Sebat Sana Sini, Aktivitas Kesukaan Para Pelatih

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.idAncelotti, Sarri, sampai Allardyce sering melakukan kebiasaan sebat tembakau di pinggir lapangan ketika sedang memimpin timnya bertanding. Tak asing lagi kalau merokok sudah menjadi tradisi pelatih-pelatih. Awalnya didahului oleh para pelatih Italia, mereka terlihat sering merokok sebelum pertandingan sampai di tengah-tengah pertandingan.

Kebiasaan para pelatih ini berbanding terbalik dengan kenyataan fisik pekerjaan yang umumnya, di mata banyak orang sepak bola jauh dari kebiasaan merokok. Walaupun pelatih menggunakan otaknya untuk bekerja, tetap saja rasanya keberadaan rokok di dunia sepak bola masih dianggap rancu. Namun, kenyataanya, nama-nama pelatih kondang tampak santai dan tanpa ragu menunjukan kebiasaan sebatnya.

Nama yang mungkin santer terdengar adalah Maurizio Sarri, yang kini memimpin klub bernama Lazio. Sarri dikenal dengan kebiasaan merokok aktifnya. Pelatih yang kini berumur 60 tahun ini diketahui bisa menghabiskan 60 batang rokok dalam sehari. Sarri kemudian harus menerima bahwa dirinya didiagnosis menderita pneumonia akibat kebiasaannya itu.

Sumber: Getty Image. Maurizio Sarri, Manajer Chelsea merokok saat menyaksikan pertandingan Liga Inggris antara Newcastle United dan Chelsea FC di St. James.

Menurut Jurnal Fakultas Kedokteran UMS, nikotin adalah salah satu kandungan rokok yang dapat meningkatkan tekanan darah tinggi yang disebabkan karena peningkatan kebutuhan oksigen dan denyut jantung selama melakukan aktivitas berat. Hal ini mungkin bisa jadi alasan mengapa seorang Maurizio Sarri hobi umbar umpatan sumpah serapah dan dikategorikan sebagai pelatih yang memiliki sikap dingin.

Douglas Costa menjelaskan bagaimana karakter si pelatih yang hobi nikotin itu, “Sarri selalu bicara kasar. Dia selalu bilang ‘come on, they don’t f*** about’ saat melakukan pressing,” ungkap pemain pinjaman dari Juventus tersebut dilansir dari Kumparanbola.com. Meskipun begitu Sarri adalah pelatih yang dianggap memiliki kesan tersendiri di hati sejumlah pemain, khususnya pemain Chelsea.

READ  SERIE A: Pemain Berjersey Hijau, Tak Seperti Bunglon yang Sedang Menyamar

Sumber: Getty Image. Pelatih AC Milan Carlo Ancelotti merokok sambil berjalan keluar lapangan setelah pertandingan babak 32 besar Piala UEFA Werder Bremen Jerman vs AC Milan.

Sarri bukanlah satu-satunya pelatih yang gemar dengan tembakau saat menjalankan pekerjaannya di pinggir lapangan. Selain Sarri, sosok Carlo Ancelotti juga terkenal dengan kecintaannya terhadap rokok. Carlo Ancelotti, sudah terbiasa merokok saat berusia 25 tahun, Ancelotti pernah mendapatkan peringatan akibat kebiasaan merokoknya saat sedang bersama AC Milan di tahun 2007. Dari sinilah Ancelotti jarang memperlihatkan aktivitas sebat lagi saat sedang memimpin tim.

Sumber: Getty Image. Marcello Lippi merokok cerutu, menyusul kemenangan timnya selama pertandingan Final Piala Dunia FIFA Jerman 2006 antara Italia dan Prancis.

Sama seperti Ancelotti, Marcello Lippi juga gemar menghisap tembakau sejak remaja dan kebiasaan itu tetap dibawanya saat mendampingi timnya bertanding. Pelatih asal Italia ini paling berani menunjukan aksi merokok saat berada di area stadion, menghisap cerutu di tepi lapangan adalah hal biasa yang selalu terlihat kala Marcello Lippi menemani tim bertanding. Sosok Marcello Lippi merupakan karakter pelatih tersohor yang tak lepas dengan tembakau di tangannya. Uniknya, Lippi dulu adalah seorang pemain sepak bola yang belum nyentrik dan lekat dengan cerutu seperti saat ia menjadi manajer pesohor.

Sementara, pelatih tenar asal Inggris Sam Allardyce juga sering terlihat nyebat saat di pinggir lapangan semasa menangani Chelsea dan Stan Ternet kala melatih Burnley. Lalu ada Andy King yang tak bisa sedikit pun lepas dari rokok di sepanjang pertandingan. Kontranya muncul di tahun 2007, pemerintah Inggris sudah melarang rokok pada seluruh area publik termasuk area stadion. Alhasil para manajer-manajer Premier League tak bisa leluasa menghisap rokok di pinggir lapangan lagi.

READ  N’golo Kante, Si Tukang Jegal yang Murah Senyum

Sepak bola sebagai olahraga yang memiliki integritas tinggi, tentu mempunyai peraturan tersendiri bagi seluruh elemen orang-orang yang terlibat didalamnya. Kebiasaan para pelatih dari Italia maupun pelatih-pelatih yang membawa rokok di laga pertandingan tak jarang berujung denda atau dicoret dari timnya. Menurut Intersport.id, di era kontemporer, beberapa peraturan kompetisi mengeluarkan larangan bagi perusahaan rokok untuk mensponsori tim atau kejuaran sepakbola.

Selain penonton, kebiasaan merokok sang pelatih juga dianggap kontra oleh anak asuhnya. Dalam artikel bola.net, Matteo Bonneti memberikan sorotan tajam yang meragukan kebiasaan merokok Sarri akan dianggap biasa saja oleh Cristiano Ronaldo. Apalagi mengingat, Ronaldo adalah seorang atlet yang menjaga keseimbangan kesehatan hidupnya. Saat itu Matteo Bonetti mengatakan ragu melihat performa Ronaldo akan terpengaruh dengan kebiasaan merokok Sarri. “Itu Aneh, Sarri merokok di dekat pinggir lapangan, apakah anda bisa membayangkan Ronaldo mengendus bau tersebut sementara dirinya sedang melatih fisik yang sempurna? Ayolah!” katanya.

Nah, gimana nih menurut Sobat Sport tentang polemik kebiasaan para pelatih?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait