Kevin Sanjaya: Si Tengil Alien Bulutangkis Indonesia

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 4 minutes

Umpanbalik.id, (31/07/21) – Bintang bulu tangkis Kevin Sanjaya Sukamuljo semakin berbinar-binar di mata masyarakat Indonesia. Lewat kemampuannya, Kevin selalu tampil memukau dan nyeleneh di hampir setiap pertandingannya. Mulai dari mengganti raket di tengah pertandingan pada babak final Asian Games 2018,  berpura-pura memukul shuttlecock tetapi tak sampai mengenainya, sampai yang baru hangat diperbincangkan Kevin terbang berputar layaknya seorang balet pada pertandingan Olimpiade Tokyo 2020. Tak hanya sampai disitu, Kevin juga sering melontarkan perilaku tengilnya kepada lawan main maupun sang wasit saat ia merasa kesal.

Sektor ganda putra bulutangkis Indonesia semakin dilengkapi dengan hadirnya sosok Kevin Sanjaya, dilengkapi dengan hadirnya Marcus Fernaldi Gideon. Pasangan ganda putra satu ini selalu mementaskan skill dan performa hebatnya dalam pertandingan kejuaraan bulu tangkis. Kekompakan Kevin/Marcus membuahkan prestasi beruntun di tahun 2016, saat itu mereka melibas empat turnamen sekaligus. Merasa tak pernah puas, pasangan Minion ini mencetak gelar pada tujuh turnamen super series di Dubai, Hongkong, China, Japan, Malaysia, India, dan All England serta masih banyak prestasi yang telah mereka wujudkan.

Sumber foto: getty image.com. Raut wajah kepuasan Kevin Sanjaya saat berhasil memperoleh kemenangan di Japan Open.

Keunikan dan ciri khas membalut karakter ganda putra ini, jika ganda putra The daddies selalu tampil kalem, lain ceritanya dengan The Minion. Kehadiran Kevin kerap membuat penonton berdecak kagum sekaligus terhibur, pasalnya Kevin selalu melakukan aksi tengil kepada lawan-lawannya. Tak lain tak bukan, Kevin ingin memperoleh keuntungan karena berhasil membuat geram dan membuyarkan konsentrasi lawan mainnya. “Kalau lawannya santai-santai aja ya saya santai, tapi kalau tengil ya saya ikut tengil,” kata Kevin dalam wawancara Mata Najwa. Atlet kelahiran Banyuwangi ini mengawali karirnya dengan bergabung di Djarum Kudus sejak 2007. Debut pertamanya berhasil memperoleh emas pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 2015. 

READ  Greysia Polii: Olimpiade Terakhir Sebelum Pensiun

Skill kecepatan, full attack, sadis, dan agresif berhasil mendatangkan penghargaan BWF sebagai pemain badminton terbaik seluruh dunia kepada Kevin. Performa kompleks yang dimiliki Kevin Sanjaya ternyata tak lepas dari dukungan sang ayah. Sejak kecil Kevin selalu dikenalkan dengan olahraga bulu tangkis bermodal raket sang ayah dan lapangan di belakang rumah mereka. Kecintaan Kevin dengan bulu tangkis disambut baik oleh keluarganya, Kevin lantas berlatih di PB Putra 46 Jember bersama saudaranya. Bakat si tangan petir semakin terasah dengan sikap konsistensi dirinya yang berlatih bulu tangkis empat kali seminggu, dari terik matahari siang sampai senja benderang.

Perjalanan Kevin tak semulus pukulan smashnya, Kevin sempat gagal dalam audisi PB Djarum lantaran standar postur tubuhnya dinilai terlalu kerdil untuk ukuran atlet. Hal ini dinyatakan oleh Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi. “Ya, karena postur, dulu Kevin kecil sekali, sekarang saja masih kecil,” ucap Fung dilansir dari Bolastylo.bolasport.com. Setahun berselang Kevin kembali mencoba peruntungan dan hampir kembali ditolak saat mengikuti Audisi Umum PB Djarum dengan alasan yang sama. 

Namun untungnya saat itu, tim juri membuka mata dengan menilai bakat yang dimiliki Kevin sehingga ia dinyatakan lolos. Kevin seolah ingin membuktikan kemampuannya, hari demi hari ia terus meningkatkan permainannya bersama PB Djarum. Saat dinyatakan lolos, Kevin beroptimis untuk menjadi juara dunia. Kevin kemudian ditempatkan di sektor tunggal putra tetapi, perkembangannya tidak begitu menjanjikan untuk duduk di posisi tunggal putra, Kevin dipindahkan ke sektor ganda putra. Kevin dipertemukan dengan Marcus tahun 2015 oleh pelatihnya Herry Iman Pierngadi, yang saat ini menjadi pasangan paling fenomenal bulu tangkis Indonesia. 

READ  Tangan Dingin Roberto Mancini Ketika Genggam Italia

Kepopuleran atlet yang hobi bermain mobile legend ini membuatnya disematkan berbagai julukan oleh para penggemar dan penikmat bulu tangkis. Paling khas adalah julukan Minions yang disematkan kepada Kevin dan Marcus lantaran postur tubuh mungil namun cekatan. Meskipun Kevin memiliki tinggi 170 cm dan Marcus 168 cm, ketangkasan mereka tak bisa dinilai sebelah mata. Justru lewat ketangkasannya Kevin kemudian dijuluki si tangan petir.

1. Si Tangan Petir

@waduhpusingsayaKena mental ga tuh? #fyp #fypシ #badminton #kevinsanjaya♬ original sound – Chiel

Julukan ini sangat melekat pada setiap permainan Kevin saat menggoyahkan lawan dengan smash sepersekian detik yang bahkan dinilai aneh lantaran tak terlihat oleh lawan, wasit, bahkan penonton. Pukulan yang cepat dan sadis memang menjadi senjata Kevin di pentas pertandingan. Julukan tangan petir ini diberikan oleh para penggemar Kevin dari China yang ngetweet langsung di twitter @BadmintonTalk.

2. ‘Flying Kevin’

@callme.mpin#kevinsanjaya #kevinsanjayasukamuljo #badminton #theminions #fypシ #fyp yp♬ soobin supremacy – jay’s baefy

Berawal dari performa Kevin di Kejuaraan Dunia 2013 di Bangkok, yang membuat para penggemarnya menjuluki Kevin sebagai ‘Flying Kevin’ sebab Kevin tampil dengan energik dan kerap melompat serta terbang kesana kemari saat merespon pukulan lawan.

3. Alien Bulu tangkis

@bucinnya.mpinndikit lagi nempel lantai itu shuttlecocknya,masih bisa ditangkis dong #kevinsanjaya #semangatolimepiade #fy #fyp #olympics #tokyoolympics♬ Hah Gimana ? – ℝ__

Julukan ini baru saja disematkan para penggemarnya yang menyaksikan kepiawaian Kevin sangat gesit di setiap pertandingannya. Serta keheranan penonton yang tak habis pikir bagaimana seorang Kevin bisa melayangkan pukulan kock secepat itu.

Dari berbagai julukan itu, Kevin dinilai sebagai pemain bulu tangkis yang berkarakter kompetitif serta berapi-api. Setelah bermain sangat apik di Olimpiade Tokyo 2020, The Minion ternyata harus puas dengan hasil di babak semifinal grup A ganda putra akibat tertinggal jauh dari lawannya negara tetangga, Malaysia. Diujung penentuan akhir, kevin sontak membanting raketnya. Meskipun The Minion gagal menjemput medali emas, performa keduanya dinilai penonton sangat tampil menarik, penuh energi, dan full attack.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait