Pinggiran Jalanan Amerika, Tempat Lahir Musik Hip-Hop dan Basket

Dipublikasikan oleh Defrico Saputra
Reading Time: 3 minutes

Source: mainbasket.com/Hip-hop dan basket adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan

Umpanbalik.id – Musik Hip-Hop  tumbuh besar di sepanjang pinggiran jalan Amerika lewat aksi pemberontakan ras kulit hitam terhadap eksistensi musik hip-hop yang dibawa oleh ras kulit putih. Lirik yang hadir dari sebuah proses atas tindakan rasialisme pada ras kulit hitam di era 70-an. Bentuk protes sekaligus suara hati untuk didengar pada saat itu. 

Di saat bersamaan, basket menjadi olahraga populer bagi masyarakat Amerika. Warga afro-Amerika juga menyukai basket pada waktu itu. Afro-Amerika adalah sebutan untuk ras kulit hitam di Amerika. Mereka selalu menghabiskan sore hari di pinggiran jalan Amerika dengan bermain basket. Bahkan sampai masuk ke ranah tertinggi kompetisi basket di Amerika Serikat.

Dari perselisihan yang terjadi, pebasket afro-Amerika menunjukan bahwa mereka juga sanggup bersaing dengan ras kulit putih. Tidak hanya gaya permainan, namun juga masalah fashion. Walter “Clyde” Frazier adalah sang pelopor basket New York Knicks yang melejit lewat permainan memukaunya dan gaya busananya yang nyentrik di luar lapangan. Puma Suede adalah sepatu populernya yang menginspirasi anak anak muda afro-Amerika bergaya tahun 1973. 

Sejarah musik Hip-Hop hadir dibawa Sugarhill Gang (grub hip-hop afro-amerika) yang eksis pada tahun 70-an. Lewat lagunya yang berjudul Rapper’s Delight dengan mencantumkan lirik “I got a colors TV so I can see the Knicks play basketball” membuat Hip-hop memiliki ikatan terhadap basket. Selang lima tahun, muncul sosok Kurtis Blow yang merilis lagu bertema basket. Tahun 1984, rapper dan b-boy Kurtis Blow menggebrak radio Amerika Serikat lewat lagu berjudul “Basketball”. Lagu ini menunjukkan impresi Blow yang sangat menyukai olahraga basket dari berbagai sisi. Ia menyebutkan pemain favoritnya yaitu Larry Bird, Willis Reed, Magic Johnson, Kareem Abdul-Jabbar, serta Wilt Chamberlain di lirik “Tell me if you were in the joint, the night Wilt scored 100 points”

READ  Sang Legend Sir Alex Ferguson dan Permen Karet Mahalnya

SLAM mengatakan, momentum melejitnya lagu “Basketball” bersamaan dengan NBA yang dinobatkan sebagai liga basket tertinggi Amerika Serikat. Hal ini didapat setelah bergabungnya ABA dan NBA dengan tujuan memajukan basket Negeri Paman Sam.

Muncullah Run DMC. Trio hip-hop yang menghubungkan ikatan genre musiknya dengan basket melalui gaya berbusana. Ia berpendapat bahwa “Ketika rapper nyaman dengan gaya glamornya, ia justru terpikat dengan busana athleisure.” Mereka juga mendekatkan basket dengan lagu yang berjudul “My Adidas” yang mana mengungkap fanatisme sepatu legendaris Shell Toe Superstar. 

Kultur Hip-Hop dan basket di era 80-90an adalah kultur yang saling berjalan selaras. Tidak hanya musik, tapi juga meleburkan busana, tarian, hingga adu gengsi. Ketika Hip-Hop sedang gencar-gencarnya mencari estetika the Swaggiest, basket juga mencari kemenangan di setiap pertandingan gengsinya. 

Dalam Jurnal tentang Kultur Hip-Hop Universitas Kristen Satya Wacana, Hip-Hop fashion identik dengan cara berpakaian kaum afro-Amerika, caribbean-Amerika dan para pemuda- pemuda Amerika latin “The 5 borough” (nama daerah di New York tempat komunitas Amerika latin tinggal). Nanti pada perkembangannya setelah dari New York akan merambah ke kota-kota dengan komunitas kaum minoritas terdekat seperti Los Angeles, Chicago, Philadelphia, East Bay (San Francisco Bay Area), Detroit, dan The Dirty South. 

Setiap kota menyumbangkan bermacam kontribusi element dan style yang berbeda-beda pada perkembangan Hip-Hop lifestyle di dunia pada saat ini. Hip-Hop fashion melambangkan sebuah ekspresi akan arti kebebasan di dalam dunia Hip-Hop itu sendiri.

Tren berlanjut hingga MC Brains dan House of Pain menggunakan seragam Larry Bird di video klip lagu masing-masing. Gaya berbusana itu seakan membudaya dan melejit era 1990-an. Hal ini semakin meneguhkan bahwa Hip-Hop dan basket tidak bisa dilepaskan. Memasuki era modern, seragam basket sudah jadi pilihan bagi rapper yang ingin tampil maksimal. Gaya berbusana itu semakin terasa setelah banyak rapper afro-Amerika menggunakannya seperti Nelly, Ludacris, Missy Elliot, Jay-Z, hingga Snoop Dogg. 

READ  BAD SPORT: Dokumenter Netflix, Mengungkap Misteri Gelap Dunia Olahraga

Siapa sangka bahwa musik Hip-Hop memiliki ikatan emosional yang sangat tinggi dengan olahraga basket? Ras kulit hitamlah yang mengubah demikian. Maka hadirlah Black History Month untuk perayaan pencapaian keturunan afro-Amerika. Perbedaan itu perlu, sebagai bentuk kita belajar menghargai satu sama lain.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait