Genggam Ivy League, Gelar Atlet, dan NCAA Amerika Serikat

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: 3 minutes

Sumber: detik.com. Gabby Thomas, lulusan Harvard, Menang Medali Perunggu.

Umpanbalik.id 07/08/2021 – Salah satu orang yang sedang mendapat gelar sebagai student-athlete adalah seorang sprinter hebat yang melebarkan senyumannya ketika kakinya berhasil menyentuh garis finish berwarna putih di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Namanya Gabby Thomas, seorang sprinter asal Florida, Amerika Serikat, lulusan Universitas Harvard dan berhasil mendapatkan medali setelah Harvard menunggu selama satu abad. Perolehan terakhir medali dari lulusan Harvard terakhir terjadi tahun 1896 lalu.

Gabby Thomas berhasil sampai pada garis finish lari nomor 200 meter hanya dalam waktu 21,87 detik. Hal mengesankan lainnya, Gabby Thomas lulus sarjana dari jurusan neurobiologi di Universitas Harvard dan sekarang melanjutkan gelar masternya di jurusan epidemiologi di University of Texas. Bukan tanpa alasan Gabby memilih jurusan tersebut. Saudara kembarnya menderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), sedangkan adiknya menderita autisme. Gabby ingin menjadi ‘penyembuh’ untuk para saudara-saudaranya. “Kedua saudara laki-laki saya membawa saya ke neurobiologi,” kata Thomas dikutip dari Kompas.com.

Masuk ke Universitas Harvard sendiri bukanlah sebuah kemudahan bagi Gabby Thomas. Ketika masih di usia sekolah, Gabby Thomas didesak oleh ibunya untuk berlari atau menjadi atlet lari. Gabby menyanggupinya dan mulai berlari sejak tahun pertamanya di SMA Williston Northampton School di Massachusetts. Dari prestasi yang sudah dipupuk sejak sekolah, Gabby berhasil menarik perhatian salah satu perguruan tinggi di Amerika Serikat dan berhasil masuk ke Universitas Harvard. Tidak perlu berpikir lama, Gabby menerima tawaran itu untuk menjadi mahasiswa di Universitas Harvard. 

Bakat atlet lari tentunya tidak luntur di diri Gabby Thomas. Namun, di bidang akademis Gabby juga menunjukkan keseriusannya sebagai mahasiswa yang berkomitmen dan berusaha semaksimal mungkin. Dilansir dari Kompas.com, ketika berada di Harvard, Gabby Thomas pernah dinobatkan sebagai Penampil Trek Paling Luar Biasa di Ivy League tahun 2017 dan 2018. Selain itu, ia juga pernah memenangi pertandingan lari 200 meter NCAA pada tahun 2018.

READ  Pesepak Bola Butuh Mental Health yang Sehat Juga?

Fenomena atlet-mahasiswa ini merupakan suatu hal yang sudah umum di Amerika Serikat. Di sana, terdapat jalur masuk dan beasiswa yang dikhususkan untuk atlet berprestasi di sekolah SMA, yang mempunyai kesempatan besar untuk masuk dalam kampus-kampus bergengsi di Amerika Serikat. Biasanya seorang atlet-mahasiswa ini dinaungi oleh lembaga bernama NCAA.

 

National Collegiate Athletic Association (NCAA) 

NCAA menjadi lembaga paling terkenal, berpengaruh, dan bergengsi di Amerika Serikat yang merupakan sebuah asosiasi yang bertugas untuk mengurus program olahraga di perguruan tinggi atau universitas di Amerika Serikat. Organisasi ini paling terkenal dengan pertandingan olahraga antar universitas di tingkat mahasiswa yang paling besar di dunia. 

Kuliah di Amerika Serikat apalagi di top universitas memakan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu, banyak mahasiswa yang menjadi student-athlete yang mana mereka dilatih secara profesional. Dengan menjadi student-athlete ini, maka mahasiswa itu bisa mendapatkan beasiswa. Peran sebagai atlet sering menjadi ‘sampingan’ untuk para mahasiswa agar mendapat gelar dari kampus. Atlet terkadang tidak menjadi long term goals mereka. 

Ketika di Olimpiade Rio 2016, mayoritas atlet Amerika Serikat merupakan student-athlete yang memang memiliki bekal cukup kuat di bidang olahraga. Dikutip dari Mainbasket.com, kompetisi NCAA sangat bergengsi karena pencari bakat dari klub olahraga profesional akan hadir menonton. Salah satu syarat mutlak dari NCAA ini adalah menjaga status mahasiswa, dan bukan sebagai atlet profesional. 

Masih dilansir dari Mainbasket.com, hal itu diterapkan NCAA dengan menimbang berbagai alasan, salah satunya Penelitian dari The College Board yang menunjukkan bahwa pendapatan gelar sarjana lebih tinggi daripada lulusan SMA. Lewat sistem dan seleksi yang sangat rapi, NCAA menyediakan kesempatan luas bagi para atlet berprestasi di SMA untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

READ  Lari Jauh Tanpa Ngos-Ngosan, Kok Bisa?

Karena dengan hal itu, jika performa seorang mahasiswa ini sebagai atlet tidak maksimal, atau sempat cedera yang mengganggu aktivitas olahraga, setidaknya mahasiswa masih mempunyai peluang untuk hal lain atau kesempatan kerja yang tetap ada. Dikutip dari The Guardian, sayangnya ada beberapa isu dari NCAA yang malah menimbulkan banyak kontroversi. Mulai dari perguruan tinggi yang malah mendapatkan sebagian besar hasil dari para atlet-mahasiswanya, atau mahasiswa yang hanya sedikit diberi bayaran. 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait