Liga Inggris Batasi Heading sebagai Jaminan Pemain Pasca Tanding

Dipublikasikan oleh Muhammad Khoiruzzein
Reading Time: 3 minutes

Source: AFP/ LINDSEY PARNABY.
Kyle Walker saat melakukan heading dalam lanjutan Liga Premier Inggris.

Umpanbalik.id 05/08/2021 – Jeda kompetisi elit eropa masih belum berakhir, ditengah hiruk pikuk kabar transfer pemain yang pergi ataupun yang hadir. Ada keputusan menarik dari liga inggris yang menjadi pionir. Pembatasan heading menjadi langkah menarik yang bisa disortir, sebagai aturan baru demi kesehatan pemain di penghujung karir.

Akhir bulan Juli kemarin, Asosiasi sepakbola Inggris (FA) meminta kepada semua klub di Inggris untuk mulai menjalankan kebijakan baru mereka. Kebijakan baru tentang menyundul bola sudah mulai mereka resmikan di musim 2021 atau 2022 mendatang. Kabarnya dalam aturan tersebut seorang pemain hanya dibatasi untuk melakukan 10 sundulan per-minggu dalam sesi latihan.

Dilansir dari theguardian.com, rekomendasi tersebut akan membatasi pemain untuk melakukan 10 sundulan berkekuatan tinggi dalam latihan sebagai upaya tidak lanjut terhadap potensi resiko kesehatan akibat terlalu seringnya menyundul bola, termasuk penyakit demensia. Sedangkan dilansir dari premierleague.com, regulasi ini berlaku kepada semua anggota asosiasi sepakbola inggris seperti klub di Premier League, EFL, Barclay’s Women Super League, FA Women’s Cup, Sistem Liga Nasional, hingga sepakbola wanita tingkat 3 dibawahnya. Bahkan, Anak-anak yang tergabung dalam klub sepakbola sudah dilarang sepenuhnya untuk melakukan latihan ini.

Fokus Pada Sesi latihan

Regulasi yang baru dijalankan di musim 2021/2022 ini ternyata berfokus pada saat sesi latihan saja. Dimana pada pertandingan resmi tentunya masih belum dibatasi karena dalam situasi baik bola mati, ataupun bola hidup akan banyak sekali terjadi bola lambung yang kerap diselesaikan dengan heading. Oleh sebab itu, dalam panduan tersebut juga terdapat rekomendasi agar setiap klub mengembangkan profil pemain dengan mempertimbangkan jenis kelamin, usia, posisi dia bermain, jumlah sundulan per pertandingan, dan juga jenis sundulannya.

READ  6 Olahraga Ringan Saat Bulan Puasa

Profil tersebut dapat digunakan untuk memastikan bahwa heading yang dilakukan saat latihan mencerminkan jenis dan jumlah heading saat pertandingan. Jadi, staf dari masing-masing klub harus memastikan para pemainnya memiliki waktu recovery yang cukup untuk sembuh dari efek sundulan yang mereka lakukan. Hal ini dilakukan karena kabarnya, FA tidak akan mengawasi secara langsung praktek pembatasan heading ini. Jadi, asosiasi sepak bola Inggris berharap pada setiap klub untuk bersinergi dan mematuhi regulasi yang ada.

Selain memberi batasan untuk melakukan sundulan, dalam panduan ini juga diterangkan beberapa sundulan yang masih mungkin dilakukan berulang kali. Seperti contohnya bola sundulan dari lemparan kekuatannya lebih rendah daripada bola sundulan yang berasal dari tendangan. Selain itu, sundulan yang berasal dari lompatan berdiri ditempat juga dikategorikan berkekuatan rendah dibandingkan dengan sundulan dari berlari ke arah bola.

Regulasi Dibuat untuk Kesejahteraan Pemain

FA membuat regulasi ini bukannya tanpa alasan, sebelum diberlakukannya regulasi ini, FA tentunya sudah melalui beberapa penelitian. Dalam penelitian itu disebutkan bahwa mantan pemain sepakbola lebih tinggi resikonya meninggal karena penyakit neurodegeneratif yang merupakan dampak dari menyundul bola.

Studi yang sama menunjukkan bahwa sebagian besar heading terjadi pada saat latihan. Ini terjadi karena sesi latihan sundulan bisa terjadi berulang-ulang, khususnya pada saat latihan skema tendangan pojok dan juga tendangan bebas. 

“Langkah-langkah ini telah dikembangkan setelah studi dengan pelatih dan petugas medis dan mewakili pendekatan yang hati-hati sementara kami mempelajari lebih lanjut. Kami berkomitmen untuk penelitian medis lebih lanjut untuk mendapatkan pemahaman tentang risiko apa pun dalam sepak bola, sementara ini mengurangi faktor risiko potensial,” ucap Mark Bullingham dikutip dari thefa.com.

READ  Penalti Panenka: Antara Mempermalukan atau Dipermalukan

Melakukan sundulan pada bola memang tidak memberikan efek samping secara langsung. Tetapi, dari penelitian yang berjudul Effects of Soccer Heading on Brain Structure and Function membuktikan bahwa dari subjek penelitian mantan pemain sepakbola berusia 39 sampai 68 tahun. Sepertiga diantara mereka mengalami  atrofi sentral ringan hingga sedang dengan pelebaran ventrikel lateral, yang sangat didukung oleh pengukuran linier dibandingkan dengan kontrol normal. Hal ini diasumsikan bahwa kerusakan otak timbul akibat bermain sepakbola selama bertahun-tahun, dan efek jangka panjang dari sundulan-sundulan mereka di masa lampau.

Heading bisa jadi salah satu skenario apik dalam suatu pertandingan. Banyak umpan dan gol cantik datang dari sebuah sundulan. Tetapi, regulasi yang mengatur sundulan juga berhubungan dengan kesejahteraan. Agar pemain tidak merasakan penyakit akibat sundulan meskipun sudah purna dari lapangan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait