yang berekspektasi tinggi pada pemain dan media yang tak jarang memberitakan isu panas tentang pemain menjadi salah satu faktor kemungkinan pesepakbola mengalami gangguan mental.

Sumber: GettyImage, Penghormatan lilin untuk Robert Enke dari para fans.

Robert Enke adalah figur pesepakbola yang sepatutnya jadi kesadaran bagi klub untuk lebih memperhatikan pemainnya. Penjaga gawang klub Hannover 96 dan juga sebagai kiper timnas Jerman mengakhiri hidupnya di tahun 2009 secara tragis. Ia sengaja menabrakan diri ke kereta api. Sebab, mengalami depresi akibat kematian putrinya dua tahun sebelumnya. Sayangnya, saat itu karir Enke sedang naik daun pada performanya di Hannover 96. Namun, depresi yang dialaminya dengan sekejap mata menewaskan Robert Enke.

READ  Pro Kontra Standar Anthem Lagu yang Cocok untuk Sebuah Pertandingan

Enke adalah satu dari cukup banyak nama yang memiliki permasalahan mengenai mental, siapa sangka para pemain sepak bola yang terlihat menikmati permainan dalam lapangan hijau ini justru adalah mereka yang tak bisa mengungkapkan isi hati dan pikirannya. Catatan kepergian Enke ini menjadi salah satu catatan menyedihkan dalam dunia sepak bola.

Pemain seperti Agostino di Bartolomei, Paul Gascoigne, Gary Speed, Sebastian Deisler, Gianluigi Buffon, Danny Rose, Andres Iniesta, Emmanuel Eboue dan masih banyak lagi. Mereka adalah para pemain yang berjuang dengan masalah mental health yang tak jauh berbeda. Beberapa diantaranya terlanjur mengambil keputusan untuk mengakhiri hidup, beberapa di antaranya masih berkutat dengan gangguan mental sampai saat ini. Hal ini tentu menambah rentetan kelam dan kisah kesedihan bagi dunia olahraga sepak bola.

Sobat Sport mari dukung kesehatan mental bagi idola-idola kita, dan jangan lupa untuk memperhatikan diri sendiri secara fisik maupun psikis. Salam Olahraga!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait