Istilah Liga Petani, Olokan dalam Liga Sepak Bola

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 4 minutes
Sumber: Youtube Starting Eleven, Tweetan olokan dari Kylian Mbappe yang menyebut “Farmer League, LOL”

Umpanbalik.id – Berawal dari julukan Ligue 1, liga teratas sepak bola di Prancis. Julukan ini dituding sebagai sindiran fakta bahwa Ligue 1 dinilai tak ada hebatnya dibandingkan dengan liga-liga yang ada seperti, Liga Eropa, Premier League, Serie A, La Liga, dan Bundesliga. Istilah liga petani ini kian mencuat sebagai ejekan yang dilontarkan untuk klub dari liga kurang populer di Eropa.

 

Namun jangan salah sangka, para pecinta sepak bola pasti setuju bahwa liga petani tidak berarti sebagai liga yang buruk dan tak laku. Hanya saja liga petani memanfaatkan sektor bisnis sebagai ladang meraup keuntungan yang banyak. Ligue 1 memiliki pemasukan yang fantastis dari sektor hak siar dengan angka 1.635 Miliar pounds atau sekitar 28.3 triliun rupiah dilansir dari mojok.co.

 

Istilah ini muncul karena terkuaknya suatu dominasi yang berlebihan dari sebuah klub di Liga Prancis. Nama PSG adalah hal utama yang disandingkan dengan liga petani sejak klub diambil alih oleh konglomerat asal Timur Tengah. Semenjak divalidasi sebagai klub kaya, PSG berhasil meraih gelar Liga Prancis sebanyak 7 kali dalam 8 musim terakhir.

 

Menariknya, kekuatan finansial klub berpotensi menentukan prestasi klub. Kita bisa dari bagaimana para pemain bintang AS Monaco berhijrah meninggalkan klubnya dan justru berkiprah di tim yang lebih kuat cuannya. Kylian Mbappe contohnya. Baru-baru ini Messi juga menyeberang ke Paris dan bergabung dengan klub mahal itu. Bisa dibilang PSG cukup mendominasi Liga Prancis. Klub seperti AS Monaco tak dapat mengganggu posisi PSG di kompetisi wilayah internal. Dan klub-klub tua dengan prestasi mumpuni juga tak dapat menggoyangkan dominasi PSG.

 

READ  Turnamen Piala AFF: 6 Kali Final dan Belum Pernah Juara, Indonesia Spesialis Runner Up

Dari situlah Liga Prancis diolok-olok menjadi liga petani yang hanya dapat dikuasai oleh satu klub dengan finansial kuat saja. Sebutan-sebutan ini juga ditambah dengan stigma penilaian kualitas dari pemain ternama. Daripada memilih Liga Prancis, pemain seperti N’Golo Kante, Eden Hazard dan lain-lain juga memilih pergi dari Prancis dan bergabung dengan klub-klub Liga Inggris.

 

Kualitas Liga Prancis berbanding dengan Liga Inggris, di mana budaya kompetitif yang sehat dan mampu meningkatkan potensi level para pemain sepakbola, selain itu gaji yang ditawarkan pun sangat berlimpah. Liga raksasa lain seperti Liga Spanyol, Liga Italia jauh dari olokan liga petani karena Liga-liga tersebut masih memiliki daya tarik dengan klub-klub besar yang berkompetisi secara menarik lewat permainan unggulan dari setiap klub. Dan juga dominasi kemenangan tak hanya diakuisisi oleh satu klub secara runtut di setiap pekan musimnya, klub-klub yang menang pun susah ditebak sehingga menjadi kegemaran para pecinta bola. 

 

Hal itulah yang tidak didapat dari Liga Prancis dan menyebabkan Liga Prancis lekat dengan olokan liga petani dan PSG yang kerap dicap sebagai juara liga petani. Tapi, klub mahal seperti PSG juga tak akan kehilangan pamornya, sebab para pemain ternama seperti Neymar dan kini Messi berhasil bergabung dengan rekor biaya transfer terbombastis.

 

Tak hanya Liga Prancis yang dijuluki sebagai kumpulan para petani di kompetisi olahraga, Bundesliga bersama Bayern Munchen juga keikutan cipratan dari lontaran olokan liga petani. Sama halnya dengan PSG, Bundesliga juga gencar menghasilkan pemasukan yang banyak dari sektor bisnis.

 

Julukan Liga petani ini sebenarnya dilontarkan sebagai pernyataan kesenjangan antara klub kaya dengan klub ‘standar’. Ketimpangan terjadi antara klub papan atas dan klub papan bawah, para pemain klub papan atas merasa tak sanggup menghancurkan klub papan bawah. Hal inilah yang membuat Ligue 1 sangat minim prestasi dibandingkan dengan Liga raksasa lain. Dilansir dari Quora.com, pemain hebat justru lahir dari liga petani ini meskipun beberapa dari mereka memutuskan meninggalkan Prancis dan bergabung dengan Liga luar seperti binta sepak bola Paul Pogba, Olivier Giroud, Eden Hazard, N’golo Kante, Anthony Martial dan masih banyak lagi.

READ  Pekan Pertama Telah Bergulir, Fakta Menarik BRI Liga 1 Mulai Terukir

Sebuah momen berhasil menggemparkan Liga Champion Eropa, kala itu liga petani bangkit dengan menggulingkan kejayaan Spanyol dan Inggris. Untuk pertama kalinya, Prancis dan Jerman menguasai empat besar Liga Champions Eropa di musim 2019. Kini sepertinya strata sosial kompetisi Eropa telah membuktikan bahwa Ligue 1 Prancis layak diakui kualitasnya dan berhasil mempermalukan Spanyol ataupun Inggris.

Gimana Sobat Sport, setuju julukan liga petani disematkan ke Ligue 1 dan Bundesliga? Komen di bawah ya!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait