Ukun Rukaendi: Karir Cemerlang Pria Garut dengan Kaki Kanan Kecilnya

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.id – Ukun Rukaendi, pria kelahiran Garut ini mulai berkarir sebagai atlet Para Badminton pada usia 28 tahun. Ia mengalami kelumpuhan pada kaki kanannya sejak saat berusia dua tahun, di usianya yang ke 51 tahun ia menjadi atlet senior Indonesia di ajang paralimpiade dalam tim Para Badminton dan masih berada di ranking 4 dunia. Meski usianya sudah lanjut, Ukun Rukaendi masih tetap ingin berjuang di pentas Paralimpiade Tokyo 2020.

Ukun Rukaendi memulai karir profesionalnya dalam turnamen papan atas ketika berusia 36 tahun di tahun 2006. Walaupun telat debut dalam segi usianya, karirnya tampak cemerlang dalam cabang tepok bulu. Kaki kanan yang tak bisa tumbuh selayaknya dan mengalami gangguan kelumpuhan sejak usia dua tahun, membawanya mengenal bulu tangkis saat bermain mengisi waktu luang bersama sang kakak. Sering bermain, semakin kesini Ukunjustru semakin memperlihatkan bakatnya yang hingga kini dilabeli sebagai aset terbaik atlet cabor para badminton yang mendulang prestasi.

 

Beberapa kali, penampilan Rukaendi tentunya tidak mudah dilewati. Dalam beberapa pertandingan, ia sering mengalami dilema dalam laga berdurasi diatas 1,5 jam yang membuatnya mengalami kram di kaki. Namun, permasalahan yang kerap terjadi bagi dirinya tak menghalangi semangat Ukun Rukaendi. Ia terlihat berupaya menunjukan kebolehannya dalam permainan. Semangatnya dalam mempersiapkan diri untuk bertanding menampilkan sosok Ukun Rukaendi yang memiliki sifat profesionalisme, ia kerap meminta porsi latihan dari pelatih. Ditambah dengan rasa kekeluargaan yang didapatnya dalam wadah Pelatnas NPCI di Solo membuat Ukun semakin termotivasi lantaran ia merasa bahwa atlet didalam sana memiliki nasib dan kebersamaan yang luar biasa.

READ  Michael Phelps, Atlet Renang Tercepat Setara Ikan Hiu

Ukun Rukaendi menduduki spesialis ganda putra SL3-SL4 dan juga posisi tunggal putra SL3 di timnas para badminton NPCI. Taringnya menobatkan Ukun Rukaendi dalam peringkat empat dunia untuk tunggal putra, dan peringkat 18 di sektor ganda putra. Lewati prestasi-prestasi yang dihimpun olehnya, karirnya seperti tak dibendung oleh usia. Dilansir dari Olympics.com, berikut prestasi yang berhasil dicetak oleh dirinya,

Medali emas :

2x ASEAN Para Games Indonesia 2011

2x Indonesia Open 2014

2x Asian Para Games 2014, Incheon Korea Selatan

1x Indonesia Open 2015

3x ASEAN Para Games Singapura 2015

2x ASEAN Para Games Malaysia 2017

1x Kejuaraan Asia Beijing 2016

2x Kejuaraan Dunia BWF 2017, Busan Korea Selatan

1x Dubai Open 2018

2x Irlandia Open 2018

 

Medali perak :

1x Indonesia Open 2015

1x Thailand Open 2018

1x Canada Para Badminton International Tournament 2019

 

Medali perunggu ;

1x Kejuaraan Dunia BWF Basel Swiss 2019

 

Melihat dari rentetan prestasi yang dikumpulnya, dedikasi Ukun Rukaendi dalam dunia para badminton tak bisa diragukan lagi. Kaki kiri yang menjadi tumpuannya selama berkarir sebagai atlet membuktikan bahwa kelemahan kaki kanannya tak sedikitpun menghambat Ukun untuk banyak mencetak prestasi. “Karena saya ini(fisik) dari usia dua tahun, saya sendiri juga tidak menyangka bisa main bulu tangkis karena bulu tangkis mobilitasnyakan tinggi, ternyata alhamdulillah saya bisa,” ucap Ukun Rukaendi dalam bincangnya pada salah satu Talkshow di Trans7.

 

Sosok senior dalam cabor para badminton ini ternyata dulunya adalah seorang guru, tapi karena karir atletnya yang menuntut Ukun untuk fokus dan meninggalkan profesi gurunya lantaran juga tak ingin anak didiknya tertinggal pelajaran. Tahun 2015, Ukun pindah ke Dispapora Tasikmalaya dan berprofesi sebagai PNS. 

READ  Fabrice Muamba, Sempat Pingsan dan Mati Suri

 

Karir profesional Ukun, membuktikan bahwa semangatnya tak kalah dari atlet muda maupun para atlet paralimpiade yang sedari dini mulai mengasah diri di Pelatnas. Meskipun Ukun terlambat berlaga dari standar usia, nyatanya Ukun berhasil mengantongi prestasi bergengsi di ajang laga raksasa kelas dunia. Melihat kegigihannya, Ukun kerap dimainkan dalam dua posisi yakni, ganda putra bersama Harry Susanto dan juga ia menepati posisi tunggal putra SL3. Tetapi di Paralimpiade Tokyo 2020 lalu, Ukun Rukaendi hanya keluar sebagai tunggal putra SL3 dan bermain di setengah lapangan.

 

Walaupun Ukun kalah di laga perdananya kemarin, ia dinobatkan dengan beberapa rekor seperti menjadi atlet dengan usia tertua di cabang olahraga yang baru dipertandingkan di ajang paralimpik, kemudian Ukun berhasil menorehkan rekor dengan mencatat reli terpanjang lewat 107 pukulan dengan durasi 2 menit 38 detik hanya untuk memperebutkan satu point. Menilik usia 51 tahunnya, rekor ini sangat sulit dilakukan. Lagi-lagi semangat dan niat yang kuat menjadi modal Ukun Rukaendi mencatat sejarah karirnya di para badminton. Bagaimanapun penampilannya di Paralimpiade Tokyo 2020, Ukun Rukaendi patut diapresiasi sebagai legenda atlet senior para badminton Indonesia.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait