Olimpiade Tokyo 2020: China Paling Banyak Borong Medali

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.id (04/08/21) – China tak hanya menunjukan taringnya dalam dunia teknologi dan modernisasi, di ajang Olimpiade olahraga dunia, para atlet China menjadi kompetitor paling disegani. Olimpiade Tokyo akan berakhir tanggal 8 Agustus 2021 dan China masih menghimpun banyak sekali prestasi yang dihasilkan selama masa Olimpiade Tokyo 2020. Sejak Olimpiade Barcelona tahun 1992 dilaksanakan, itulah titik dimana China menunjukan performa atlet-atletnya dengan bukti meraih 16 medali emas yang menjadikannya salah satu macan olimpiade. Pada Olimpiade Tokyo 2020 kali ini China telah berhasil mengumpulkan 32 medali emas,  20 medali perak, 16 medali perunggu dengan total mendapat 68 medali.

Perolehan medali yang banyak diborong oleh China, sepertinya menjadikan negara-negara lawannya harus melirik strategi yang dipakai oleh China. Pencapaian yang dilakukan oleh para atlet China tidak serta merta mudah dilakukan. China menyiapkan strategi konsisten dan terstruktur bagi para atletnya, dengan difasilitasi oleh pemerintah. Para atlet tidak hanya disaring berdasarkan kondisi fisik, kecerdasan dalam bermain, dan bakatnya saja. Melainkan para atletnya dibina sejak mereka berusia 6-7 tahun dengan mengkategorikan para atletnya masuk kedalam sekolah khusus olahraga. Sekolah-sekolah ini terdiri dari SD, SMP, SMA, bahkan China membuat Universitas khusus olahraga.

Pemerintah China sangat royal mengelola sumber daya manusianya menjadi atlet-atlet yang mumpuni tak lain tak bukan, China berambisi untuk memperoleh banyak medali emas dari para atletnya. Dilansir dari New York Times, pada tahun 2021 ini, China berhasil mengadang dua ribu lebih sekolah khusus olahraga. Hal ini menjadikan China yakin menurunkan 413 atletnya di Olimpiade Tokyo 2020.

READ  Olimpiade Tokyo 2020: Eko Yuli Legenda Angkat Beban Kembali Borong Medali Perak

Pada Olimpiade Tokyo 2020, ternyata China menghadapi rivalnya yakni Amerika Serikat dalam menghimpun banyak medali. Namun hebat, China masih menjadi kompetitor yang ditakuti sejak zaman perang dingin. Kunci dari keberhasilan China sebenarnya bisa diamati dari sikap kompeten pemerintah yang dengan lantang menyuarakan dana dukungan kepada para atletnya. Dikutip dari Narasi Newsroom pagi, China dengan mudah mengeluarkan 4,5 Miliar di tahun 2016 untuk memfasilitasi para atlet. Sejak saat itu China semakin taat memperbaiki struktur kelemahan dan kelebihan dalam bidang olahraga negaranya.

Dilansir dari Sport.tempo.co, tahun ini China memiliki strategi yang memfokuskan untuk menonjolkan olahraga-olahraga yang kurang dari negaranya dan melihat peluang olahraga yang banyak menghasilkan medali emas dengan jor-joran mengeluarkan dana. Alhasil 75 persen medali emas di Olimpiade Tokyo berhasil dimenangkan oleh China dari cabang olahraga angkat besi, tenis meja, menembak, menyelam, bulu tangkis, senam, dan masih banyak lagi. 

Sumber foto: Getty image, “atlet penembak China memenangkan medali emas”

Strategi China semakin diperkuat dengan sikap konsisten negaranya dalam menetapkan pedoman standar olimpiade, yang diikuti oleh lini bantuan dan akses yang mudah didapat oleh para atlet. Salah satunya yang paling mengagumkan adalah ketika China berhasil melatih 46 instruktur pelatih, mulai dari pelatih untuk olahragawan umum sampai pelatih untuk olahragawan paralympic dan olahraga-olahraga khusus yang baru digadangkan. Tidak ada yang mustahil bagi China dalam menerapkan sikap loyalitas pada bidang olahraga yang mampu menyematkannya sebagai macan dunia olahraga dan disegani oleh seluruh mata dunia. 

Uniknya, tidak hanya melatih dari segi fisik. China juga menambahkan pelatihan sprint kritis, untuk mengatasi kurangnya pengalaman para atlet dalam bertarung yang mengakibatkan kurangnya kompetisi dari para atlet. Dilansir dari ligaolahraga.com, cabor yang menjadi perhatian khusus untuk diterapkan sprint kritis ini adalah olahraga bulu tangkis. Mengingat cabor olahraga ini paling ketat persaingannya dan juga rasa optimis para pelatih untuk menjadikan atletnya menduduki rangking tertas.  Tidak hanya kala Olimpiade Tokyo bergulir, China ternyata sedari dulu sudah mulai mengirimkan paling sedikit 400 atlet yang berkompetisi dalam 26 cabang olahraga. Saat Olimpiade Rio 2016, China mengirim 416 atlet dan menjadi negara yang paling banyak mengeluarkan atletnya daripada peserta olimpiade negara lain.

READ  Guide Runner, Si Pendamping Atlet Lari Tunanetra

Berita media Xinhua China juga melaporkan bahwa, China membidik medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 dalam cabang olahraga tenis meja, loncat indah, bulu tangkis, taekwondo, renang, dan voli. Sikap ambisius ini menghantar China mencatat pencapaian untuk berada di posisi teratas klasemen Olimpiade Tokyo 2020 sampai saat ini. Diikuti oleh Amerika Serikat dengan 22 medali emas, 27 medali perak, 19 medali perunggu dan Australia dengan 19 medali emas, 6 medali perak, dan 11 medali perunggu. Sementara untuk tuan rumah sendiri mendapatkan 14 medali emas, 4 medali perak, dan 15 medali perunggu. 

Meskipun Indonesia merasa puas dengan perolehan 1 medali emas, 1 medali perak dan 3 medali perunggu. Sepertinya strategi Negara Bambu tersebut harus banyak dipelajari oleh Indonesia, supaya lebih banyak melahirkan atlet-atlet yang berkualitas. Bagaimana menurut Sobat Sport?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait