Perwakilan Paracyling Indonesia, M Fadli Siap Tanding di Paralympic 2020

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: 3 minutes

Sumber: Tribunnews. Fadli saat melakukan kompetisi di ajang Asian Track Championship 2019.

Umpanbalik.id 25/08/2021 – Dulu, M Fadli memilih karirnya sebagai pembalap motor yang bertugas untuk menaklukkan track balapan secepat mungkin. Sayang, ketika sedang berada pada selebrasi kemenangannya di sirkuit Sentul, Fadli ditabrak sangat keras oleh pembalap asal Thailand. Fadli terluka sangat parah, sampai-sampai kaki kirinya harus di amputasi. Namun, kaki yang hilang malah membuat Fadli menjadi semakin gemilang.

Karena kejadian itu, Fadli harus mengalami perawatan yang sangat signifikan di rumah sakit. Setelah enam bulan masa perawatan, kakinya tidak kunjung membaik. Fadli merasa ia harus segera bangkit dari sakitnya ini. Maka dari itu, dengan berbagai macam pilihan, Fadli baru berani membuka handphone-nya setelah enam bulan. Dari sini dia mencari tahu, bagaimana jika seseorang harus kehilangan kakinya.

Jelajah jari-jari Fadli di internet ternyata menimbulkan motivasi terbesar untuk segera sembuh. Ia melihat banyak atlet paralympic luar negeri yang sangat berprestasi dan melakukan hal-hal yang menakjubkan. Dengan tekad tersebut, ia memilih sendiri bahwa kakinya tidak apa-apa jika harus diamputasi. Fadli yakin, kehilangan kakinya bukan berarti dunianya akan ikut berakhir. 

Satu tahun berjalan untuk masa penyembuhan, jiwa kompetitif Fadli masih menyala. Fadli mulai melakukan latihan secara otodidak untuk mengembalikan tenaga dan bakatnya. Berjalannya waktu, ia dihubungi oleh pihak NPC Indonesia untuk beralih profesi menjadi atlet paracycling pertama yang mewakili Indonesia. 

Kebetulan, dalam waktu dekat kompetisi Asean Para Games 2017 akan diadakan di Malaysia. Fadli bersama tim NPCI segera melakukan latihan yang proper demi mendapatkan hasil yang terbaik di kompetisi itu. Karena pertama kalinya untuk Indonesia, NPCI pun masih buta dengan klasifikasi dan persyaratan yang harus dijalani oleh Fadli. Semuanya masih dalam proses adaptasi ketika Fadli berkompetisi di Asean Para Games.

READ  Cedera Saat Berolahraga? Atasi dengan 7 Tips Sigap dan Tepat!

Sebelumnya, tentu Fadli dan tim tetap menjalankan latihan berstandar yang digunakan sebagai bekal untuk bertanding. Trek latihan sepeda yang digunakan pun masih dijalan raya. Namun, kekuatan dan tekad Fadli ternyata berhasil menaklukkan tantangan tersebut. Di kompetisi itu, Fadli didaftarkan ke beberapa kelas paracycling. Bedanya, Fadli harus melakukan paracycling di velodrome, sebuah arena khusus balap sepeda. 

Beruntungnya Fadli mampu bersepeda di velodrome pada kesempatan pertamanya dan hal itu menjadi jalan kemenangan selanjutnya. Dilansir dari Detik.com, Fadli di Asean Para Games 2018 berhasil mendapat tiga medali yang masing-masing dari emas, perak, dan perunggu. Perolehan prestasi ini menjadikan Fadli sebagai atlet paracycling tercepat di nomor individu 4.000 meter kategori disabilitas fisik C4.

Berhasil Jadi Perwakilan Atlet Paracycling di Paralympic Tokyo 2020

Perolehan prestasinya di Asean Para Games 2018 menjadi jalan yang lebar bagi Fadli untuk bisa dengan bangga mewakili Indonesia di Paralympic Tokyo 2020. Selama setahun penuh terakhir di Surakarta, Fadli sangat fokus untuk melakukan latihan yang terbaik demi kemenangan pada ajang olahraga bergengsi tersebut. Partisipasinya di Tokyo ini juga menjadi panggung debut bagi Fadli di ajang olahraga multinasional paling bergengsi.

“Saya berharap bisa memaksimalkan apa yang telah saya dapatkan, serta tidak terkendala sedikit pun. Baik dari saya sebagai atlet maupun sepedanya. Semoga di Tokyo nanti saya bisa mencapai hasil yang maksimal,” harap Fadli di laman Kemenpora yang dikutip dari Mainsepeda.com.

Masih dilansir dari Mainsepeda.com, kemenangan Fadli di UCI Paracycling Road World Champions Portugal berhasil menjadi tiket yang membawa Fadli ke Paralympic Tokyo. Di kompetisi ini, ia berhasil menjadi juara finis kesembilan di dua road yang diikuti, yaitu time trial dan road race

READ  Paralympic: Bukti Prestasi Atlet Disabilitas

Mantan pembalap ini menyadari bahwa tantangan yang akan dihadapinya ini luar biasa sulit. Karena pada dasarnya, sepeda adalah olahraga populer milik Eropa, yang memiliki track record menakjubkan. Namun, ia tetap optimis untuk meningkatkan performanya dan berjanji untuk tampil dengan memuaskan. 

Walaupun kejuaraan terakhirnya dari nomor road, namun di Paralympic Tokyo 2020 ini Fadli difokuskan di nomor track. Hal itu disebabkan karena ia dianggap mampu dan memiliki catatan waktu dan potensi yang baik. Maka dari itu, Fadli juga melakukan latihan intens di indoor maupun di Velodrome Manahan. 

Bercerita dengan Mainsepeda, Fadli mengungkapkan, “Saya lebih banyak latihan indoor di hotel. Sebab fokus targetnya adalah power dan watt. Hasil latihan indoor diaplikasikan di velodrome. Saya latihan di velodrome tiap Selasa dan Jumat,” ungkap pembalap 36 tahun itu.

Saat ini, kekurangan Fadli telah terbukti menjadi sumber kekuatan bagi dirinya. Paralympic Tokyo adalah jalan menuju kesuksesannya. Sebagai perwakilan Indonesia, Fadli pasti akan melakukan yang terbaik dengan mengerahkan segala kekuatannya. Dan kami, warga Indonesia akan mendukung Fadli sepenuhnya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait