Pergunjingan Hengkangnya Messi dari Blaugrana

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.id – (19/08/2021) Masih teringat dengan momen saat Messi menangis di speech klarifikasi terakhirnya? Tangisan air mata yang diusap oleh selembar tisu itu sangat memukul hati para Decul. Bahkan tisunya pun dilelang dengan harga sekitar 14 Miliar, seperti yang ditulis libero.id.

Bukan, bukan seutas tisu yang mau kita bahas. Lebih dari itu, mungkin kita bertanya-tanya kenapa Messi tidak dipertahankan saja dengan main gratis dulu setelahnya baru digaji, setidaknya sampai keuangan Barca bisa stabil. Apakah Messi se-‘matre’ itu? Hmm, faktanya Messi masih menerima 15 Juta Euro di tahun 2017 saat ia memperpanjang kontrak dengan Barca ketika sedang kalut dengan keuangannya.

Alasan mengejutkan kenapa Messi tidak bisa bermain gratis, karena faktor tidak didaftarkan ke Barcelona setelah 30 Juni. Barcelona harus mendaftarkan beban gajinya dengan peraturan La Liga sebelum mendaftarkan Messi. Jadi bisa diibaratkan kalau pemasukan dan pengeluaran Barca benar-benar sedang di fase kacau. 

Pada setiap pers conference-nya Messi selalu menyebut, “I do all I can.” Messi mengutarakan sudah berulang kali meminta pemotongan gaji 50 persen. Pastinya pertanyaan yang muncul di kepala kita, kenapa Messi hanya minta memangkas 50 persen gajinya, kenapa tidak 90 persen? Toh Messi juga masih bisa hidup dengan uangnya yang masih banyak untuk enam bulan kedepan sampai klub Blaugrana bisa bangkit secara finansial.

READ  Makanan Berminyak Tak Senikmat Nutrisi yang Banyak

Eitss… kamu perlu tahu ada aturan upah minimum gaji masyarakat Spanyol, dan ini mungkin menjadi alasan Messi tidak bisa memangkas gajinya lebih dari 50 persen. Jadi Barca tidak bisa memainkan Messi dengan hanya membayar lima persen gaji untuk Messi karena akan menyalahi aturan upah minimum gaji di Spanyol, seperti yang diperbincangkan dalam Podcast Box 2 Box Football.

Pergonjang-ganjingan masalah Messi akan hengkang ini sudah lama didengar, bermula dari sistem warisan buruk yang ditinggalkan presiden sebelumnya, Josep Maria Bartomeu dan tim manajemennya. Inti permasalahannya dalam pengelolaan klub saat itu gaji para pemain dibuat melambung tinggi hingga 110 persen dari pemasukan. Walaupun dengan melepas Messi, gaji para pemain masih dinilai dengan angka 95 persen dari pemasukan.

Sementara gertakan datang dari Financial Fair Play atau FFP, Liga Spanyol yang mengharuskan klub untuk paham cara mengimbangi neraca keuangan. Sebenarnya aturan ini berguna untuk mewanti-wanti klub dari jeratan utang yang tentunya akan merugikan klub tersebut. Aturan ini juga menolak keras bila ada para pemilik klub menggunakan uang pribadinya hanya demi mencapai keinginan atau target klub itu sendiri.  

Alhasil, Barcelona dihadapkan pada pilihan sulitnya untuk meredakan akumulasi utangnya. Ingin membuang dan menjual banyak pemain demi menyeimbangkan neraca tadi juga tidak mungkin dilakukan. Karena pasti berdampak pada tingginya kompensasi buat para pemainnya. Jalan pintas lainnya adalah dengan Barcelona memberikan sebagian hak audio visual kepada CVC Capital Patners. Supaya CVC bisa menyuntikkan dana 270 juta euro untuk sampai ke musim depan yang dapat membantu membayar gaji Lionel Messi. 

Tapi nyatanya tawaran jalan pintas itu ditolak mentah-mentah oleh Laporta dan jajarannya. Laporta beralasan tak mau menyia-nyiakan nasib klub dengan memberikan hak hipotek TV Barca karena baginya, klub adalah segalanya. Hingga berujunglah pada pilihan merelakan kepergian Messi untuk saat ini. Padahal Laporta dan tim telah melakukan negosiasi yang panjang dengan pihak Liga Spanyol untuk mengatasi permasalahan ini.

READ  Istilah Liga Petani, Olokan dalam Liga Sepak Bola

Messi yang menjadi muka bagi Barcelona terpaksa hengkang akibat miss management yang buruk terjadi pada Barcelona. Namun sepanjang kegalauan Messi yang terlihat di layar kaca, Messi selalu berucap optimis untuk selalu berupaya kembali ke rumahnya (read: Barcelona). Yaa… bisa dibilang Messi ingin menyelesaikan kariernya terakhir kali dengan kembali bermain di klub kesayangannya itu.

Sumber Foto : Gettyimage.com, “Lionel Messi melihat bendera Pro-Kemerdekaan Catalan dipertandingan La Liga antara Barcelona dan SD Eibar di Camp Nou.”

Hasil kepergian Messi dari Barcelona menimbulkan tanda tanya besar, Barcelona tanpa Messi, atau Messi tanpa Barcelona akan untung atau rugi? Para pengamat ekonomi sepak bola menanggapi bahwa figur Messi memberikan keuntungan finansial terukur dengan besaran 20-30 persen dari total pemasukan Barcelona.

Dilansir dari New York Times, Barcelona jelas mengalami kerugian karena ditinggal Messi. Dari hal yang berbau pendapatan iklan saja juga banyak dibantu oleh sosok Messi. Data yang ditulis soccer.com mengemukakan, produk seperti merchandise contohnya jersey Barcelona dengan nama Messi menjadi produk yang paling banyak diincar di Amerika Serikat tahun 2020 lalu. 

Lalu, apakah Messi merugi secara finansial ketika meninggalkan Blaugrana? Dilihat dari klub kaya PSG yang meminang Messi dengan harga fantastis. Sobat Sport bisa menemukan jawabannya. Apapun itu,  loyalitas Messi maupun para pecintanya di Barcelona tak cukup dinilai dengan harga berapa pun.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait