Rio Waida: Penakluk Papan Surfing Keturunan Jepang yang Membela Indonesia

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 4 minutes

Sumber Foto: Getty Images, Rio Waida dari Indonesia melaju langsung ke Ronde 3 dalam Corona Bali Protected 2019.

Umpanbalik.id 02/08/2021 – Sosok peselancar blasteran Indonesia-Jepang ini memilih mewakili Indonesia di cabor spesial yang dipertandingan di Olimpiade Tokyo, negara kelahirannya. Rio tampil bersinar saat mengibas di lautan air pantai, cabang olahraga Selancar menjadi edisi keunikan dalam pertandingan di laga Olimpiade Tokyo 2020 selain skateboard, panjat tebing, dan lainnya. Namun di bibir Pantai Tsurigasaki, Rio Waida seakan menunjukan kegagahannya dalam mengarungi ombak pantai. Selain tampil menarik di arus ombak, sebelumnya Rio Waida juga mencuri perhatian pada saat membawa bendera Indonesia di pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 di Olympic Stadium, Tokyo, lengkap dengan pakaian adat Bali kota tercintanya, dengan gagah Rio memandu 10 personil atlet berjalan di tengah stadion.

@riowaida_Last night was a crazy night. I won’t forget this moment! Saya akan semangat untuk Indonesia untuk besok🇮🇩 #olympics #semangatolimpiade #fyp

♬ original sound – TRavelJAPAN🇯🇵

Ternyata tujuan dari dipilihnya Rio sebagai flag bearer diancang oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang menarik makna adanya kesinambungan antara background Rio dengan Jepang. Rio yang memiliki keturunan Jepang dari ibunya, Kaoru Waida dan sang ayah yang berasal dari Jember mengaku sangat merasa terhormat dipilih sebagai flag bearer Indonesia.

Saat sesi kualifikasi peselancar, Rio dinyatakan lolos Olimpiade International Surfing Association (ISA), pada saat membuktikan diri dengan menduduki posisi runner up di ajang ISA World Surfing Games 2019 tepatnya di Miyazaki, Jepang. Ketika tampil di hari pertandingan Rio mencoba menangkap ombak sebanyak mungkin, di sini para juri menghitung poin dengan tingkat kecepatan, kekuatan, dan inovasi dalam aliran arus ombak. Namun sayangnya, papan selancar Rio harus berhenti karena tersisihkan dari peselancar Jepang, Kanoa Igarashi. Kekalahan itu sempat membuatnya cukup kecewa, tetapi dengan umur yang masih muda Rio merasa optimis untuk kembali berdedikasi meraih medali di Olimpiade 2024 untuk Indonesia.

Bakat selancar Rio ternyata diturunkan oleh kedua orang tuanya, yang juga hobi berselancar. Dikutip dari Wordsurfleague.com, keinginan orang tuanya melihat Rio menekuni dunia selancar sempat terhambat lantaran Rio memiliki riwayat medis yang menghambat pertumbuhannya.  Beberapa kali atlet 21 tahun ini harus menjalani pengobatan hormon, hingga kini ia bisa tampil tegap dan bertalenta di cabor surfing. 

Rio mengawali debutnya tahun 2016 lalu, dengan menjadi juara Quiksilver Young Guns Surf Event. Tak tanggung-tanggung Rio berhasil mengalahkan atlet dengan jam terbang tingkat Internasional. Dikutip dari sport.tempo.co, pada ajang kompetisi tersebut dihadiri oleh peselancar dari berbagai negara dan Rio berhasil memperoleh peluang dengan ombak di Oceanside California, serta merebut posisi pemenang utama mengalahkan delapan finalis hebat lainnya. Kemenangan itu lantas menjadi keyakinan bagi Rio untuk menekuni cabor selancar di kancah Internasional. Rio kembali berhasil menduduki posisi ketiga saat laga adu ombak dipertandingkan pada Minami Boso Junior Pro tahun 2016 di Chitose Beach, Minamiboso Chiba, Jepang.

Tak hanya puas di tahun 2016, pada tahun 2017 juga membawa angin sedap bagi Rio dengan catatan prestasi meraih posisi kedua di kompetisi NIB Pro Junior yang diadakan di Newcastle Australia. Dan kembali menggulir kejuaraan di peringkat kedua tepatnya di tanah air, Bali Pro 2017 yang dilaksanakan di Pantai Watu Karung, Pacitan. Di penghujung tahun 2017 Rio menutup torehan prestasi di tahun itu dengan mengambil posisi ketiga pada kejuaraan ISE Shima Pro Junior, Jeep International Hainan Surfing Open 2017, Taiwan Open 2017, dan yang paling memukau Rio berhasil melengkapi prestasinya dengan memperoleh peringkat pertama dalam WSL Asia dan menggenggam trofi World Surfing League (WSL) Asia 2017. 

Tahun 2018 Rio mengambil posisi kedua Kuri Pro 2018, posisi ketiga Taiwan Open Junior Championship 2018 yang memberi sematan kepadanya sebagai juara di Minami Boso Junior Pro, 2018 dilengkapinya dengan gelar juara ISE Shima Pro Junior 2018, Billabong Junior Series Ballito 2018. Tahun 2019, ia menorehkan prestasi dengan posisi kedua Kompetisi Murasaki Shonan Open, peringkat ketiga di White Buffalo Hyuga Pro 2019, dan mengharumkan citra Indonesia dengan medali perak di Pesta Olahraga Asia Tenggara, SEA Games 2019. Sedangkan di tahun 2020 Rio tampil hebat dalam Corona Open China di posisi ketiga.

Dilansir dari Wordsurfleague.com, WFL menilai teknik yang dimiliki Rio Waida sangat luar biasa dalam hal tube riding, kecepatan, timing, dan teknik bermain di udara yang membuat Rio berselancar dengan halus menaklukan ombak-ombak besar terbaik di dunia. Rio telah menyumbangkan medali perak untuk Indonesia di tahun 2019 pada Pesta Olahraga Asia Tenggara yang berlangsung di Filipina. 

@riowaida_Hari ke-4 di #tokyo2020 latihan di pantai hari ini🙏🏽 #olympics #fyp

♬ ummm hello – Oli Main

Saat berlaga di Olimpiade Tokyo Rio tampak menikmati suasana Olympic Village, ia aktif membagikan momen manis saat berlaga di Jepang dalam akun Tiktoknya. Rio pun selama ini menyuarakan skill di channel Youtube pribadinya. Kehadiran Rio dalam Olimpiade Tokyo 2020 menjadi sebuah kejutan bagi mata masyarakat Indonesia. 

Jika dulunya rakyat Indonesia asing mendengar atlet peselancar, kini hadirnya Rio Waida membuka pandangan bahwa bangsa Indonesia harus mendukung atlet muda dengan talenta yang luar biasa dari berbagai macam cabang yang diwakilkan anak bangsa. Eksistensi Rio saat ini membuatnya diberi julukan si pemburu ombak, Rio adalah salah satu dari sekian banyak atlet yang memiliki rasa optimis untuk tetap mengharumkan nama Indonesia di laga penting kelas dunia, akankah kita menjadi saksi perjuangan Rio meraih medali emas untuk Indonesia di Olimpiade 2024? Kawal selalu atlet kebanggaan bangsa, salam olahraga!

READ  Tong Sin Fu: Pelatih yang Disia-siakan Indonesia
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait