Artistic Swimming, Harta Karun Keindahan Olahraga Akuatik

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: 4 minutes

Sumber: NBC 5 Dallas. Tim Victory Artistic Swimming dari ROC.


Umpanbalik.id 20/08/2021 – Keindahan akuatik berhasil menjadi daya tarik yang mampu membius siapapun yang melihatnya. Renang, jadi salah satu primadona di dalam tiap rangkaian olimpiade. Bagi seseorang yang belum pernah melihat olimpiade begitu dalam, artistic swimming mampu memberikan getaran rasa ‘harta karun’ yang dapat membuat terpana.

Lihatlah, di kolam renang dengan air yang berwarna biru bening, sekelompok penari renang meliukkan badannya dengan indah tanpa pernah menyentuh dasar kolam. Kehadiran mereka yang penuh dengan warna dan kelap-kelip sinar di wajah, berhasil membuat semua mata tertuju kepada mereka. Diawali dengan senyuman, pandangan mata satu sama lain dengan anggota tim, regu artistic swimming lompat indah menuju arena bermainnya.

Begitu menyatu dengan beningnya air kolam, sebuah lagu siap menggema di dalam stadion. Mereka mulai menyelam, melakukan berbagai gerakan koreografi sambil mendengar iringan musik. Jangan salah, kolam renang yang minimal memiliki kedalaman dua meter juga tidak diberi kesempatan untuk berada dalam kesunyian atau hanya ada suara gemericik air. Speaker di dalam air telah menjadi bintang utama yang menuntun para regu artistic swimming untuk tetap menari.

Tidak menunggu lama, kaki-kaki indah dari tiap perenang menunjukkan pesonanya dengan melayang ke arah atas. Berputar-putar dengan penuh semangat, melakukan synchronized koreografi, serta melompat ke udara. Membalikkan badan di dalam air tampaknya hanya jadi gerakan paling mudah bagi mereka. Bayangkan, menari dan melakukan flip di dalam air adalah bagian tersulit yang bahkan mustahil dilakukan orang awam.

Sebuah benda kecil bernama nose plugs juga hadir sebagai bagian dari tubuh para artistic swimmer. Benda itu harus menjepit hidung agar ketika melakukan flip, air tidak lolos begitu saja masuk ke dalam hidung. Biasanya, para atlet membawa satu cadangan lagi yang disangkutkan di baju apabila nose plugs itu lepas. Dilansir dari Olympics, rambut mereka juga harus dilapisi gelatin yang harus dipanaskan di suhu 40 derajat celcius agar tetap rapi dan tidak mengganggu performa.

Lain halnya dengan olahraga renang biasa, di sini penggunaan goggles dilarang keras ketika melakukan artistic swimming. “Goggles dapat menghalangi keindahan ekspresi artistik dari mata swimmer. Mata bisa menghasilkan koneksi yang kuat. Dengan kekuatan mata inilah, jadi cara mereka menggambarkan emosi di dalam musik,” ucap Olivia Federici, seorang atlet artistic swimming.

Kehebatan performa para artistic swimmer didukung dengan latihan keras selama delapan hari per jam. Kolam renang sudah menjadi nadi mereka tiap harinya dengan minimal latihan selama enam jam di dalam air. Ketika berada di daratan, mereka juga tidak tinggal diam. Dua jam perhari dihabiskan dengan melakukan latihan aerobik, lifting, berlari, dancing, dan rangkaian olahraga seperti plank, push up, dan lain-lain.

Koreografi wajib seperti egg beaters float, figures grace, dan sailboat menjadi poin utama yang harus ditunjukkan ketika sedang tampil. Belum lagi harus dikombinasikan dengan gerakan balet dan the boost, yang mana seorang artistic swimmer harus kembali ke atas air dengan penuh tenaga dan semangat. Dengan berbagai penjelasan di atas, bisa dibayangkan olahraga ini jadi salah satu olahraga tersulit yang pernah ada di olimpiade. Teamunify menuturkan alasannya penyatuan antara renang, koreografi, tahan napas, dan sinkronisasi jadi perpaduan epik yang bisa dirasakan.

Tidak bisa dipungkiri, kekuatan visual dari raut wajah artistic swimmer jadi yang paling menorehkan perhatian. Waterproof makeup dengan bold colour dan expressives style jadi yang paling penting bagi mereka. Walaupun dari jauh, keindahan warna dari riasan wajah mereka harus tetap terlihat. Mereka menggunakan maskara, foundation, eyeshadow, eyeliner, dan lipstik.

Dilansir dari Vogue, ada cairan bernama Aqua Seal yang ditambahkan ke eyeshadow apa pun, dan itu akan menahan air. Alvarez dan Koroleva, seorang artistic swimmer biasanya menggunakan dengan eyeshadows MAC, yang memiliki warna yang bagus. Detail riasan pada mata sangat penting, dan mereka membuat bayangan putih atau perak di bawah alis untuk lebih menonjolkan mata.

“Make up mereka harus tetap stay on sepanjang melakukan penampilan di dalam air. Dan itu harus menggunakan warna-warna bold. Penampilan dan garis wajah yang indah harus terlihat di mata juri dan penonton,” ucap Amy O’Neill, seorang make up artist dikutip dari The Things Celebrity.

Namun, seperti hadirnya sesuatu, sebuah keindahan pun memiliki antitesis yang menyertai. Sebuah bahaya juga turut hadir menemani para artistic swimmer di dalam air. Koreografi dengan tingkat bahaya tinggi akan memuaskan juri dan menghasilkan nilai yang tinggi. Bagi para artistic swimmer, hal itu justru menjadi kekhawatiran terbesar.

Gegar otak dan dislokasi bahu jadi masalah yang sebisa mungkin harus dihindari. Walaupun terlihat seperti berada di jarak aman, nyatanya jarak antara swimmer hanya terpisah delapan sampai dua belas inci. Jika sudah mengalami hal naas tersebut, butuh waktu tahunan untuk bisa pulih kembali. Bahkan, kesempatan untuk bisa berpartisipasi di olimpiade bisa mendadak terenggut dari hak mereka.

Belum cukup sampai disitu, masih ada satu bahaya lagi yang menyertai artistic swimmer. Karena dituntut untuk menahan nafas, bahkan para atlet dapat menahan nafas sampai tiga menit. Hal itu dapat menyebabkan shallow water blackout. Dilansir dari buku Star Pearls, kondisi itu di mana level oksigen di dalam otak sangat rendah, dan kadar karbon dioksida yang juga rendah. Jika hal ini terjadi, maka otak akan memerintahkan berhenti dan atlet akan terus tenggelam di air tanpa bisa naik ke atas kembali.

Olahraga akuatik yang satu ini memang sangat mengesankan, namun di lain sisi juga sangat membahayakan.
READ  Michael Phelps, Atlet Renang Tercepat Setara Ikan Hiu
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait