Pekan Pertama Telah Bergulir, Fakta Menarik BRI Liga 1 Mulai Terukir

Dipublikasikan oleh Muhammad Khoiruzzein
Reading Time: 3 minutes
Sumber: bola.com, wasit yang memberikan kartu merah di laga Arema FC vs PSM dalam lanjutan BRI Liga 1

Umpanbalik.id – Kompetisi sepakbola paling bergengsi di Indonesia memang telah lama mati suri sejak pandemi Covid-19 melanda. Hampir satu setengah tahun lamanya Indonesia tak dihiasi oleh pertandingan sepakbola. Tetapi, penantian yang sangat lama akhirnya telah tiba. Banyak hal-hal baru yang menarik untuk diceritakan, mulai dari lamanya mati suri hingga sejarah baru yang terukir dari tim yang berlaga.

Sejak vakum pada maret 2020 tahun lalu karena pandemi covid-19, kompetisi sepakbola indonesia akhirnya bergulir kembali. Hal itu dipastikan setelah mendapat izin dari berbagai pihak seperti ketua PSSI, Ketua Menpora, KAPOLRI sebagai pihak keamanan dan juga BNPB. Kompetisi yang diawali pertandingan Bali United melawan Persik Kediri pada 27 agustus pekan lalu, seakan mengobati kerinduan para pecinta sepakbola. Bagaimana tidak, jika dihitung sejak Maret 2020 lalu bisa dibilang indonesia tanpa kompetisi selama 17 bulan lamanya.

Pekan pertama telah usai, mungkin banyak sekali fakta-fakta baru yang lahir meski kompetisi baru seumur jagung ini. Berikut umpanbalik.id merangkumkan fakta menarik pekan pertama BRI Liga .

Protokol Kesehatan Super Ketat

Berlangsung di tengah pandemi mau tidak mau protokol kesehatan menjadi hal yang sangat penting saat kompetisi berlangsung. Tidak hanya ketat, peraturan tentang protokol kesehatan ini juga dilakukan dengan sangat tegas. Tidak hanya berlaku untuk pemain, namun prokes ini juga berlaku untuk official team dan juga suporter.

Contohnya, pemain dan official team yang akan bertanding wajib melakukan swab PCR sebelum bertanding. Hal ini dilakukan pastinya agar tidak ada klaster baru di area lapangan. Selain itu bagi para pemain yang belum melakukan vaksin sebanyak dua kali dilarang untuk ikut bermain. Tidak hanya omong kosong belaka, hal ini pun sudah terbukti di mana empat pemain asing Persebaya Surabaya dilarang bermain karena belum melakukan vaksin yang kedua.

READ  Mengenal GPS Vest, Bra Canggih Milik Pesepakbola

Selain itu, himbauan dukung dari rumah juga terus digaungkan agar para suporter tidak nekat datang ke stadion. Ancaman hukuman berat bagi tim dan suporter yang melanggar juga menjadi salah satu proses yang dilangsungkan selama kompetisi.

“Terkait protokol kesehatan, PSSI tentu tidak main-main dalam hal ini. Karena kami juga ingin menunjukkan bahwa meski dalam pandemi Covid-19, kompetisi sepak bola juga bisa berlangsung. Karena tujuan dari kompetisi selain untuk pembinaan juga demi timnas Indonesia,” ucap Ketua Umum PSSI dilansir dari pssi.org.

Kompetisi Berformat Series

Ada yang baru memang dalam gelaran kompetisi kali ini. Lagi-lagi dikarenakan pandemi Covid-19 yang belum usai. PSSI dan PT LIB menjadikan kompetisi tahun ini secara series. Nantinya akan ada enam series di sepanjang kompetisi BRI Liga 1. Dan setiap series yang diadakan akan ada tiga klaster daerah yang digunakan untuk menggelar pertandingan-pertandingan BRI Liga 1.

Klaster pertama yang saat ini sedang berlangsung ada di wilayah Banten, DKI Jakarta, dan juga Jawa Barat. Setelah itu akan berpindah ke klaster kedua yang rencananya akan berlangsung di daerah Jawa Tengah dan juga D.I Yogyakarta. Dan klaster ketiga berada di provinsi Jawa Timur. Setiap klaster yang dipilih akan menggelar dua diantara enam series yang telah direncanakan. Memang dalam musim ini kompetisi sepakbola hanya dipusatkan di pulau Jawa saja. 

Vakum Selama 500 Hari Lebih

Vakumnya kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia ditandai dengan dihentikannya gelaran Liga 1 2020 lalu. Bertepat di tanggal 15 Maret 2020, kompetisi yang sejatinya baru dimulai tiga pekan itu harus rela dihentikan karena penyebaran virus covid-19 yang tidak terkendali saat itu.

Simpang siur tentang kelanjutan liga membuat para pemain menjadi harap-harap cemas. Sempat diisukan akan dilanjutkan pada oktober 2020 lalu. Tetapi nyatanya hal itu menjadi omong kosong saja. Pada akhirnya Liga 1 2020 pun diputuskan bubar dengan status force majeure.

READ  Cristiano Ronaldo: Tubuh Prima Senjata Penunjang Karir

Hingga akhirnya, kabar baik itu tiba di tanggal 27 Agustus 2021 kemarin. Kompetisi sepakbola Indonesia resmi bergulir kembali. Dan jika dihitung dari awal, sepakbola Indonesia mati suri selama 530 hari lamanya. 

Berkembangnya Teknologi Wasit Indonesia

Lahirnya kembali kompetisi sepakbola Indonesia kali ini dibarengi dengan berkembangnya teknologi wasit yang dipakai. Memang jika dibandingkan dengan kompetisi di Eropa sana yang sudah maju jauh, tetapi tidak ada salahnya untuk mengapresiasi perkembangan yang sudah ada. Terlihat sejak pertandingan pertama yang berlangsung, wasit-wasit di BRI Liga 1 sudah dilengkapi dengan intercom untuk berkomunikasi antara wasit utama dan juga hakim garis. Tak hanya itu saja, wasit utama juga dilengkapi dengan vanishing spray untuk membantu pengadil lapangan saat terjadi tendangan bebas saat pertandingan.

Klub dari Jawa Timur Tak Ada yang Menang

Sudah sejak lama memang Jawa Timur paling banyak menyumbangkan klub di kompetisi sepakbola tertinggi Indonesia. Di musim ini saja, ada sebanyak 5 dari 18 klub yang berasal dari Jawa Timur seperti Arema FC, Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, Persik Kediri, dan juga Madura United. Dengan nama-nama besar klub tersebut naasnya tidak ada satupun yang berhasil memperoleh kemenangan di laga perdana kali ini. Yang terakhir Arema FC harus rela bermain imbang 1-1 saat menghadapi lawannya PSM Makassar.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait