Sejarah Panjang, Sumber Kekuatan Panahan Korea Selatan

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: 4 minutes

Sumber: Getty Images/Adek Berry. Tim regu putri Korea Selatan di Olimpiade Tokyo 2020.

Umpanbalik.id 05/08/2021 – Layaknya gerbang pertahanan, olahraga panahan Korea Selatan masih menunjukkan sisi kegagahannya. Dinasti keberhasilan panahan di Korea Selatan belum terpatahkan sampai sekarang. Menilik ke prestasi terakhir, Korea Selatan berhasil menyabet medali emas di semua nomor panahan Olimpiade Tokyo 2020. Mulai dari regu campuran, regu putri yang sembilan kali berturut-turut meraih emas dari Olimpiade 1988, atau regu putra yang juga mendapat lima medali emas berturut-turut di ajang olimpiade.

Perlu diperhatikan, peroleh prestasi itu bukan sekadar angan-angan, namun dipupuk sedemikian rupa untuk menciptakan keajaiban yang berulang. Lalu, apa rahasia besar dibalik keberhasilan itu?

Jika dilihat dari aspek sejarah, Korea Selatan memiliki tradisi memanah sejak zaman prasejarah dengan busur tradisionalnya yang dikenal gakgung atau busur tanduk. Ketika Jepang melakukan invasi besar-besaran di Korea Selatan, kemenangan pertempuran berhasil diraih karena keterampilan pemanah militer Korea dalam menggunakan busur. Lalu pada abad ke-19, ketika keadaan perang menurun, panahan telah menjadi olahraga rekreasi yang populer dan digemari warga.

Ketika berada di era 1970-an, rezim Korea Selatan mewajibkan anak laki-laki untuk berlatih intens dalam olahraga taekwondo. Sedangkan anak perempuan diwajibkan untuk menekuni panahan. Waktu terus berjalan, pada Kejuaraan Dunia 1979, Kim Jin Ho berhasil menjadi juara panahan modern pertama yang membawa revolusi olahraga panahan di negara ini. Kim Jin Ho pun berperan sebagai pelatih nasional Korea Selatan mulai tahun 1981 sampai 1997.

Antaranews menuturkan, ketika menjelang Olimpiade Seoul 1988. Presiden Korea Selatan yang memiliki latar belakang militer Chun Doo-hwan, memberi perintah ke kalangan pengusaha untuk mensponsori federasi olahraga panahan untuk memaksimalkan prestasi. 

Dukungan Utama dari Hyundai Group di Korean Archery Association

READ  Ketika Isu Rasisme dan Bullying Terus Menerus Dilakukan Korea Selatan dalam Ajang Olimpiade

Peran terbesar dari panahan Korea Selatan berasal dari dukungan setia Hyundai Group yang menggelontorkan dananya bahkan sampai 626 miliar untuk berkontribusi ke Korean Archery Association. Dilansir dari The Korea Economic Daily, Hyundai Group telah menjadi sponsor utama tim panahan selama 36 tahun sejak 1985. Di bawah sponsor Hyundai Group, KAA juga menjadi tuan rumah Kejuaraan Panahan Dunia 1985 dan 2009 di Korea Selatan.

Berkat dukungan finansial dan teknis dari perusahaan tersebut, Korea Selatan telah menunjukkan dominasinya dalam olimpiade selama 35 tahun terakhir, dengan memenangkan 26 emas, sembilan perak, dan tujuh medali sampai saat ini. Menurut The Korea Times, hubungan antara Hyundai Group dengan panahan dimulai ketika Chung Mong-koo, presiden dari Hyundai Precision dan Industri memutuskan untuk mendukung Seo Hyang-soon, atlet panahan individu putri di Olimpiade Musim Panas Los Angeles tahun 1984.

Hyundai Group bahkan melakukan kegiatan penelitian ilmiah untuk meningkatkan kinerja para atlet. Dilansir dari Arirang News, perusahaan besar ini mendukung performa atlet dengan teknologi tercanggih menggunakan artificial intelligence. Ketika atlet akan melepaskan panahnya, alat ini mampu menganalisis raut wajah atlet, menghitung detak jantung atlet yang berguna untuk membuat atlet lebih tenang dan berkonsentrasi dalam pertandingan. 

Jika atlet sudah melepaskan panahnya, angka perolehan akan terekam otomatis di program dan deep learning system akan langsung mengumpulkan kompilasi video atlet ketika berlatih yang dapat digunakan untuk menganalisa pola permainan dan memperbaiki poin yang rendah. 

Latihan dan Kompetisi yang Sangat Sengit

Proses latihan tiap atlet panahan Korea Selatan memang sangat dahsyat. Rata-rata pemanah elit Korea Selatan berlatih hingga 10 jam perhari, dan dalam seminggu mampu menghasilkan 3.500 tembakan anak panah. Bagi para pemanah junior, latihan menembak sebanyak 500 kali sudah biasa dilakukan. Ketika musim olimpiade, para pemanah berlatih di tengah hujan atau musim dingin dengan sangat keras.

READ  Olahraga Golf: Antara Gaya Hidup dan Harga Diri Kaum Papan Atas

Persaingan untuk masuk ke tim nasional panahan Korea Selatan sangat ketat dibanding masuk ke olimpiade. Jika seseorang sudah berhasil masuk ke tim nasional, maka olimpiade akan terasa tidak semenyeramkan seleksi masuk tim nasional Korea Selatan.

“Di kompetisi percobaan ke olimpiade, kami melawan para atlet panahan yang memiliki kualifikasi sangat tinggi antara satu sama lain,” kata Kang. “Dan karena kami melalui banyak sekali seleksi di kompetisi percobaan, kami tidak gelisah lagi. Pemanah dapat gugup berkompetisi di ajang olimpiade. Namun ketika berpikir tentang bagaimana berhasil melewati masa uji coba menuju olimpiade, maka seharusnya bisa baik-baik saja,” lanjutnya dikutip dari The Korea Times.

Model latihan disajikan sangat inovatif seperti melakukan bungee-jumping untuk mengatasi rasa gugup, berlatih di stadion bisbol, dan mempelajari pola hujan serta angin. Untuk Olimpiade Tokyo 2020, pemimpin dari KAA yaitu Chung Eui-sun mendesain tempat latihan dan suasana semirip mungkin dengan lokasi di Tokyo.

Berada di Yumenoshima Park Archery Field, yang terletak di dalam Jincheon National Training Center, mereka mendesain suasana angin, kicauan burung-burung, lomba tanpa penonton, suara komentator olimpiade, dan bahkan terdapat juga awak kamera yang bertugas mensimulasikan suara-suara yang ditimbulkan dari pergerakan kamera. KAA merancang sedetail itu demi penampilan terbaik para atletnya.

“Lampu tempat latihan kami tidak pernah mati,” kata Kang, salah satu atlet peraih medali emas di Olimpiade Tokyo yang memberi gambaran tempat berlatihnya. Selain itu, Korea Selatan juga mempunyai tim psikolog yang kuat dari Korea Institute of Sport Science yang mendampingi mental atlet selama latihan sampai pada tahap pertandingan besar.

Tradisi latihan yang sangat dahsyat dimiliki Korea Selatan untuk olahraga panahan. Olahraga ini terus dijadikan primadona yang memiliki prestige sangat tinggi di Korea Selatan. Bukan hanya dari aspek sejarah saja, namun olahraga panah juga mempertaruhkan reputasi perusahaan-perusahaan besar di baliknya. Belum lagi ditambah ‘kepercayaan’ bahwa genetik dan jari lentik orang Korea Selatan yang disebut sebagai salah satu penyebab dibalik gagahnya kesuksesan olahraga panahan. 

READ  Pemain Berjuluk “Lord”, sebagai Pujian Atau Sebatas Sarkas Candaan

Unbeatable archery comes from South Korea.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait