Pemain Berjuluk “Lord”, sebagai Pujian Atau Sebatas Sarkas Candaan

Dipublikasikan oleh Muhammad Khoiruzzein
Reading Time: 3 minutes

Sumber: Gettyimages. Braithwaite merupakan pemain berjuluk lord karena tingkahnya.

Umpanbalik.id 20/08/2021 – Kata lord memang memiliki makna yang cukup berwibawa. Diartikan sebagai sang raja atau dewa, kata lord kerap kali digunakan pada orang yang memiliki pengaruh besar untuk sekitarnya. Namun berbeda halnya dalam sepak bola. Kata lord malah digunakan sebagai candaan kepada para pemain yang ekspektasinya tak sesuai dengan realita.

Bukan sepak bola namanya kalau pendukungnya tak memiliki cara yang unik untuk mengekspresikan kekesalannya. Jika FIFA memiliki penghargaan Ballon D’or untuk mengapresiasi pemain yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, ataupun julukan GOAT (Greatest of All Times) untuk pemain yang selalu memecahkan rekor di setiap penampilannya. Maka penggemar sepak bola juga memiliki penghargaan untuk pemain yang performanya jauh merosot dibawah rata-rata.

Kata lord yang mulanya memiliki makna sangar sebagai raja atau dewa, malah berbanding terbalik jika di sepak bola. Sematan kata lord diberikan bukan karena sebuah prestasi namun sebagai candaan sarkas kepada pemain yang cenderung banyak tingkahnya. Biasanya, pemain berjuluk lord banyak membual di media tentang kemampuannya tapi nihil dalam kenyataannya. Penggemar sepakbola juga menyematkan julukan lord pada pemain yang melakukan blunder-blunder fatal di pertandingan penting baik dalam pertahanan maupun penyerangan.

Sejarah Julukan “Lord” Dalam Dunia Sepakbola

Dilansir dari tuntor.com, julukan lord pertama kali hadir dalam dunia sepak bola pada musim 2013/2014, saat pemain bernama Nicklas Bendtner memulai ulahnya. Bendtner sendiri hingga sekarang merupakan pemain yang banyak diperbincangkan jika membahas tentang bualan dan prestasinya, saat ia melakukan debut bersama Wolfsburg di tahun 2014 lalu, semua penggemar sepak bola meliriknya. Bahkan di media sosial pun dibuat heboh jika ia dapat benar-benar berhasil mencetak gol ke gawang lawannya.

READ  Olahraga Berkuda: Memaksimalkan Psikis dan Jiwa Raga

Selain itu, dilansir dari panditfootball.com, sematan kata lord akibat kepercayaan diri sang pemain. Dalam suatu sesi tanya jawab Bendtner pernah ditanya apa yang akan ia lakukan jika suatu saat kontraknya di Arsenal habis? Dengan percaya dirinya ia menjawab “Mungkin saya akan pindah ke Real Madrid dan Barcelona.” Tidak hanya itu saja, beberapa kali Bendtner membual didepan media dengan membanggakan dirinya sendiri. seperti saat ia pernah berkata, “Saya ingin menjadi top skorer di Premier League dan di Piala Dunia, dan dalam lima tahun lagi, saya akan menjadi striker terbaik dunia, percayalah lambat laun hal itu akan terjadi.”

Lain kata lain juga perbuatan. Kepercayaan dirinya yang tinggi seolah mengatakan bahwa ia hebat di lapangan, tetapi ternyata itu semua berbanding terbalik saat pertandingan. Karir Bendtner bisa dibilang mandek dari saat ia membela Arsenal. Mulai dari tidak dapat menit bermain karena kalah persaingan, hingga rela dipinjamkan untuk mengembalikan kemampuan. Bendtner belum juga bisa kembali ke performa yang optimal. Dari berbagai macam bualan dan kejadian inilah kekonyolan dan tingkah Bendtner banyak diabadikan. Apalagi saat aksinya yang viral lantaran menggagalkan gol rekannya sendiri saat Arsenal tampil dalam ajang Liga Champions.

Beberapa Pemain yang Memiliki Julukan “Lord”

  • Loris Karius

Kiper berkebangsaan Jerman ini sejatinya tidak tampil begitu buruk. Tampil bersama Liverpool di ajang Liga Champions, blunder fatalnya berujung sematan lord didalam namanya. Berkesempatan tampil dalam Final Liga Champions melawan Real Madrid, Karius melakukan blunder saat gagal melempar bola yang ada di tangannya yang kemudian membentur kaki Benzema dan terjadi gol. Tak hanya itu, di pertandingan yang sama, Karius melakukan blunder lagi dengan gagal membendung tendangan Bale dan bola malah terpental masuk ke gawangnya sendiri. Hal ini membuat Liverpool harus mengurungkan niatnya untuk menjuarai Liga Champions kala itu.

  •  Harry Maguire
READ  Kata Netizen, PON XX Papua 2021 Malah Jadi Sebuah Dagelan

Berstatus sebagai bek termahal yang didatangkan spesial oleh Manchester United dari Leicester City ini diharapkan mampu menjaga pertahanan setan merah. Namun kenyataannya harga yang fantastis tidak menjamin kualitas permainannya. Dipercaya sebagai kapten tim Setan Merah, Maguire beberapa kali melakukan blunder yang merugikan. Salah satunya terjadi pada laga Manchester United melawan Sevilla di ajang Europa League 2020. Gol Sevilla terjadi karena kesalahannya yang tidak menghentikan bola tetapi malah melihat ke arah yang lain membuat timnya harus kebobolan. 

  • Martin Braithwaite

Nama Martin Braithwaite atau dikenal sebagai Lord Braithwaite mulai muncul ke permukaan akhir-akhir ini. Bermula dari Barcelona mendatangkan jasanya dari Middlesbrough pada awal 2020 lalu, Braithwaite banyak melakukan tingkah dengan membandingkan dirinya dengan Luis Suarez. Bahkan dalam satu kesempatan ia pernah berkata ingin meminta nomor 10 milik Messi jika suatu saat meninggalkan Barcelona. Namun, banyak bicaranya tidak seimbang dengan prestasi yang ia torehkan. Penampilannya yang tidak terlalu menonjol membuat ia dijuluki “Lord” oleh penggemarnya.

Munculnya julukan lord dalam sepakbola memang sudah pasti berawal dari candaan atau sindiran semata. Tetapi ada kalanya juga pemain berjuluk lord juga bisa membuktikan bahwa mereka layak disebut lord dengan makna yang sebenarnya. Namun kembali lagi, semua julukan dari para penggemar hanyalah sebatas kesenangan untuk berekspresi mendukung timnya berlaga.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait