Hidilyn Diaz Berhasil Mematahkan 97 Tahun Penantian Medali Emas untuk Filipina

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: 3 minutes

Sumber: Reuters. Hidilyn Diaz Saat Meraih Medali.

Umpanbalik.id, (1/8/21) – Negara kecil di Asia Tenggara, tepatnya di Filipina sedang berbangga diri akibat kemenangan Hidilyn Diaz yang berhasil dalam Olimpiade Tokyo 2020. Setelah menanti ratusan tahun mulai 1924, akhirnya Filipina dapat mengantongi medali emas dalam sebuah olimpiade. Hidilyn, seorang atlet angkat besi yang mencurahkan seluruh usaha dan tenaganya telah memberi bom paling besar untuk Filipina.

Hidilyn Diaz 30 tahun, berasal dari kota kecil bernama Zamboanga yang berhasil mengangkat beban sebanyak 127 kg dalam upaya terakhirnya di clean and jerk dengan total 224 kg. Hasilnya ini sangat tips dengan lawannya yang mana seorang pemegang rekor dunia yaitu Liao Qiuyun dengan total 223 kg dari China. Pertandingan yang luar biasa menakjubkan ini berakhir dengan kemenangan penting bagi negara.

Kisah dibalik pencapaiannya sebagai atlet angkat besi perlu disorot lebih dalam karena perjuangannya yang dipenuhi dengan batu terjal. Sebelum menjadi seorang atlet yang berprestasi, hidup Hidilyn Diaz bersama keluarganya jauh dibilang sebagai orang yang berada. Ayahnya berprofesi sebagai supir tricycle (sebuah kendaraan umum khas Filipina) yang kemudian banting setir menjadi seorang petani.

Namun, Hidilyn Diaz berhasil menjadi seorang tentara di angkatan udara Filipina sambil menekuni passion-nya di bidang olahraga. Dilansir dari Kumparan, Diaz sebenarnya tidak ingin menjadi seorang tentara atau atlet. Ia ingin profesi yang lebih sederhana, yaitu seorang bankir yang ia yakini dapat menolong pemasukan keluarganya dengan cepat.

“Dahulu, kami miskin. Ketika masih kecil, saya mengatakan ingin bekerja di bank dan menghitung uang, lalu akhirnya menikah dan membesarkan anak. Pikiran untuk menang di Olimpiade tidak pernah terlintas dalam pikiran saya,” ucapnya dikutip dari Kumparan.

READ  Emma Raducanu: Si Manis Bintang Baru Pemain Tenis

Angkat besi jadi pilihan kesekiannya setelah seorang sepupunya mengenalkan tentang atlet angkat besi. Dulu Hidilyn Diaz juga pernah mencoba untuk menekuni voli dan basket, namun sayang ia kurang mendapat sorotan dan berakhir dalam keburaman.

ESPN menulis sejarah perjalanan Diaz yang mana pada tahun 2008, Diaz berhasil menjadi atlet angkat besi pertama dari Filipina yang terpilih untuk bermain di Beijing Games. Lalu saat Diaz berusia 21 tahun, ia berhasil mendapat perak di Southeast Asian Games yang membawanya ke London untuk bersaing lebih jauh lagi. Namun sayang, keberuntungannya masih berhenti sampai disini. Tidak putus asa, tahun 2016 Hidilyn Diaz berhasil melaju ke Brazil dan memenangkan silver medal yang mana ini juga menjadi pencapaian pertama untuk Filipina sejak tahun 1996.

Saat tahun 2019, di tengah pujian yang menghujani dirinya sebagai pahlawan negara. Hidilyn Diaz malah terlibat skandal di negaranya sendiri. Ia dituduh berkomplot untuk menjadi lawan dari Presiden Rodrigo Duterte. 

Hidilyn Diaz sempat ketakutan akan nyawanya, “Jangan mengaitkan nama orang yang sibuk berkorban untuk Filipina dan yang melakukan segalanya untuk mewakili Filipina dalam angkat besi,” katanya dalam posting Facebook 2019 yang menolak klaim Panelo, seorang juru bicara presiden yang memasukkan Diaz ke dalam daftar orang berbahaya. “Saya fokus pada tujuan Tokyo 2020 saya,” lanjutnya dikutip dari The Guardian.

Perjuangan Hidilyn Diaz Menuju Olimpiade Tokyo 2020

Dikutip dari The Independent, setelah berpartisipasi empat kali dalam sebuah olimpiade, Hidilyn Diaz harus berangkat menuju Peru pada April 2020 untuk mengikuti kualifikasi lagi menuju Olimpiade Tokyo. Namun, ketika itu Hidilyn Diaz harus berangkat melalui negara Malaysia dan malah terjebak di sana karena adanya travel ban akibat meningkatnya kasus COVID-19.

READ  Jadi Terbaik di Grup B, Rahmat Erwin Sumbang Medali Ketiga Untuk Indonesia

Berada di negara asing menjadi tantangan tersendiri bagi Hidilyn Diaz karena keterbatasan alat latihan yang menjadi senjata utamanya. Ketika masa lockdown, Diaz terpaksa menggunakan bambu dan mengisi botol dengan berliter-liter air untuk menjadi pengganti dari alat angkat besi. 

Di usianya yang sekarang, Hidilyn Diaz juga mengaku khawatir dengan kondisi dirinya, “Saya berusia 30 tahun dan saya kira performa saya sudah menurun. Tapi saya kaget, ternyata saya masih mampu melakukan itu,” kata Diaz dikutip dari The Independent di post-interview. 

Ketika berada di medal ceremony, Hidilyn Diaz tak bisa menahan air matanya dan ia langsung menyanyikan lagu kebangsaan dari Filipina. 

Congratulations, Hidilyn. The entire Filipino nation is proud of you,” kata Harry Roque sebagai juru bicara dari Presiden Filipina.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait