Peraturan Tenis: Kenapa Penonton Tenis Harus Diam?

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: 3 minutes

Sumber: Atlas Obscura. Serena Williams Ketika Memberi Tanda untuk Diam.

Umpanbalik.id – “Pertandingan akan dimulai. Para pemain telah siap. Penonton diharap diam. Terima kasih.”

Kalimat di atas jadi salah satu penanda tak tertulis yang kerap disebutkan di pertandingan professional tennis. Tidak ada yang bersuara ketika para pemain tenis sedang melakukan berkompetisi di atas lapangan. Tidak seperti penggemar sepak bola atau basket, penggemar tenis sangat diam ketika pertandingan. 

Dilansir dari tulisan Dan Nosowitz di Atlas Obscura, ketika US Open 2020 yang dilaksanakan tanpa penonton, itu mempengaruhi energi para atlet profesional. Kekosongan itu terasa lebih menghibur di dalam tenis. Karena walaupun ada kerumunan orang di pertandingan tenis, mereka tidak boleh membuat keributan. Kecuali saat momen tertentu, seperti mencetak poin, penonton boleh meneriakkan sorakannya. 

Selama bertahun-tahun lamanya, tenis jadi salah satu olahraga yang masih diselimuti berbagai macam tradisi yang melekat di dalamnya. Sebut saja salah satu pertandingan Grand Slam termegah yaitu Wimbledon. Di kompetisi tersengit itu, banyak tradisi yang harus dipatuhi oleh para pemain atau penontonnya. Maklum, negara Inggris itu jadi pelopor olahraga tenis menjadi populer sampai sekarang.

Di tahun 1870an ketika tenis baru awal dimainkan, olahraga ini benar-benar eksklusif yang hanya bisa dimainkan oleh para elit kerajaan Inggris. Tradisi yang masih melekat di pertandingan Wimbledon Inggris adalah pemakaian baju serba putih, disajikannya strawberry dan krim, lapangan yang masih rumput, dan lain-lain. Dalam sistem skor tenis pun, ada filosofi love untuk menyebutkan angka nol.

Tradisi-tradisi itu sebenarnya banyak dibilang aneh dan tidak masuk oleh banyak orang. Tapi kembali lagi, tenis adalah olahraga yang penuh dengan aturan dan tradisi. Maka tidak heran sampai sekarang hal-hal tersebut masih berlaku sampai ke pertandingan profesional.

READ  Mengapa 'Love' Berarti 'Nothing' dalam Tenis?

World Tennis Magazine menulis, pemain tenis membutuhkan konsentrasi yang ekstrim dan mereka perlu tenang selama pertandingan. Karena itu para penggemar melakukan tugasnya, yaitu diam selama pertandingan. Bagi para penggemar olahraga lain, mungkin hal ini dirasa aneh. Bagaimana bisa tetap tenang selama pertandingan? Biasanya para pemain malah mendapat energi dari sorakan penonton yang bersemangat. Namun, disinilah letak sisi unik para penggemar tenis.

Ketenangan jadi hal yang istimewa di dalam tenis. Karena waktu permainannya yang lumayan singkat, ketenangan ini malah menambah kesan ketegangan. Para pemain butuh ‘diam’ nya penonton untuk mendengar suara ketukan bola yang dilempar oleh lawan. Sementara mereka berkonsentrasi dengan suara ketukan bola, para penggemar bisa dengan nyaman menikmati suara raket yang dipukul dan decitan sepatu para pemain.

“Ada sesuatu yang sangat istimewa tentang tenis dalam keheningan. Ada ketegangan yang dirasakan semua orang, suara bola, suara gerak kaki sangat istimewa dalam olahraga. Saya menikmati ketenangan. Terutama momen yang lebih penting, kata keheningan. semuanya. Secara pribadi, saya tidak berpikir itu harus hilang,” ucap Serena Williams setelah salah satu pertandingannya dikutip dari ESPN.

‘Gerutuan’ Para Pemain Sempat Dilarang Ketika Pertandingan

Tak hanya bagi para penontonnya, namun bagi para pemain terdapat juga aturan ‘tak tertulis’ yang sempat mampu membuat kita mengernyitkan dahi karena bingung dengan aturan tersebut.

Dilansir dari World Tennis Magazine, pada Juni 2012, pemain tenis wanita di Wimbledon menghadapi hukuman karena mendengus ketika melemparkan bola dengan raketnya. Wimbledon memberi peringatan kepada pemain wanita bahwa mendengus adalah sesuatu yang bisa membawa hukuman.

Gerutuan, jeritan, dan jeritan tidak lagi diizinkan di sebagian besar pertandingan tenis profesional. Pemain tenis – Michelle Larcher, Serena Williams, Maria Sharapova, Victoria Azarenka, dan Venus Williams dikenal suka mendengus.

READ  Tak Mau Ulangi Kejadian All England, Tim Badminton Indonesia Latihan di Jepang

Namun, seiring berjalannya waktu aturan-aturan tersebut mulai memudar di beberapa pertandingan. Walau tampaknya di pertandingan Grand Slam seperti Wimbledon atau US Open masih ketat dengan aturan tersebut. Hingga tahun 2020, para pemain tenis tidak mengabaikan keramaian di bangku penonton. Terkadang, mereka juga memanfaatkan energi penonton untuk berpihak dan menyemangati mereka. Tapi tetap, riuhan semangat itu tetap harus berusaha diredam ketika masih berada di atas pertandingan untuk selama proses mencetak poin.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait