Ketika Isu Rasisme dan Bullying Terus Menerus Dilakukan Korea Selatan dalam Ajang Olimpiade

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: 3 minutes

Sumber tertera di foto. Aksi Kontroversial Korea Selatan di Olimpiade Tokyo 2020.

Umpanbalik.id 02/08/2021 – Saat gema meriahnya olimpiade sedang digaungkan oleh banyak masyarakat dunia, ternyata masih banyak bagian di dalamnya yang tercoreng dengan pemicu perpecahan. Harapan dan makna dari logo lima buah lingkaran di olimpiade karya Pierre Fredy Baron de Coubertin seperti perlahan memudar. Negara Korea Selatan menjadi sorotan karena terus menerus membuat keributan yang mampu membuat masyarakat dari negara lain mengernyitkan dahi. Terheran, namun disisi lain seperti telah terbiasa.

Sebuah tagar #SouthKoreaRacist telah bertahan populer di Indonesia dengan total 23 ribu cuitan setelah munculnya pernyataan protes atlet panahan Korea Selatan yang menyebut lawannya dari Iran sebagai seorang teroris. “Sering teriak keadilan, tapi sendirinya rasis.” tampaknya sudah menjadi tagline yang melekat untuk Korea Selatan.

Jika dilihat mundur, pernyataan protes dari atlet tembak Korea Selatan itu mempunyai dasar yang mampu menyebabkan pola pikir seperti itu. Hubungan politik antara Amerika Serikat dan Korea Selatan menjadi salah satu penyebabnya. Ibaratnya, Korea Selatan masih menjadi boneka oleh Amerika Selatan.

Sebuah karya akhir berjudul Perilaku Diskriminasi terhadap Orang Asing di Korea Selatan menjelaskan, jika dilihat dari segi sejarah, tentara Amerika banyak melakukan perlakuan buruk dengan warga Korea Selatan yang menyebabkan banyak dari warga Korea Selatan tidak menyukai kehadiran orang asing di negaranya. Ditambah lagi, hukum mengenai anti diskriminasi belum kuat ditegakkan di Korea Selatan.

Keumjae Park dalam jurnal Ethnic and Racial Studies-nya juga mengatakan Korea Selatan memiliki sejarah dan pola pikir yang sangat panjang sebagai etnis homogen. Meningkatnya imigrasi di Korea Selatan memicu diskriminasi dan rasisme yang lebih terbuka. Menurut survei dari World Values Survey 2017-2020, juga menunjukkan bahwa sebanyak 15,2% masyarakat Korea tidak menerima ras berbeda sebagai tetangga.

READ  Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 Tetap Megah dan Meriah di Tengah Pandemi

Top Atlet Tembak Jin Jong-oh Menyebut Javad Faroughi dari Iran sebagai Teroris

Sumber: Insider. Atlet Jin Jong-oh dan Javad Faroughi di Olimpiade Tokyo 2020.

Gagal meraih medali emas ketujuhnya, Jin Jong-oh menyebut Javad Faroughi, rivalnya di Olimpiade Tokyo tak pantas mendapat medali emas. Javad Faroughi dianggap sebagai seorang teroris yang tak pantas berkompetisi di olimpiade. Dilansir dari The Guardian, hal itu dilatarbelakangi karena Javad Faroughi adalah anggota dari Iran’s Islamic Revolutionary Guard Corps, sebuah organisasi militer yang dicap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat.

BBC News menjelaskan klaim tersebut hanya dilabeli oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. IRGC mempunyai wewenang dalam mengawasi persenjataan strategis Iran, termasuk rudal-rudal balistik. Hal ini membuat Donald Trump menuduh kegiatan organisasi itu sebagai bentuk terorisme. Padahal, Javad Faroughi ditempatkan sebagai seorang perawat yang ditugaskan di Suriah. 

Atlet Panahan An San di Cap Feminis dan Diminta Mengembalikan Medali Emas

Kelompok laki-laki Korea Selatan meminta Korean Archery Association untuk melepas medali emas An San. Atlet perempuan yang berusia 20 tahun ini berhasil menjadi bintang dengan menyabet tiga medali emas setelah menghadapi serangan bullying dan diskriminasi di media sosialnya oleh para masyarakat radikal Korea Selatan.

An San diklaim sebagai seorang feminis karena rambutnya yang pendek. Di Korea Selatan terdapat komunitas online Megalian, yang mana merupakan komunitas radikal yang selalu menyerang wanita. Patriarki dalam Korea Selatan memang terkenal masih sangat tinggi di dalam masyarakatnya. 

READ  Terima Kasih Ginting Sudah Berjuang, Kawal Ginting Untuk Medali Perunggu

Dilansir dari Asumsi, komunitas Megalian menuduh rambut pendek An San sebagai dugaan tindakan feminisme. Komentar seksisme masih kerap dilontarkan oleh korean netizen kepada An San. Akun twitter Solidarity.kr_ menunjukkan kumpulan screenshot kalimat kasar yang ditulis k-netz di media sosial An San. Pernah ada komentar, “Kenapa kamu memotong rambutmu jadi pendek?” yang langsung dijawab oleh An San, “Karena ini nyaman.”

Pernyataan itu malah memicu kemarahan warga laki-laki Korsel yang dianggap tidak memenuhi standar perempuan ‘baik’. Lalu, mereka membuat kampanye pelecehan yang mana mulai mengirim lontaran kebencian dan mengajukan tuntutan pelepasan medali emas yang diperoleh An San.

Blunder Stasiun TV MBC pada Pembukaan Olimpiade Tokyo

Masih segar di ingatan, stasiun tv MBC yang membuat kesalahan besar terkait isu diskriminasi dan rasisme lewat gambar-gambar yang ditayangkan untuk merepresentasikan sebuah negara. Indonesia dikenalkan sebagai negara dengan tingkat GDP rendah, tingkat COVID-19, vaksin terendah, serta menempatkan titik peta di Malaysia. Hal-hal tersebut tidak ada kaitannya dengan ajang olahraga yang menimbulkan kemarahan rakyat Indonesia.

Selain itu, MBC juga menampilkan foto sensitif untuk negara Ukraina yang menampilkan insiden nuklir Chernobyl dan foto insiden kerusuhan untuk Haiti. 

https://twitter.com/deviltinkerbell/status/1421373403731173379?s=19

Baru-baru ini, staff kameramen yang datang ke Olimpiade Tokyo juga melakukan kesalahan karena menyalakan lampu sorot tidak penting ke atlet tenis Jepang ketika sedang bertanding dengan atlet Korea Selatan. Lampu sorot yang sangat terang ini ditujukan kepada atlet Jepang untuk mengganggu penglihatannya. Sampai ketika wasit turun tangan, barulah staff tersebut mematikan lampu sorot itu.

READ  Hidilyn Diaz Berhasil Mematahkan 97 Tahun Penantian Medali Emas untuk Filipina
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait