Menjaga Pesona Filosofi “Jogo Bonito” Ala Pemain Brazil

Dipublikasikan oleh Muhammad Khoiruzzein
Reading Time: 3 minutes

Sumber: Gettyimages. Skill individu Neymar saat membela Brazil di Copa America lalu

Umpanbalik.id – “Lebih baik bermain jelek asal menang daripada bermain cantik tetapi kalah”, ungkapan pragmatis seorang pendukung yang ingin timnya menang dan juara. Sepakbola era kini memang sudah mulai bergeser dari kodratnya. Berawal dari olahraga yang menarik untuk dilihat, berubah menjadi ladang industri pencari laba berlipat. Bos-bos besar pun tak sungkan memilih tim yang sering mendapat predikat daripada tim yang hanya mengandalkan permainan cantik menawan yang hanya bisa dinikmati sesaat. 

Semua hal yang berhubungan dengan Brazil dan sepakbola seakan menjadi sebuah kepercayaan tersendiri di mata dunia. Pemain-pemain hebat yang lahir di negara tersebut kerap diibaratkan seorang dewa sepakbola yang turun ke bumi. Era generasi emas Brazil semacam Pele, Cafu, Roberto Carlos, Ronaldo Lima misalnya. Permainan indah mereka seolah menyihir hati para penggemar sepakbola yang mengaguminya.

Brazil memang identik dengan permainan indah yang memanjakan mata. Filosofi “Jogo Bonito” namanya. Dalam penerapannya, filosofi ini menganut motto “bermain dari hati” yang nantinya akan melahirkan permainan yang cair, kreatif, keindahan serta kegembiraan dalam sebuah pertandingan sepakbola. Dilansir dari panditfootball.com, saking indahnya permainan “Jogo Bonito” ala Brazil ini, sampai ada istilah yang disebut di dalam The Football Times bahwa, “Sepakbola memang ditemukan orang Inggris, tapi orang-orang Brazil-lah yang mengembangkannya,” merujuk kepada sejarah awal mula berkembangnya olahraga sepakbola di Brazil dan Amerika Selatan.

Namun sayangnya, prestasi yang tak kunjung datang ke tanah Brazil kala itu seakan memunculkan pertanyaan, apa dengan bermain filosofi “Jogo Bonito” efektif untuk mendapat juara?

Menang dan Juara Menjadi Harga Mati

READ  Ada Barang Ada Harga, Kenapa Pakaian Olahraga Pricey?

Puasa gelar yang dirasakan oleh pemain Brazil kala itu membuat para pemain yang menerapkan permainan “Jogo Bonito” mulai putus asa dan meninggalkan permainan indah khas negaranya tersebut. Lebih tepatnya saat Timnas Brazil dilatih oleh Dunga. Dalam gelaran Copa America tahun 2006 silam, Dunga dengan mengejutkan menerapkan permainan efektif yang jauh dari filosofi permainan Brazil. Hasilnya terbukti, Brazil pun dengan mudah menjuarai turnamen tersebut.

Tetapi sayangnya, meskipun berhasil mengantarkan Timnas Brazil menjadi juara, gaya bermain Brazil ala Dunga ini mendapat kecaman keras dari masyarakat disana. Masyarakat Brazil yang menganggap sepakbola menjadi sebuah tradisi dan kultur budaya kecewa lantaran gen Brazil seolah hilang dari permainannya. Namun Dunga kala itu mempunyai pendapat lain, ia mengatakan bahwa Jogo Bonito tidak bisa memenangkan juara, bahkan dia berani untuk bertanya balik, berapa piala yang bisa didapatkan dengan memainkan Jogo Bonito?

Disaat Dewi Fortuna tidak memihak pada Brazil beserta tragedi-tragedi yang seringkali menyelimuti perjalanannya. Hadirlah Adenor Leonardo Bacchi yang menjadi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kapan sepakbola indah Brazil hadir kembali. Pria yang memiliki panggilan Tite ini pun berhasil mengembalikan Jogo Bonito dengan tidak menghilangkan permainan efektif untuk mendapatkan juara.

Brazil Menjadi Lebih Brazil dengan Jogo Bonito

Adalah Adenor Leonardo Bacchi, pria kelahiran tahun 1961 ini seolah menemukan si anak emas yang hilang. Permainan Brazil yang tanpa identitas beberapa tahun ke belakang ia kembalikan ke jalan yang benar. Disaat permainan indah tidak cukup untuk memenangkan gelar, ia akhirnya menemukan kombinasi yang pas. Dengan tetap mempertahankan Jogo Bonito ala Brazil yang kemudian ia padukan dengan permainan yang sistematis dan taktikal ala Eropa. 

READ  DBL Academy, Asah Skill Hingga Meroket Demi Potensi Junior Basket

Tite juga membiarkan pemain dengan kemampuan individu diatas rata-rata seperti Neymar untuk berlari dan menari di atas lapangan bak anak kecil yang bermain bola di kampung halaman saat sore hari. Hal itu pun juga dirasakan langsung oleh Neymar.

“Tite datang dan langsung melakukan beberapa penyesuaian. Ia sama sekali tidak mengubah banyak hal. Para pemain masih sama. Ia hanya mengubah cara bermain kami, menjadi lebih Brasil. Itu saja,” ujar Neymar dikutip dari panditfootball.com.

Hal ini pun berdampak positif bagi permainan Timnas Brazil. Rekor kemenangan sempurna dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2018 menjadi sedikit buktinya. Permainan cantik dan efektif ala Tite mampu mencatatkan hasil Sembilan kemenangan dari Sembilan pertandingan. Tak hanya itu saja, berhasil membobol 26 gol dan kebobolan dua gol menjadi persembahan berikutnya. Disadur dari CNNIndonesia, permainan Jogo Bonito ala Tite membuat Brazil tampil benar-benar solid di setiap lini nya. Di sector depan, para pemain mampu menghadirkan tarian “Jogo Bonito” yang merepotkan lawan. Di lini tengah, mampu bermain efektif untuk meredam aliran-aliran bola lawan. Dan tidak lupa lini belakang yang tampil solid membendung serangan lawan.

Cuplikan Video Permainan “Jogo Bonito” yang Ditunjukkan Pemain Brazil

Dalam sepakbola memang banyak sekali filosofi yang diperagakan. Tiki-taka ala Spanyol, Total Football ala Belanda, hingga parkir bus juga legal untuk digunakan. Namun, berbeda halnya dengan Jogo Bonito, ia lahir bukan lagi untuk pemain, namun untuk seniman yang bermain di atas lapangan. 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

1 Komentar

Agung Fajar Pribadi · Selasa, September 14th, 2021 pada 18:14:44

Skill individu pemain brazil diatas rata-rata, sayang sekali jika filosofi jogo bonito tidak dilakukan. permainan menghibur jadi salah satu kunci tim itu bisa disukai banyak orang

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait