Paralympic: Bukti Prestasi Atlet Disabilitas

Dipublikasikan oleh Ulfah Hasanah
Reading Time: 4 minutes

Sumber: IG NPCIndonesia, Latihan para atlet di Pelatnas NPC Indonesia

Umpanbalik.id, 23/8/2021 – Stigma segelintir masyarakat terhadap penyandang disabilitas biasanya dipandang sebelah mata dan direndahkan hanya karena mereka lahir tidak sempurna. Padahal dibalik itu ada keistimewaan dan mereka pun juga masih mampu melakukan hal apapun sama seperti orang-orang bisanya terutama di bidang olahraga sekalipun. Seperti cuitan dari @lamShamsAalam, “People with disabilities can do anything and everything.”

Paralympic adalah sebuah pertandingan olahraga untuk para atlet yang mengalami cacat fisik, mental dan sensorial. Paralympic diselenggarakan di negara yang sama seperti Olimpiade. Sama seperti Olimpiade, Paralympic dilaksanakan 4 tahun sekali dan diselenggarakan setelah Olimpiade yang diatur oleh Komite Paralimpiade Internasional atau IPC. 

Berbagai negara pasti mengirimkan atlet-atlet terbaik mereka untuk bertanding di Paralympic.

Indonesia pun mengirimkan para atlet terbaiknya untuk bertanding di Paralympic Tokyo 2020. Indonesia mengirim 23 atlet dari 7 cabang olahraga yang diikuti. Atlet yang dikirimkan untuk mengikuti Paralympic ternyata melampaui target yang sudah ditetapkan sebelumnya. 

Dikutip dari detiksport.com, Rima Ferdianto wakil sekretaris jenderal komite paralimpiade Nasional (NPC) mengatakan, “Sejauh ini ada dua target yang sudah terlewati, yaitu sebelumnya target kami hanya mengirimkan 15 atlet ternyata yang lolos dan dikirim ada 23 atlet. Bahkan cabang olahraganya pun juga melebihi target dimana rencananya hanya mengirimkan untuk 6 cabang olahraga ternyata ada 7 cabang olahraga yang lolos untuk diberangkatkan ke paralympic Tokyo 2020,” kata Rima menjelaskan. 

“Ada dua target yang diharapkan dari paralympic kali ini, yaitu masuk peringkat 60 besar tingkat dunia dan setidaknya mendapatkan satu medali emas,” lanjut Rima.

READ  Liga Inggris Batasi Heading sebagai Jaminan Pemain Pasca Tanding

Dikutip dari Kompas.com, adapun tujuh cabang olahraga yang diikuti Indonesia yaitu Atletik, Bulutangkis, Tenis Meja, Renang, Menembak, Balap Sepeda, dan Powerlifting. Dan 23 nama atlet yang dikirim adalah dari cabor atletik yaitu Sapto yogo Purnomo, Karisma Evi Tiarani, Putri Aulia, Elvin Elhudia Sesa, Famini Atletik, Jaenal Aripin, dan Setiyo Budi Hartanto. 

Cabor Bulutangkis yaitu Fredy Setiawan, Hary Susanto, Dheva Anrimusthi, Leani Ratri Oktila, Khalimatus Sa’diyah, Ukun Rukaendi dan Suryo Nugroho. Cabor Tenis Meja yaitu Dian David Mickael Jacobs,  Komet Akbar dan Adyos Astan. Cabor Renang yaitu Syuci Indriani dan Jendi Pangabean. Cabor Menembak yaitu Bolo Triyanto dan Hanik Puji Astuti. Cabor Balap Sepeda yaitu Muhammad Fadli Imammuddin. Dan Cabang Powerlifting yaitu Ni Nengah Widiasih.

Dari nama-nama atlet yang dikirim ke Paralympic, ada beberapa atlet yang sebelumnya sudah menunjukkan prestasinya di tingkat nasional maupun Internasional, yaitu:

1. David Jacobs

David Jacobs bisa dibilang sebagai atlet andalan Indonesia dalam berbagai turnamen Internasional. Berkat dukungan orang tuanya David menekuni olahraga Tenis Meja sejak dia berusia 10 tahun, dan berkat ketekunan latihannya tersebut David kini sudah banyak meraih berbagai prestasi. Dikutip dari suara.com, prestasi yang pernah diraih oleh David adalah Perunggu – Paralimpiade London 2012, Emas – Asian Para Games Incheon 2014 (perorangan kelas 10), Emas – Asian Para Games Jakarta 2018 (perorangan kelas 10), Emas – Asian Para Games Jakarta 2018 (ganda kelas 10).

Selain itu, ada Perak – Asian Para Games Incheon 2014 (ganda kelas 10), Perunggu – Asia Para Games Guangzhou 2010 (perorangan kelas 10), Emas – Kejuaraan Asia Amman 2015 (perorangan kelas 10), Emas – Kejuaraan Asia Taichung 2019 (beregu kelas 10), Perak – Kejuaraan Asia Beijing 2013 (perorangan kelas 10), Perak – Kejuaraan Asia Beijing 2013 (beregu kelas 10), Perak – Kejuaraan Asia Taichung 2019 (perorangan kelas 10). 

READ  Stadion Old Trafford, Kebanggaan Manchester

2. Ni Nengah Widiasih 

Ni nengah tampul di World Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship di Kitakyushu, Fukuoka, Jepang


Ni Nengah Widiasih atau yang lebih akrab dipanggil Widi merupakan satu-satunya atlet disabilitas powerlifting perwakilan Indonesia. Sebenarnya Ni Nengah terlahir dengan normal, tetapi sakit demam yang di deritanya semasa kecil membuat kedua kakinya menjadi lemas dan tidak bisa digerakkan bahkan berjalan lagi. 

Dengan kekurangannya tersebut tidak membuatnya malu akan keadaannya tetapi malah  menjadikan kekurangannya sebagi motivasi dirinya untuk mendapatkan banyak prestasi. Prestasi yang sudah didapatkan oleh Ni Nengah yaitu medali perak di Asian Para Games 2014 Incheon, 2017 Malaysia dan 2018 Indonesia. Pencapaian terbesarnya sampai saat ini yaitu meraih medali perunggu di paralympic Rio de Janeiro 2016. 

3. Muhammad Fadli Imammuddin

View this post on Instagram

A post shared by Muhammad Fadli (@mfadly43)

Muhammad Fadli Imammuddin sebelumnya merupakan seorang atlet pembalap sepeda motor profesional. Kecelakaan di Sirkuit Sentul, Bogor, 2015 lalu membuat kaki kiri Fadli harus diamputasi. Dikutip dari Suara.com, Perjuangannya memulihkan trauma pasca kecelakaan tidak mudah dia hadapi, hingga akhirnya Fadli bertemu dengan Raja Sapta Oktohari yang kala itu menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sports Sepeda Indonesia (PB ISSI). 

Dia pun mendapat tawaran menjadi atlet paracycling Indonesia. Fadli tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Prestasi yang sudah didapatkan Muhammad Fadli hingga saat ini adalah Asian Para Games 2018 (satu emas, dua perak, satu perunggu), ASEAN Para Games 2017 (dua perak, dua perunggu), Track Asian Cycling-Paracycling Championship 2019 di Jincheon, Korea Selatan.

Juara klasifikasi umum – Men Elite – 1 km Time Trial – C4, Juara klasifikasi umum – Men Elite – Individual Pursuit – C4, Thailand Para Cycling Cup (Track) 2019 di Suphanburi, Thailand, Juara klasifikasi umum – Men Elite – Individual Pursuit – C4.

READ  6 Olahraga Ringan Saat Bulan Puasa

Juara klasifikasi umum – Men Elite – 1 km Time Trial – C4, Thailand Para Cycling Cup (Road) 2019 di Suphanburi, Juara klasifikasi umum – Men Elite – Individual Time Trial – C4, Juara klasifikasi umum – Men Elite – Individual Road Race – C4, Juara klasifikasi umum – Men Elite – Combined Classification – C4, Malaysian Para Track I 2019, Juara klasifikasi umum – Men Elite – Individual Pursuit.

C4, Malaysian Para Track II 2019, Juara klasifikasi umum – Men Elite – Individual Pursuit – C4, Juara klasifikasi umum – Men Elite – 1 km Time Trial – C4, Asian Championship 2019 (Road) di Tashkent, Juara klasifikasi umum – Men Elite – Individual Time Trial – C4, Asian Para Cycling Championships 2019 (Track), Juara klasifikasi umum – Men Elite – Individual Pursuit – C4, Malaysian Para Cycling Track Championship (Track) 2020 dan Juara klasifikasi – Men Elite – 1 km Time Trial – C4.

Dari prestasinya yang di dapat para atlet tersebut, membuktikan bahwa seseorang penyandang disabilitas juga bisa berprestasi. Paralympic adalah ajang pembuktian bagi mereka yang memiliki keistimewaan terutama di dalam bidang olahraga. 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait