Dunia Komentator: Sarat Akan Riset, Tak Hanya Cuap-Cuap Belaka

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.idKomentator adalah pelengkap bumbu bagi pertandingan sepak bola. Apakah setuju dengan hal itu? Selama 2×45 menit dalam setiap pertandingan, komentator bertugas mengomentari jalannya pertandingan. Perannya dibantu oleh pembawa acara yang tentunya harus paham dengan permainan dan karakter klub untuk menggiring komentar dengan analisa klub maupun para pemain dari dua kesebelasan yang sedang berlaga tanding.

Komentator mengiringi penonton untuk menikmati acara pertandingan, tapi apa pernah Sobat Sport merasa terganggu dengan hadirnya suara komentator? Biasanya mereka yang berpendapat seperti itu menganggap komentator tak penting dengan analitis yang belum pasti, berisik, sok melucu. Kalau dipikir-pikir, komentator sepertinya hanya dibutuhkan oleh pertandingan paralimpik tunanetra saja kan?

Dalam dunia komentator, beberapa figur diantaranya tentu saja memiliki karakter dan opini analisa yang berbeda. Hal inilah yang mungkin menjadi daya jual untuk rate card mereka masing-masing. Meskipun berlagak seperti peramal dalam sebuah acara pertandingan bola, peran komentator tak boleh diremehkan begitu saja. Apalagi jika komentator menyiapkan segala data-data dan mempelajari pertandingan dengan fakta yang berhasil ia analisa. 

Seperti komentator luar negeri, Peter Drury yang selalu membawa catatan sebelum bertugas mengomentari pertandingan. Si dewa puisi komentator sepak bola itu kerap melakukan riset mengenai tim dan pemain yang akan bertanding. Drury bahkan membawa catatan yang ia buat di musim-musim pertandingan sebelumnya. Kunci kehebatan komennya adalah ketika Drury mampu menemukan sejarah atau catatan-catatan yang masih menarik untuk dibahas. Itulah alasan kenapa Drury selalu menganalisa permainan dengan info menarik yang dirancangnya. Seperti artikel Gamexran, sangking hebatnya Drury menjalankan karir sebagai komentator, ia bahkan didaulat untuk menjadi pengisi komentator dalam game PES.

READ  Sejarah Sepak Bola Indonesia Pertama Kali Bergulir dari Remaja SMA

Sama halnya dengan rekannya, Kevin Hatchard juga mengawali pekerjaannya dengan riset bahan komentatornya jauh hari sebelum pertandingan diadakan. Hatchard juga akan menonton ulang pertandingan yang lalu-lalu, mencari fakta menarik, dan mengumpulkan statistik yang asik untuk dibahas. Baginya, riset adalah hal yang utama. Bahkan Hatchard akan melakukan riset sampai detail seperti dia menemukan tato atau penampilan baru dang sang pemain. Kini, Hatchard berlakon sebagai komentator Bahasa Inggris pada pertandingan-pertandingan di Bundesliga.

Ada juga komentator kawakan asal Inggris, John Murray yang selalu siap dengan sekumpulan catatan-catatan yang ditulisnya dengan tangan sebelum memulai pekerjaannya itu. Uniknya, catatan yang dibawa oleh Murray berisikan susunan pemain inti maupun pemain cadangan, ditambah dengan catatan statistik info tentang para pemain. John Murray tak melewatkan catatannya tentang pemain yang berlaga, bahkan kiper cadangan sekalipun.

Ketiga figur komentator-komentator komersial luar negeri itu sepertinya menjadi pembenaran atas pentingnya sosok komentator yang melengkapi pertandingan sepak bola. Para komentator ini tak hanya sok analitis, tapi mereka siap menyajikan info-info menarik yang disampaikan di setiap laganya. Setuju kan kalau tugas penting komentator itu menyampaikan komentar faktual dan informatif? Karena itulah Peter Drury dan teman-teman selalu berupaya melakukan riset yang mendalam. Jadi biar tak terdengar sekedar jadi cenayang yang mencoba melucu menebak permainan.

Itu tadi sosok komentator komersil di negeri luar. Lalu bagaimana di Indonesia?

Yah…. pasti kita tidak asing dengan si pemilik julukan “Jebret”, siapa lagi kalau bukan Valentino Simanjuntak. Presenter sekaligus komentator bola itu dikenal dengan karakter komentarnya yang berlebihan untuk standar komentator sepak bola. Mungkin, karakter inilah yang dijual oleh Bang Jebret. Kenyataannya pecinta sepak bola tanah air menginginkan komentator yang membawakan acara dengan mengedukasi. Hingga muncullah tagar #GerakanMuteMassal yang sempat trending di Twitter. 

READ  Tren Olahraga Urbanisasi: Alasan Penambahan Olahraga Baru di Olimpiade Tokyo 2020

Seperti yang dikatakan Kompas.com, pembawaan atau cara Bang Jebret dinilai terlalu hiperbola. Namun pernyataan ini dibantah oleh Valentino. “Terlalu mudah buat gua menjadi Peter Drury, Jon Champion, Jim Beglin yang disebut sama netizen,” ungkapnya dilansir dari acara ‘Kamar Rosi, Kompas TV’. Valentino mengatakan, gaya ‘unik’ dari komentator muncul begitu saja hal itu bertujuan untuk membuat pertandingan makin hidup. Valentino juga terbiasa melakukan riset sebelum pertandingan dimulai, ia menambahkan bawa dirinya tak asal membawakan acara sepak bola.

Dunia komentator ternyata sarat akan riset, karena pada akhirnya cara komentator melakukan riset inilah yang akan menjual bahan komentarnya dalam karir mereka. Info ataupun statistik yang belum banyak diketahui penonton menjadi rahasia mereka untuk melengkapi acara pertandingan, dan gaya kekhasan komentator menjadi nilai jual tersendiri. Dalam jurnal Drama Sport Commentary menyatakan, komentator menyampaikan info faktual pertandingan atau deskripsi latar belakang dengan jumlah 59% sampai 73% dari keseluruhan komentar yang disampaikan dalam sebuah pertandingan.

Gimana Sobat Sport, apakah kamu tertarik berkarir sebagai komentator?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait