Kancah Industri E-Sport di Indonesia

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 3 minutes

Sumber Foto: Tekno.Kompas.com. E-Sport lebih banyak lombakan game daripada PC.

Umpanbalik.id 24/08/2021 – Olahraga 4.0 Elektronik Sport saat ini sedang mendunia, tidak hanya di Eropa yang menjadi bisnis raksasa puluhan juta dollar tempat awal industri E-Sport dimulai. Indonesia telah banyak mencetak atlet E-Sport dengan kualitas disegani dunia. Siapa sangka dengan bermain game online bisa menjadi sumber penghasilan. Per bulannya saja para pemenang lomba turnamen E-Sport mampu mendapatkan setidaknya 10 Juta Rupiah. Dari turnamen-turnamen inilah kemunculan minat anak bangsa semakin bertambah pada industri E-Sport.

E-Sport di Indonesia muncul pada tahun 1999 dengan hadirnya kompetisi game online, pertandingan dengan jejaring internet ini diawali dengan budaya warung internet(warnet) yang muncul di era tahun 2000an. Menurut jurnal Kepelatihan Olahraga Fakultas Keolahragaan UNY, olahraga elektronik ini merupakan olahraga digital yang terorganisir dengan pelatihan khusus, para pemainnya juga dilatih seperti atlet pada umumnya. Di kancah Asian Games tahun 2018 silam, E-Sport sudah mencetuskan enam inti pertandingan, League of Legend, Pro Evolution Soccer, Starcraft II, Hearthstone, dan Clash Royale.

Perkembangan olahraga elektronik ini semakin didukung dengan fenomena kegemaran masyarakat untuk menonton permainan game, sehingga banyak bermunculan layanan streaming dari para content creator youtube yang memanfaatkan momentum ini. Saat ini sudah hampir setengah tahun berdiri Liga Games E-Sport Tv yang secara berkala menyiarkan turnamen E-Sport di Youtube. Permainan game yang umumnya masuk di kategori turnamen adalah game bersifat fair, di mana kedua sisinya seimbang. “Dota 2, overwatch, dan game dengan lingkup legend itu adalah jenis game yang paling sering di perlombakan di kelas dunia,” kata Eddy Lim, Ketua Indonesia Electronic Sport Association dilansir dari CNN Indonesia. 

READ  Tidak Untuk Dimakan, Sepatu Nike Terinspirasi Dari Cetakan Waffle

Olahraga unik satu ini merupakan olahraga yang terbuka bagi siapapun. Para gamers yang belum memiliki klub disebut gamers amatir, sedangkan munculnya klub-klub E-Sport ini menarik para gamers amatir untuk diberi pelatihan dan fasilitas penunjang secara berkelompok dengan tujuan memenangkan berbagai macam turnamen. Evos Esport, Team RRQ, Bigetron Ra, Boom Esport, dan  Onic Esport merupakan tim atau klub E-Sport Indonesia yang sudah memiliki taringnya di kancah dunia. 

Pertandingan game ini membutuhkan strategi dan pengerahan fisik yang tinggi, meskipun tidak dengan intensitas fisik seperti olahraga pada umumnya. E-Sport dikategorikan masuk kedalam ranah olahraga lantaran memiliki struktur dan level kompetisi yang tergolong intens layaknya olahraga catur, maka dari itu kini Indonesia semakin gencar mengikuti perkembangan dunia dengan melahirkan cabor E-Sport pada perhelatan lomba-lomba bidang olahraga seperti di Pon Papua Mendatang. 

Meskipun sudah sampai pada era ketenaran, mungkin masih banyak masyarakat yang memandang E-Sport bukanlah sebuah olahraga melainkan sarana hiburan saja. Namun dijelaskan dalam Jurnal Keolahragaan UNY, bila dilihat dari sisi bisnis, organiasi yang menaungi, ketertarikan jumlah penonton, jumlah siaran, dan cakupan medianya, E-Sport sudah setara dengan laga kompetisi olahraga pada umumnya. Bahkan kini di era 4.0, dengan minat yang meluap E-Sport lebih mampu menggaet massa untuk menyaksikan perlombaannya. 

Para atlet E-Sport pun juga dituntut untuk berkonsentrasi, menyiapkan teknik dan praktiknya, persiapan mental dan stamina, dan sama-sama berdedikasi untuk berkompetisi secara digital. Para gamers juga dinilai dari daya intelektualnya, logika, dan bagaimana cara mereka mengatur strategi dalam bermain. Istilahnya olahraga kesukaan anak muda ini sangat melibatkan daya motorik halus seperti permainan catur, dan permainan olahraga berfikir lainnya. 

READ  5 Kebiasaan Pemain, Tuk Tambah Adrenalin

Kini, para millenials dan generasi dibawahnya tidak hanya menikmati Mobile Legend, Free Fire, dan PUBG sebagai hiburan saja. Tapi, mereka juga termotivasi dengan fasilitas dan keuntungan bila terus mengasah skill untuk bermain dengan apik agar dapat membuahkan prestasi dan berpenghasilan dari hobi tersebut. Perputaran inilah yang membuat E-Sport semakin marak dan menjamur dengan muda di kalangan anak muda.

Sumber Foto: detik.com.
PB ESport resmi dilantik sebagai wadah yang menaungi Esport.

Melihat potensi dari olahraga digital ini, hal baik muncul dari dukungan pemerintah terhadap perkembangan E-Sport. Pemerintah Indonesia secara terang-terangan menyediakan wadah bagi para atlet E-Sport. Hal ini dibuktikan dari diadakannya turnamen Piala Presiden E-Sport dan Piala Menpora E-Sport. Tidak mau ketinggalan, berbagai perusahaan pun banyak melirik E-Sport dengan tujuan untuk meningkatkan pengaruh terhadap brand mereka. Perputaran industri ini kemudian juga akan disambut oleh para investor untuk melihat kemanfaatan dari ekosistem E-Sport yang makin bertumbuh. Jika industri ini mampu berputar secara konsisten, kedepannya E-Sport akan menjadi industri yang bersifat sustainable.

Gimana nih menurut Sobat Sport? Tertarik mencoba E-Sport?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait