Setyana Mapasa: Atlet Kelahiran Indonesia Perwakilan Australia di Olimpiade Tokyo 2020

Dipublikasikan oleh Ulfah Hasanah
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.id, 19/07/2021 – Indonesia selalu melahirkan para atlet-atlet badminton hebat di pentas dunia, karena setiap generasi nama para atlet badminton Indonesia mampu meneruskan prestasi para legenda terdahulunya untuk mengharumkan merah putih di pentas badminton Internasional. Mulai dari Rudy Hartono, Liem Swie, Susi Susanti, Taufik Hidayat, Kevin Sanjaya dan masih banyak lagi.

Sumber: Indosport.com, Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon menduduki peringkat 1 dunia.

Bahkan pada saat ini banyak atlet indonesia yang menduduki peringkat 10 besar dunia. Menurut peringkat BWF World Rankings, ganda putra Kevin Sanjaya/Marcus Gideon menduduki peringkat 1 dunia, ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menduduki peringkat ke-2 dunia, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menduduki peringkat ke-7 dunia, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu menduduki peringkat ke-6 dunia, tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting menduduki peringkat ke-5 dunia, Jonatan Christie menduduki peringkat ke-7 dunia, ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menduduki peringkat ke-4 dunia, dan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja menduduki peringkat ke-9 dunia.

Begitu banyaknya prestasi yang mereka hadiahkan untuk Indonesia membuat anak-anak terinspirasi dan menyimpan hasrat yang sama untuk menjadi seorang atlet badminton yang hebat seperti mereka yang berjuang dan menyanyikan lagu kebangsaan saat menggenggam medali. Tidak heran jika negara lain mengincar dan menarik para atlet Indonesia untuk mendukung negaranya. Ada beberapa anak bangsa yang kurang mantap ketika tampil untuk Indonesia dan lebih memilih untuk membela negara lain. Bahkan sampai mendapat gelar juara bersama dengan negara baru yang mereka bela tersebut. Hingga sampai sekarang mereka masih aktif bermain membela negara tersebut, hal ini berpeluang menjadi ancaman bagi pebulutangkis Indonesia.

Sumber: BWFBadminton.com, Setyana Mapasa atlet kelahiran Indonesia mewakili negara Australia.

Satu diantaranya adalah Setyana Mapasa, atlet kelahiran Manado Sulawesi Utara yang menjadi perwakilan negara Australia di Olimpiade Tokyo 2020. Di Olimpiade sebelumnya Setyana masih belum memenuhi syarat kepindahan tiga tahun dari satu negara ke negara lain untuk mewakili Australia. Olimpiade Tokyo 2020 menjadi ajang debut pertama Setyana membela Australia di Olimpiade, seperti yang diungkapkan Setyana di akun Instagramnya.

View this post on Instagram

A post shared by Setyana Mapasa (@setyanam)

Setyana Mapasa sempat masuk ke Pelatnas PBSI pada saat masih junior dan pada tahun 2013 Setyana memenangkan medali perak dalam kejuaraan dunia beregu campuran. Pada saat itu juga ada tim pemandu dari Australia yang menawarkan kesempatan kepada Setyana untuk pindah dan bermain untuk negara Australia. Alasan Setyana menerima tawaran tersebut karena pada saat itu Setyana mengalami cedera dan berpikir untuk bermain satu dua tahun sebelum dia melanjutkan sekolahnya. Seperti yang dikutip dari kompas.com, Setyana menjelaskan “Kebetulan saya waktu itu sedang mengalami cedera. Tawaran itu saya terima dengan perkiraan waktu barangkali hanya bermain selama dua tahun sebelum saya melanjutkan sekolah, dan saya merasa beruntung selama 6-7 tahun terakhir saya masih bisa bermain badminton dengan biaya sepenuhnya dari badminton Indonesia,” ungkapnya. 

READ  Tong Sin Fu: Pelatih yang Disia-siakan Indonesia

Sejak tahun 2014 Setyana sudah menjadi warga negara Australia yang saat ini masih aktif berkarir mewakili Australia di sektor ganda putri bersama dengan partner-nya yaitu Gronya Somerville. Sejauh ini prestasi gemilang yang didapat Setyana selama mewakili Australia yaitu menjuarai Canada Open 2019 setelah mengalahkan pasangan dari Korea Selatan yaitu Chang Ye-na/Kim Hye-rin. 

Dikutip dari BWFBadminton, pada saat ini Setyana dan pasangannya Gronya Somerville di ganda putri menduduki peringkat 28 dunia, peringkat ini sangat jauh dari peringkat pasangan perwakilan Indonesia yaitu Greysia dan Apriyani yang menduduki peringkat keenam dunia. Mewakili negara Australia, Setyana mengatakan akan berusaha tampil yang terbaik walaupun persiapan latihannya sebelum berangkat terganggu karena adanya wabah virus Covid-19. Kota Sydney tempat ia tinggal ditetapkan lockdown dan membuat Setyana tidak bisa berlatih beberapa hari. 

Dikutip dari bolalob.com, Setyana mengungkapkan perbedaan antara menjadi atlet Indonesia dan atlet Australia. Saat menjadi Atlet Australia ia melakukan latihan mandiri di Sydney. Setyana mengatakan “Badminton di Australia bagaikan bumi dan langit dengan di Indonesia. Di Indonesia semua fasilitas sudah ada di depan mata, apabila mau latihan tinggal keluar kamar jalan sebentar dan sampai di lapangan, pelatih ada, shuttlecock ada, Sparring Partner juga ada, berbeda dengan di Australia. Orang yang bermain badminton tidak sebanyak orang di Indonesia, tidak hanya itu saja pola latihan dan kultur antara pelatih dan pemain juga berbeda. Di Australia Saya sendiri yang menentukan program latihan serta mengevaluasi apa saja kekurangan-kekurangan saya saat latihan,” ujarnya

Meskipun saat ini dia mewakili Australia dan lama tinggal di Australia, Setyana mengaku tidak pernah melupakan bahwa dia orang Indonesia. Tetapi ia juga bangga dengan dirinya sendiri karena bisa mewakili Australia di Olimpiade Tokyo. Setyana juga mengatakan selalu rindu dengan Indonesia. Bahkan jika ada pertandingan di Indonesia, Setyana pasti akan memanfaatkan waktu tersebut untuk berkumpul bersama keluarga dan teman-temannya. 

READ  Cristiano Ronaldo: Lama Tak Berkencan, ‘Setan Merah’ Kembali ke Pelukan
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait