Kobe Bryant: Satu Tahun Mengenang Kepergiannya, Karya Hadir Disampaikan Istrinya

Dipublikasikan oleh Defrico Saputra
Reading Time: 2 minutes

Source : mainbasket.com/Kobe dan sejumlah karyanya.

Umpanbalik.id 21/08/2020 – Satu tahun lebih, setelah kepergian Kobe Bryant, sang legenda NBA, menjadi luka terdalam bagi pecintanya. Tepat tanggal 24 Agustus 2021 (National Kobe Bryant Day) nanti, Vannesa Bryant, istri mendiang Kobe, akan merilis sebuah buku yang berjudul “Legacy and the Double”. Ini merupakan sekuel dari buku sebelumnya, “Legacy and the Queen” yang ditulis langsung oleh Kobe Bryant. 

Sebuah karya yang merupakan novel fantasi olahraga ini, tercipta untuk mengenang jasa-jasa yang ditorehkan oleh Kobe Bryant. Sosok ayah yang sangat menginspirasi banyak orang, pribadi yang aktif, dan kreatif ini, adalah figur yang baik semasa hidupnya. Tak hanya pandai bermain basket, ia juga pandai dalam hal menulis sebuah karya. Hal tersebut dibuktikan oleh New York Times, yang mencatatkan namanya sebagai penulis buku terlaris di setiap karyanya. Sebelumnya, “Legacy dan the Queen” rilis pada tahun 2019 silam.

Fakta uniknya, “Legacy dan the Double” dibuat oleh Bryant, dan ditulis oleh Annie Matthew, mantan pemain squash profesional yang menjadi novelis. Buku kedua seri Legacy ini diproduksi oleh Granity Studios, perusahaan konten multi-media milik Kobe Bryant, yang sekarang diwarisi oleh Vanessa Bryant. “Saya sangat bangga kami bisa merilis buku kedua dari seri Legacy ini. Buku penuh dengan pelajaran dan cerita berharga. Suami saya merasa bahwa dirinya perlu mengajari anak-anak tentang kehidupan dan emosi melalui seni mendongeng,” kata Vanessa, dikutip dari People.

Legacy Petrin adalah figur yang hadir di buku ini. Ia adalah juara tenis yang tidak selalu merasa menjadi pemenang. Ia harus mengenal dirinya lebih dalam, dan menyelesaikan tantangan. Ia tau kunci untuk menang, namun identitas adalah prioritasnya. Ia selalu menjadikan dirinya sebagi figur yang tak ambisius, namun layak menjadi pemenang. Sebelum kepergian dirinya, atas kecelakaan helikopter yang menimpa dirinya, Kobe Bryant sempat bercita-cita untuk membangkitkan semangat baca anak-anak muda. 

READ  Juara 1 Dunia, The Minions Gagal Rebut Medali di Olimpiade Tokyo 2020

Lewat cerita atlet muda yang ada dalam bukunya tersebut, Ia berharap mampu menginpirasi anak-anak muda yang membacanya. Sangat mulia sekali. Kobe sudah merilis beberapa buku seperti Wizenard Series (Training Camp dan Season One), Legacy and the Queen, dan Epoca. Kehadiran Legacy and the Double menambah koleksi warisan Kobe Bryant. Walaupun raga nya sudah tidak ada, namun jiwanya masih melekat di hati para penggemarnya. Rest In Peach Kobe Bryant.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait