Mengenal EOR, Kontingen Titipan Negara Konflik di Olimpiade

Dipublikasikan oleh Muhammad Khoiruzzein
Reading Time: 3 minutes

Sumber: REUTERS/Richa Naidu, Aram Mahmoud salah satu atlet EOR yang bertanding melawan Indonesia.

Umpanbalik.id 26/07/2021 – Pada pertandingan perdana bulutangkis kemarin, tim Indonesia berhasil menyapu bersih pertandingan dengan kemenangan. Tetapi ada lain hal yang menjadi pusat perhatian dan menjadi pertanyaan. Ya, dari negara mana lawan Jonatan Christie berasal? Apa itu EOR?

Berpartisipasi dalam gelaran Olimpiade, EOR merupakan akronim dari bahasa Perancis yaitu équipe olympique des réfugiés. Didalamnya berisikan kontingen istimewa yang merupakan atlet-atlet pengungsi yang kabur dari negara asalnya dengan berbagai alasan seperti konflik, perang, dan sebagainya.

Salah satu atlet yang bertanding dibawah EOR yaitu Aram Mahmoud, lawan bertanding Jonatan Christie beberapa waktu lalu. Dilansir dari bwfbadminton.com, Aram Mahmoud adalah pebulutangkis yang berasal dari negara Suriah. Tetapi karena terjadi konflik di negaranya, ia memutuskan untuk hijrah ke Belanda yang kemudian terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa atlet pengungsi dan menjadi bagian dari tim pengungsi Olimpiade.

Sejarah Refugee Olympic Team

Terciptanya EOR atau Refugee Olympic Team bermula pada tahun 2015 silam. Saat itu PBB dihadapkan dengan krisis global yang membuat jutaan orang di dunia mengungsi ke Eropa. Kemudian dilansir dari theguardian.com. Sebagai presiden IOC, Thomas Bach mengumumkan akan membentuk tim olimpiade pengungsi untuk pertama kalinya diikutkan dalam Olimpiade Rio di Brazil 2016 lalu. Bekerja sama dengan Komite Olimpiade Nasional (NOC), maka dikirimlah 10 atlet terpilih dari berbagai negara konflik seperti Ethiopia, Sudan Selatan, Suriah, dan Republik Demokratik Kongo yang akan bertarung di bawah panji Refugee Olympic Team. Selain sebagai media untuk atlet pengungsi yang kehilangan tanah airnya untuk berkompetisi, IOC juga menyisipkan pesan bahwa dibentuknya tim EOR ini sebagai simbol harapan untuk para pengungsi di seluruh dunia dan juga meningkatkan awareness terhadap isu pengungsi yang ada.

READ  Taufik Hidayat: Raja Backhand Tak Tergantikan

Pada Oktober 2018, IOC memutuskan untuk kembali menurunkan tim pengungsi dalam gelaran olimpiade Tokyo 2020 ini. Untuk menjaring atlet-atlet terbaik, Olympic Solidarity bekerja sama dengan Komite Olimpiade Nasional (NOC), badan PBB yang mengurus pengungsi (UNHCR), Federasi Olahraga Internasional (IF), dan juga panitia Olimpiade Tokyo 2020.

 “Ini akan menjadi simbol harapan bagi semua pengungsi di dunia dan akan membuat dunia lebih baik menyadari besarnya krisis ini. Ini juga merupakan sinyal bagi komunitas internasional bahwa pengungsi adalah sesama manusia dan merupakan pengayaan bagi masyarakat,” ucap Presiden IOC Thomas Bach dilansir dari Media Kit Refugee Olympic Team

Atlet Refugee Olympic Team Tokyo 2020

Setelah berhasil mengirimkan 10 atletnya bertanding pada gelaran Olimpiade Rio 2016 silam. Tahun ini IOC mengirimkan 29 atlet terbaiknya untuk bertanding di Olimpiade Tokyo 2020. Dilansir dari Olympics.com, komposisi tim ini telah didasarkan pada prestasi olahraga setiap atlet yang statusnya sudah diakui oleh UNHCR. Selain itu seleksi mendasar seperti latar belakang pribadi, pemahaman terhadap olahraga, jenis kelamin, dan daerah asal juga menjadi pertimbangannya. Atlet yang sudah terpilih ini berasal dari 11 negara yang berbeda, seperti Afghanistan, Kamerun, Republik Demokratik Kongo, Eritrea, Iran, Irak, Sudan Selatan, Sudan, Suriah, Republik Kongo dan Venezuela

Daftar 29 Atlet yang dikirim untuk mewakili Refugee Olympic Team Tokyo 2020 yaitu:

  • Abdullah Sediqi, taekwondo (-68kg)
  • Ahmad Badreddin Wais, cycling (time trial)
  • Aker Al Obaidi, wrestling (Greco-Roman -67kg)
  • Alaa Maso, swimming (freestyle 50m)
  • Angelina Nadai Lohalith OLY, athletics (1500m)
  • Aram Mahmoud, badminton (singles)
  • Cyrille Fagat Tchatchet II, weightlifting (-96kg)
  • Dina Pouryounes Langeroudi, taekwondo (-49kg)
  • Dorian Kalatela, athletics (100m)
  • Eldric Sella Rodriguez, boxing (-75kg)
  • Hamoon Derafshipour, Karate (-67kg)
  • Jamal Abdelmaji Eisa, athletics (5000m)
  • James Nyang Chiengjiek OLY, athletics (400m)
  • Kimia Alizadeh OLY, taekwondo (-57kg)
  • Luna Solomon, sport of shooting (air rifle 10m)
  • Masomah Ali Zada, cycling (time trial)
  • Paulo Amotun Lokoro OLY, athletics (1500m)
  • Popole Misenga OLY, judo (-90kg and mixed team)
  • Rose Lokonyen Nathike OLY, athletics (800m)
  • Saeid Fazoula, canoeing (500m)
  • Sanda Aldass, judo (-57kg)
  • Tachlowini Gabriyesos, athletics (marathon)
  • Wael Shueb, karate (kata)
  • Wessam Salamana OLY, boxing (-57kg)
  • Yusra Mardini, OLY swimming (100m butterfly and freestyle)
  • Ahmad Alikaj, judo (mixed team)
  • Javad Majoub, judo (mixed team)
  • Muna Dahouk, judo (mixed team)
  • Nigara Shaenn, judo (mixed team)
READ  Perwakilan Paracyling Indonesia, M Fadli Siap Tanding di Paralympic 2020

Fakta Menarik Refugee Olympic Team

Dalam upacara pembukaan Olimpiade, Tim pengungsi tidak berada di belakang sendiri melainkan akan ada di barisan kedua setelah negara Yunani sebagai negara asal gelaran Olimpiade. Selain itu, atlet yang tergabung dalam tim pengungsi tidak diperbolehkan mengibarkan bendera dan juga memutar lagu kebangsaan negara asalnya. Jadi, jika ada atlet yang berhasil meraih medali, maka pada upacara penyerahan medali yang akan dikibarkan adalah bendera five rings sebagai identitas IOC, dan juga diiringi anthem IOC.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait