Mengenal Teknik Penalti Unik, Ala Jorginho yang Cerdik

Dipublikasikan oleh Muhammad Khoiruzzein
Reading Time: 4 minutes

Sumber: Gettyimages. Momen saat Jorginho melakukan teknik hop skip.

Umpanbalik.id – Membahas mengenai sepakbola memang seakan tak ada habisnya. Mulai taktik, tendangan, hingga penalti pun punya keunikannya. Seperti halnya teknik penalti hop skip ini yang dipopulerkan oleh pemain Italia. Tak seperti paradinha yang sudah dilarang oleh FIFA, penalti ini sama-sama mengecoh tetapi tetap mematuhi regulasi yang ada.

Mari sejenak mengingat drama adu penalti di gelaran Euro 2020 lalu. Semifinal yang mempertemukan Italia melawan Spanyol harus dilanjutkan ke babak drama adu penalti setelah terus bermain imbang hingga peluit extra time dibunyikan. Bukan hasilnya yang ingin dibahas, tetapi momen unik salah satu algojo penalti pemain Italia yang layak untuk kembali diingat. Ya, penalti dingin ala Jorginho sempat menjadi sorotan di jagat maya. Pemain 29 tahun tersebut memiliki tendangan unik dengan melakukan lompatan sebelum memasukan bola menjebol gawang kiper yang kebingungan.

Apa Itu Teknik Penalti Hop Skip

Jika dilihat sekilas, teknik penalti ini memiliki kemiripan dengan teknik berhenti sejenak yang biasa dikenal dengan teknik paradinha. Keduanya sama-sama lahir dari ide bagaimana cara untuk memperdayai kiper sebelum bola ditendang. Bedanya, jika paradinha mengecoh dengan pura-pura menendang, teknik hop skip dilakukan dengan melakukan lompatan kecil. Satu lompatan kecil inilah kunci keberhasilan tendangan ini dilakukan. Disaat sepersekian detik melakukan lompatan itu, algojo penalti melihat gerakan kiper akan lompat ke kiri atau kanan.

Kembali dipopulerkan oleh Jorginho dan Bruno Fernandes. Teknik ini ternyata pernah populer juga di era 80-an. Tetapi, kala itu namanya teknik non-taking foot. Dilansir dari The Athletic, Matt Le Tissier gelandang Southampton yang memakai teknik ini menjelaskan secara detail cara melakukan trik tersebut.

READ  Cerita Sepatu Converse All-Star: Terlahir Sebagai Passion, Bukan Fashion

“Caranya adalah dengan melihat kemana pergerakan penjaga gawang akan melompat dan algojo penalti sebisa mungkin menggunakan kaki kanan,” ujar Matt Le Tissier dikutip dari The Athletic.

Ternyata hal itu benar adanya, baik Jorginho maupun Bruno Fernandes adalah pemain dengan kaki dominan kanan saat bermain sepak bola. Sama halnya dengan legenda Southampton, Matt Le Tissier yang juga menggunakan kaki kanannya saat masih aktif bermain.

Cara eksekusi ini nampak sederhana. Pertama, algojo melakukan ancang-ancang untuk melakukan tendangan, ketika mendekati bola dengan cepat mengubah ritme ayunan kaki disusul dengan lompatan kecil dan diakhiri dengan tendangan menyusur tanah. Tetapi jika dianalisis lebih lanjut, ada banyak gerakan yang sebenarnya harus dilakukan agar teknik penalti ini berhasil. Selain ritme kaki yang harus diubah saat lompatan, faktor gestur tubuh juga berperan sangat penting.

Contohnya saat eksekusi penalti oleh Jorginho ini. Ia mencondongkan tubuhnya ke arah depan ketika melakukan skip bertujuan untuk membuat tendangan menjadi lebih bertenaga. Selain itu, tangan kiri algojo akan sedikit terangkat yang berguna sebagai alat keseimbangan saat melakukan tendangan pasca lompatan.

Kelebihan dan Kekurangan Teknik Penalti Hop Skip

Dilansir dari akurat.co, teknik penalti ini memberikan keuntungan bagi para penyepaknya. Seperti yang kita tau, kunci utama dalam melakukan teknik ini yaitu pada saat lompatan. Walaupun lompatan yang dilakukan hanya memberikan jeda setengah detik saja, tetapi banyak sekali keuntungan yang diperoleh. Seperti:

  • Lompatan kecil memberi waktu tambahan algojo penalti untuk berfikir arah bola akan ditendang,

  • Saat melompat, algojo penalti juga bisa melihat arah lompatan penjaga gawang sebelum bola ditendang,

  • Arah tendangan penalti menyesuaikan ke arah berlawanan penjaga gawang melompat,

  • Dan lompatan kecil tersebut bisa mengecoh penjaga gawang.

READ  Persik Kediri Butuh Amunisi Pemain Baru

Tetapi dibalik itu semua, ada juga kelemahan dari teknik hop skip ini. Jika lompatan adalah kunci dari suksesnya tendangan ini, maka diam juga menjadi kunci andalan untuk penjaga gawang tidak terkecoh. Lompatan dalam teknik hop skip yang selayaknya digunakan untuk mengelabui penjaga gawang akan seketika lumpuh saat penjaga gawang tidak bereaksi. Algojo tentu akan bingung di waktu yang sudah tidak banyak kemudian dipaksa untuk mengarahkan tendangan ke gawang. Dan lompatan juga menjadi boomerang karena tendangan akan cenderung lemah dan tidak bertenaga.

Pro Kontra Teknik Penalti Hop Skip 

Pro dan kontra pun tidak terlepas dari teknik penalti ini. IFAB pun pernah mengeluarkan aturan tentang tipuan dalam penalti yang berbunyi, “Menipu saat berlari untuk melakukan tendangan penalti untuk membingungkan lawan diperbolehkan, tetapi berpura-pura menendang bola ketika pemain sudah selesai berlari akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap ayat 14 dan tindakan tidak sportif, dan pemain harus diberi peringatan.” 

Jika dilihat dari aturan diatas, jelas penalti hop skip lolos dari regulasi tersebut. Teknik hop skip tidak melakukan pura-pura menendang tetapi menggantinya dengan sebuah lompatan untuk mengecoh penjaga gawang. Tetapi Ian Wright, mantan penyerang Arsenal mempunyai pandangan lain.

Disadur dari talksport.com, Ian Wright merasa teknik ini hanya memberikan keuntungan terhadap algojo penalti saja. Yaitu dalam aturannya penendang penalti diperbolehkan melompat saat sebelum melakukan tendangan, tetapi penjaga gawang tidak bisa bergerak saat menghadapi penalti. Hal tersebut dianggap tidak adil dan hanya menguntungkan satu pihak saja.

READ  Liga Inggris Batasi Heading sebagai Jaminan Pemain Pasca Tanding
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait