Paradinha, Berawal dari Tipuan Mematikan yang Kini Diharamkan

Dipublikasikan oleh Muhammad Khoiruzzein
Reading Time: 3 minutes

Sumber: Gettyimages. Cristiano Ronaldo yang gagal melakukan paradinha ke gawang Cech.

Umpanbalik.idJika teknik panenka terlalu mudah digagalkan, maka masih ada teknik paradinha yang masih bisa jadi strategi. Teknik menipu dengan pura-pura menendang bola memang selalu membuat malu lawan. Tetapi sayang, teknik ini kini sudah diharamkan.

Lain halnya dengan teknik panenka yang diambil dari nama seorang pemain sepakbola yang mempopulerkan tendangan tersebut. Paradinha merupakan ungkapan dalam bahasa portugis yang memiliki makna berhenti sejenak. Tetapi kata tersebut kemudian diterapkan menjadi salah satu teknik tendangan penalti dalam sepakbola. Paradinha sangat populer di Negeri Samba. Bagaimana tidak, negeri yang dipenuhi dengan pemain sepakbola berbakat seakan tidak kehabisan cara untuk melahirkan trik-trik permainan yang sedap untuk dilihat. 

Paradinha sendiri merupakan teknik penalti dengan cara berhenti sejenak disaat kaki tepat berada di dekat bola. Meskipun terlihat mudah, tetapi teknik ini juga membutuhkan skill dan keberuntungan yang tinggi. Semakin sering pemain melakukan teknik ini, maka kiper akan lebih mudah untuk membaca dan menangkalnya. Teknik ini sebenarnya hanya mengandalkan lawan yang tertipu saat bola akan ditendang. Maka dari itu, kiper yang sudah hafal akan tidak melakukan reaksi apapun sehingga membuat algojo menjadi bingung dan harus menentukan kemana tendangan di waktu “berhenti sejenak” tendangan akan tergolong lemah dan mudah dibaca. Lalu, jika bukan dari nama seorang pemain bola, siapakah pencetus teknik paradinha ini? 

Sejarah Paradinha

Pelopor tendangan tipu-tipu ini adalah legenda sepakbola Brazil, Pele. Ia terlihat pertama kali melakukan teknik ini dalam gelaran Piala Dunia 1970 di Meksiko. Paradinha sendiri lahir dari sebuah aturan yang melarang kiper untuk bergerak terlebih dahulu sebelum bola ditendang. Jika aturan itu dilanggar dan bola berhasil masuk, maka gol dianggap sah. Namun sebaliknya, jika kiper bergerak terlebih dahulu namun bola tidak masuk, maka penalty harus diulang.

READ  5 Komunitas Olahraga Menarik di Malang, Dijamin Tak Bikin Bosan Berolahraga

Dari aturan tersebut sangat jelas memang teknik paradinha sangat menguntungkan bagi siapapun penendangnya. Itulah mengapa Pele mempraktikkan teknik tersebut. Pele memulai, kemudian banyak pemain yang mengikuti. Di era pemain sekarang ada salah satu pemain yang mahir menggunakan teknik ini yaitu Neymar. Saat masih berseragam Santos, dirinya kerap kali menggunakan teknik ini untuk mengelabui lawannya.

Jangan pernah meremehkan pemain Brasil masalah kreativitas mengulik si kulit bundar. Dilansir dari The Wall Street Journal, untuk urusan inovasi dan kreativitas pemain sepakbola dapat dibagi menjadi dua, yaitu Brazil dan Non Brazil.

“Untuk menghentikan pemain Brazil, anda bisa mencoba mengalahkan mereka atau mencoba mencuri teknik mereka. Jika itu semua tidak berhasil, yang bisa dilakukan hanyalah mengubah aturannya,” tulis Hannah Karp dalam artikelnya yang berjudul Should This Move Be Banned? The Brazilian Penalty-Kick ‘Paradinha’ Has Some Pitching a Fit; This ‘Must Be Stopped’

Mengapa Teknik Paradinha Dilarang

Dilansir dari reuters.com, teknik Paradinha dilarang tiga pekan sebelum gelaran Piala Dunia 2010 Afrika Selatan berlangsung. The international Football Association (IFAB), sebagai badan pembuat aturan resmi FIFA melarang Paradinha dipraktekkan di seluruh ajang pertandingan resmi termasuk dalam gelaran Piala Dunia 2010. IFAB juga menegaskan kepada wasit untuk tidak segan-segan memberikan peringatan kartu kuning bagi siapapun yang melakukan tendangan ini.

“Ini sangat tidak sportif, Kami melihat beberapa video yang memperjelas bahwa sangat tidak sportif jika pemain berlari kemudian berhenti di ujung bola, berpura-pura menendang, lalu saat kiper sudah melompat ke salah satu sisi, ia dengan mudah menendang bola ke arah lain,” ucap salah satu anggota IFAB Patrick Nelson dikutip dari reuters.com.

READ  Ketika Isu Rasisme dan Bullying Terus Menerus Dilakukan Korea Selatan dalam Ajang Olimpiade

Kemudian lahirlah peraturan baru yang dikeluarkan oleh IFAB berbunyi, “Menipu saat berlari untuk melakukan tendangan penalti untuk membingungkan lawan diperbolehkan, tetapi berpura-pura menendang bola ketika pemain sudah selesai berlari akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap ayat 14 dan tindakan tidak sportif, dan pemain harus diberi peringatan.”

Pemain Sepakbola yang Menggunakan Teknik Paradinha

Dengan tingkat kesuksesan yang cukup tinggi membuat para algojo penalti beberapa kali mempraktekkan teknik ini. Lantas siapa saja pemain yang pernah menggunakan teknik paradinha dalam tendangannya?

Neymar Jr.

Teknik yang dipelopori oleh legenda Brazil mau tidak mau membuat Neymar sebagai pemain Brazil juga mengikuti jejaknya. Saat masih berseragam Santos, Neymar tak jarang menggunakan teknik ini dalam penaltinya. Berikut salah satu aksi Neymar saat melakukan penalti paradinha.

Lionel Messi

Pemain sekelas Lionel Messi rupanya juga pernah melakukan teknik penalti ini. Bermain dalam gelaran UEFA Champions League kala Barcelona menghadapi AC Milan di stadion San Siro, Messi sebagai algojo dengan jelas mempraktekkan paradinha. Entah disengaja atau tidak, wasit yang sadar kemudian memberikan hadiah kartu kuning dan penalti harus diulang karena saat itu teknik ini sudah dilarang oleh FIFA. 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait