Citra Olahraga Angkat Besi di Indonesia

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 3 minutes

Sumber: VOA Indonesia.
Cabang olahraga angkat beban menjadi tambang medali bagi Indonesia.

Umpanbalik.id 28/07/2021 – Pamor cabang olahraga angkat besi membawa Indonesia menjulang tinggi meraih prestasi. Lihat saja, baru ini lagi-lagi Indonesia dibuat bangga dengan sang legenda Eko Yuli dan juga si cantik Windy Cantika Aisyah. Keduanya berhasil menyumbangkan medali bagi Indonesia. Jika kita menilik, mungkin memang bisa disebut olahraga yang membawa pamor nasionalisme bagi Indonesia adalah bulutangkis. Namun nyatanya, citra olahraga angkat besi di Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata.

Cabang olahraga yang bersaing dengan mengangkat beban berat ini memang cukup terlihat simple. Tetapi, olahraga satu ini justru menuntut atletnya berkonsentrasi penuh dengan kemampuan mengkombinasikan kekuatan dan fleksibilitas. Para atlet angkat besi juga tak kalah dituntut disiplin. Sebab, olahraga angkat besi sangat berkaitan dengan pengembangan tubuh. Untuk itu para atlet angkat besi sangat akrab dengan training teknik, mental, olah tubuh dengan cara fitnes rutin, tubuh yang harus terbentuk secara atletis dan tentunya kekuatan fisik yang terjaga. 

Sama seperti cabang olahraga lain, angkat besi dinaungi oleh Persatuan Angkat Berat Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI). Serta International Weightlifting Federation (IWF). Sampai hari ini atlet angkat besi Indonesia sudah banyak mengumpulkan prestasi di kancah dunia, mulai dari kejuaran asia maupun kejuaran dunia dalam sebuah olimpiade. 

Tercatat atlet-atlet legenda tersebut adalah Lisa Rumbewas yang berhasil menyumbang medali perak Olimpiade Sydney 2000. Triyatni yang berhasil membawa medali perak Olimpiade London tahun 2012. Eko Yuli Irawan sang atlet yang sering memborong medali perak dan perunggu, terakhir ia berhasil menghadiahkan Indonesia medali perak pada Olimpiade Tokyo 2020.

Sejarah Indonesia di pagelaran ajang olimpiade kini tak hanya mampu memupuk medali lewat cabor bulutangkis. Dilansir dari kompas.com, angkat besi Indonesia pertama kali unjuk gigi di Olimpiade Sydney tahun 2000. Saat itu, Indonesia tampak sangar karena berhasil memanen tiga medali yang diperoleh oleh Raema Lisa Rumbewas dengan medali perak, Sri Indriyani dengan medali perunggu, dan Winarni dengan medali perunggu. 

READ  Olahraga Golf: Antara Gaya Hidup dan Harga Diri Kaum Papan Atas

Empat tahun berselang Raema Lisa Rumbewas kembali menghadiahkan medali perak untuk Indonesia. Selanjutnya pada Olimpiade Beijing 2008, atlet Indonesia melengkapi koleksi medali dari cabor angkat besi yang dibawa oleh Eko Yuli Irawan dengan medali perunggu, Triyatno medali perunggu, dan lagi-lagi Raema Lisa Rumbewas dengan perunggunya. Kembali mendulang cabor angkat besi pada Olimpiade London 2012 membuahi Triyatno yang berhasil memperoleh medali perak, Citra Febrianti dengan medali perak, dan Eko Yuli Irawan dengan medali perunggu.

Eko semakin sangar ia mampu menyumbang medali perak di Olimpiade Rio 2016 disandingkan dengan Sri Wahyuni yang juga memperoleh medali perak. Tahun ini, bangsa Indonesia kembali dihadiahkan oleh legenda Eko Yuli dengan medali peraknya dan si lifter yang baru debut berumur 19 tahun, Windy Cantika Aisyah yang membawa pulang medali perunggu dengan kelas 49 kg putri.

Dikutip dari CNNindonesia.com, Indonesia pertama kali debut cabor angkat besi dalam olimpiade tahun 1952. Saat itu, lifter Thio Ging Wie hanya mampu menduduki peringkat kedelapan kelas ringan putra. Namun kali ini sejarah mencatat Indonesia selalu tampil unggul dengan tiga masterpiece dari cabang olahraga bulutangkis, angkat besi, dan panahan. Ketiga cabang olahraga ini menjadi citra yang baik bagi Indonesia dalam menunjukan keunggulannya memborong kemenangan pesta olahraga dunia. 

Hebatnya, saat ikut unjuk gigi di Olimpiade London 2012. Cabor angkat besi berhasil menenangkan Indonesia dengan perolehan prestasi atletnya disaat cabor bulutangkis tak mampu meraih medali. Pada saat itu Olimpiade London 2012 menjadi keterpurukan bagi cabang olahraga bulutangkis yang selalu optimis membawa pulang medali emas.

Atlet legenda cabor angkat besi yang masih bersinar saat ini adalah Eko Yuli Irawan. Ia seakan tak mau berhenti memenangkan perlombaan dengan teknik check and jerk yang ia kuasai. Eko Yuli bahkan akan selalu merasa optimis bisa membawa pulang posisi medali emas untuk Indonesia. Pada Olimpiade Tokyo 2020 cabor angkat besi seolah mendulang tradisi keoptimisannya untuk memanen banyak prestasi. 

READ  Hidilyn Diaz Berhasil Mematahkan 97 Tahun Penantian Medali Emas untuk Filipina

Mimpi besar mengeret medali emas selalu ditanamkan oleh atlet angkat besi kontingen Indonesia. “Motivasi dan cita-cita bagi para atlet di olahraga pasti medali emas olimpiade. Sekarang harus berusaha dulu, motivasi saya sekarang cukup tinggi buat dalat emas untuk melengkapi koleksi medali olimpiade sekaligus saya ingin menjadi atlet pertama yang tampil dan dapat medali di empat olimpiade secara berturut-turut,” ungkap Eko Yuli dikutip dari CNNIndonesia.com.

Perjuangan memperoleh prestasi di olimpiade terutama untuk cabor angkat besi saat ini semakin luas. Terutama bagi Eko Yuli yang beroptimis menjadi legenda untuk mengukir sejarah atlet angkat besi dengan empat rentetan prestasi Olimpiade dunia. Rasa nasionalisme dalam sebuah pertandingan dunia dengan membawa nama Indonesia pastinya harus kita dukung dengan gegap gempita. Bagaimana Sobat sport, sampai saat ini Olimpiade Tokyo 2020 sudah banyak membuat berdebar bukan? 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait